Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Bagi saya yg beragama samawi, siapapun Nabi Musa tetap meyakini bahwa hal itu ada, & kisahnya juga terjadi walau tak ada catatan apapun karena dapat saja kejadian itu adalah aib & malu untuk mencatatnya. Tetapi, apapun itu masalahnya tetap saja saya percaya & yakin akan keberadaannya, bahkan mukjizat sekalipun yg tak masuk akal sama sekali saya percaya. Jadi, kalau ada pertanyaan seperti ini cukup nyengir & lanjutkan bobo sambil mimpi.
Namun bagi mereka yg punya pemikiran skeptis, & harap mencari tahu lebih dalam maka sosok Musa akan sulit untuk diungkap. Maka akan ada pertanyaan nakal, apakah Musa itu benar-benar ada?
Pertanyaan ini adalah wajar karena di kitab suci, banyak nama tokoh yg semi historis bahkan ahistoris. Seperti Adam, Nuh dapat dibilang tokoh yg ahistoris, maksudnya bukan mereka tidak ada, namun tidak ada catatan sejarah yg mengungkap keberadaan mereka yg ditulis pada zaman mereka hidup.
Jadi si pencatat memiliki rentang jauh jaraknya ketika menceritakan sosok yg dicatatnya itu. Sama akan halnya kisah Musa yg dicatat bukan pada zamannya, yaitu dicatat oleh orang Israel belakangan. Namun catatan itu cuma ditemukan disatu pihak saja, padahal sejarah Musa berhubungan dengan Mesir.
Menariknya dalam catatan mesir antik saja, tidak ada catatan tentang nama Musa. Padahal peradaban Mesir itu gemar mencatat, tentu ini jadi sebuah tanda tanya.
Tapi kalau dilihat dari literasi sejarahnya dimana Musa dihanyutkan di sungai & dimana semua bayi laki-laki hendak dibunuh, kisah ini mirip dengan kisah Sargon yg berasal dari Mesopotamia kuno. Dan kisah ini mirip juga dengan Kresna, jadi apakah Musa ini adalah Sargon atau Kresna?
Atau namanya bukan ketiga nama diatas, tetapi sosok itu memang ada kisahnya & jadi catatan sejarah belakangan yg dicatat dengan nama-nama yg berbeda. Bisa saja hal itu terjadi, karena catatan yg ada tentang Musa cuma ada di catatan kitab suci.
Hingga saat ini pun kisah Musa masih terus jadi rahasia & diteliti oleh ilmuwan yg menemukan banyak artefak kuno, namun masih belum ditemukan siapa sosok Musa sesungguhnya.
Bahkan nama firaun itu, masih belum jelas ditujukan pada siapa nama dari sosok tersebut. Tapi, sekali lagi tidak ditemukannya catatan bukan berarti kisah ini tidak ada, dapat saja karena malu atau karena kalah maka catatan tentang Musa tidak ditulis.
Dan hipotesis yg menarik & masuk akal, ketika Musa menyebrang di laut bukanlah seperti yg disangkakan saat ini di laut merah tetapi berada di area sungai Nil. Bahkan kejadian mukjizat itu pun dapat saja diakibatkan oleh adanya aktivitas gunung Santorini di Yunani, yg mengakibatkan terjadinya 10 bencana yg dialami Mesir.
Dari aktivitas gunung itu dapat saja mengakibatkan angin timur yg menciptakan daratan di area sungai yg dilewati Musa pun terjadi, hingga Musa menyebrang & setelahnya terjadilah tsunami yg cukup dahsyat menenggelamkan punggawa fir'aun.
Ini cuma hipotesa saja, tetapi melihat hal itu banyak orang dimasa sekarang masih kebingungan tentang sejarah masa lampau. Jangankan kisah itu, kisah Supersemar saja hingga sekarang tak terungkap fakta sebenarnya & masih banyak yg bingung.
Dan buat saya pribadi sebagai orang beragama sudah cukup puas dengan penjelasan dari kitab suci, karena kitab suci itu bukan tentang iptek, sains atau apapun itu tetapi disitu ada hikmah & kebijaksanaan, nilai moral yg harus dipelajari & pahami, serta dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
Jadi kalau agan masih skeptis yah silahkan, apa ada hipotesis lain?
Sumber klik, klik, klik, klik, kisah