Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Ceritanya kemarin jam 14.00 an & tadi pagi saya ke pasar baru, pasar paling gede di kota ini.
Kemarin udah kaget ngelihat betapa ramai sangat sisi tengah & timur yg jarang kurambah.
Dan semuanya seolah tak ada pandemi corona, sejujurnya saya sendiri malah yg takut dengan keramaian seperti itu.
No masker at all, kecuali saya & beberapa kecil pembeli.
So tadi pagi pengen mastiin, kemarin doang apa emang sehari-hari gak ada masker..
Sedih..
Pantesan meski beberapa udah disiplin dua bulan lebih stay at home, kalau keluar pake masker ketat, perlengkapan bawa hand sanitizer, alkohol 98% & cuka apel buat nyemprot masker tiap abis dari luar mau masuk kendaraan. Tangan disemprot alkohol 98% terus pakai hand sanitizer. Begitu nyampai rumah turun kendaraan langsung menuju kran cuci tangan dengan sabun, baru copot masker & masuk rumah.
Sebagian yg lain udah cuma mantab (makan tabungan), ada yg rela gaji dipotong, ada yg udah kena Putus Hubungan Kerja (PHK)
Tapi, di bagian lain, masih banyak masyarakat yg bebas seolah tak ada pandemi.
Yang positif & kudu isolasi berdikari malah masih bebas ketemu ini itu karena merasa sehat, padahal positif.
Pantas jumlah PDP (Pasien Dalam Pemantauan) terus bertambah akibat penularan lokal.
Kasihan yg sudah berkorban banyak & paham, patuh untuk memutus rantai covid 19 tetapi tidak diimbangi dengan kedisiplinan pihak lain
Ya seolah percuma, pengorbanan orang orang yg sudah patuh kepada protokol menyetop peredaran covid 19 jadi sia sia.
Kadang timbul pertanyaan sederhana, mana ini peran pengambil kebijakan disini.
Jangan nyalah-nyalahin pendatang yg tidak positif, sehat. Sementara yg di dalam wilayah dibiarkan tidak disiplin.
Foto Hasil jepretan sendiri:
Demi nyari pisang kluthuk, petis udang, petis madura di foto ini kemarin saya masuk pasar dalam balutan baju siap perang.
'Kok gak pakai masker buk, tau covid gak?". Sapaku pada para pedagang yg pada duduk jongkok di depan dagangannya, pas beli pisang kluthuk.
"Yang pake masker yg orang kaya aja Nyonyah. Kayak punya Nyonyah jutaan"
"Sopo ngomong rego masker jutaan, gelem yo tak ke'i?" (Siapa yg bilang harga masker jutaan, mau saya kasih?).
"Mboten iso ndamel masker Nyah, keslepeken" (tidak dapat pakai masker buk, malah gak dapat nafas)"
Duh, maksud hati ibu itu harusnya sering pakai masker buat jaga-jaga, meskipun akhirnya ibu itu menerima masker yg saya beri, entahlah ibu itu mau pakai atau enggak, setidaknya ibu itu sudah ada masker sekarang di tangannya.
Spoiler for bukti kasih cendol:
Hari ini 00:48