• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Siap-siap Dollar AS Tembus Rp 9.600

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
[table="width: 500, class: grid, align: center"]
[tr]
[td]
KX5x0.jpg
[/td]
[/tr]
[/table]

Dalam pekan ini, kurs rupiah rupiah diperkirakan bergerak dengan kecenderungan konsolidasi hingga melemah. Problema Eropa ditengarai masih menjadi acuan bagi investor untuk menanamkan asetnya.

Demikian analis dari BNI Unit Treasury Klara Pramesti dalam catatannya di Jakarta, Senin (25/6/2012).

Sementara itu, permasalahan yang melanda Zona Euro cenderung tidak ada habisnya. Masih kelabunya kondisi perekonomian global ikut menambah suram outlook ekonomi ke depan. Terlebih maraknya pemberian stimulus oleh bunk sentral Amerika Serikat (The Fed), bunk sentral Eropa (ECB), bunk sentral Inggris (BOE) dan dan bunk sentral China (PBOC), mengkonfirmasikan masih labilnya perekonomian dunia.

Penurunan suku bunga acuan dari seluruh bunk sentral menunjukkan pula dukungan pemerintah dalam menyokong perkembangan iklim bisnis di kawasannya.

Di sisi lain, rencana lelang SBSN atau sukuk negara pada Selasa pekan ini mengisyaratkan dukungan positif buat pergerakan rupiah. Terlebih imbal hasil yang diberikan relatif tinggi sehingga masih menarik di mata investor dan berpeluang terjadi kelebihan permintaan (oversubscribe).

Sementara itu, minimnya sentimen di dalam negeri menyebabkan kuatnya pengaruh faktor regional dan global yang berpotensi membatasi penguatan rupiah. Sedangkan sikap wait and see pasar menjelang rilis data ekonomi ID pada awal bulan Juli mendatang ikut memberi tekanan pada rupiah.

Diperkirakan dalam pekan ini kurs rupiah akan bergerak antara resiten kuat di level Rp 9.600 per dollar AS dan support di Rp 9.350 per dollar AS.
 
heeemmmmmmmmmmmmmmmmm,................................mkin susah aj deh yg mau beli dolar
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.