• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Siap-siap, BCA Segera Berlakukan "Biaya Cek Saldo"

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Peringatan bagi nasabah PT bunk Central Asia Tbk (BCA) yang suka "mengintip" saldo terlalu sering melalui mesin Anjungan Tunai mandilu (ATM) bunk ini. Pasalnya, BCA berencana menerapkan biaya cek saldo dalam 3-6 bulan kedepan.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, kegiatan nasabah terlalu sering mengecek saldo di ATM tanpa transaksi (penarikan/setor/pembayaran) hanya menjadi beban bagi pihak bunk.

"Rp 2.000 - Rp 2.500 setiap kali transaksi, apalagi yang hanya intip saldo. Itu kan tidak ada transaksi tapi buat kami (menambah) biaya," kata dia di Jakarta, Kamis (3/3/2016).

Jahja beralasan, biaya perawatan ATM sangat mahal. Jika ditambah dengan perilaku nasabah yang sering mengecek saldo tanpa transaksi, hal itu akan membuat operasional bunk menjadi tidak efisien.

"Kami mendorong transaksi itu menggunakan digital, mobile banking, internet banking, M-banking. Kalau itu, semua kita kasihfree, tidak ada biaya," jelas Jahja.

Rencananya 'biaya cek saldo' lewat ATM sendiri akan dikenakan setelah pengecekan lebih dari tujuh atau 10 kali.

Berapa 'biaya cek saldo' di BCA? Jahja mengatakan pihaknya masih mengkaji besarannya, sebab penerapannya masih 3-6 bulan mendatang. .

"Kami sosialisasi dulu. Ini bukan berarti kami melarang orang mengecek saldo. Cuma kami mendorong mereka pakai M-banking, SMS banking dan internet serta mobile banking," pungkas Jahja.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.