• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Siap Pasarkan Retina Buatan Rp30 Jutaan

Bulubabi

IndoForum Junior B
No. Urut
6034
Sejak
4 Sep 2006
Pesan
2.583
Nilai reaksi
238
Poin
63
Siap Pasarkan Retina Buatan Rp30 Jutaan


2007.02.20.news.miror.jpg

Kata luar biasa pantas disematkan kepada Mark Humayun MD PhD. Dia berhasil menciptakan mata bionik generasi terbaru.Apa kelebihan alat yang dinamai The Argus II system ini?

SUKSES memulai proyek pencangkokan mata bionik generasi pertama dengan 16 elektroda terhadap enam orang pasien pada 2002, Humayun terus melakukan inovasinya. Bulan ini, dia kembali berhasil mencangkokkan mata bionik generasi terbaru, The Argus II system,yang memiliki 60 elektroda pada 50–75 pasien buta. Ia yakin dengan alat terbarunya itu para pasiennya yang rata-rata berusia di atas 50 tahun itu dapat melihat kembali dengan lebih baik.

Alat itu memiliki bentuk lebih kecil, sekitar 1 mm persegi, sehingga dapat mengurangi luka operasi kala ditanam ke dalam mata. ”Yang sedang kami lakukan ialah memperpendek waktu antara gambar yang ditangkap kamera dan mengubahnya ke dalam sinyal listrik ke dalam mata pasien hingga mereka mampu melihat,”papar Humayun. The Argus II system telah mendapat izin dari US Food and Drug Administration (FDA) untuk digunakan pada pasien percobaan.

Jika uji coba ini sukses, teknologi mata bionik itu akan segera dijual ke publik paling cepat pada 2009 dengan harga USD32.000 (sekitar Rp30 juta). Humayun mengaku akan terus mengembangkan alat tersebut dengan mempertinggi resolusi dan melebarkan daya pandang pasien. Riset selanjutnya akan dilakukan terkait efek pencangkokan alat ini pada visual cortexdi otak. Humayun memperkirakan, dalam lima atau tujuh tahun ke depan, ia dapat mengembangkan mata bionik dengan 1.000 elektroda Mata bionik itu akan mampu membuat orang buta dapat mengenali wajah.

”Tujuan terakhir ialah membuat mereka dapat mengenali wajah dan membuat orang yang benar-benar buta dapat mengenali lingkungan sekitarnya,” ungkap peraih penghargaan 2005 Innovator of the Year versi majalah R&D ini. Profesor ophthalmology di Doheny Eye Institute, Keck School of Medicine dan di teknik biomedis Viterbi School of Engineering,University of Southern California (USC) ini sudah berkutat dengan bidang penelitian retina sejak 17 tahun silam. Bersama timnya, Humayun mengembangkan alat yang dapat menstimulasi sisa sel yang tidak rusak di mata seseorang yang mengalami penyakit retina degeneratif, retinitis pigmentosa,dan macular degeneration.

Kedua penyakit itu mengakibatkan sel retina yang memproses cahaya yang masuk ke mata secara perlahan mati. Mata bionik ciptaan Humayun itu memiliki sejumlah bagian yang terpisah. Selain chip yang ditanam di retina pasien, juga terdapat kamera eksternal yang diletakkan di kacamata. Kamera itu berfungsi menangkap gambar yang terus diproses oleh sistem komputer kecil yang dililitkan di pinggang pasien.

Komputer itulah yang mengubah gambar kamera menjadi sinyal listrik yang diteruskan ke alat penerima pancaran gelombang radio yang telah dicangkokkan dekat mata pasien. Alat yang diciptakan Humayun itu lalu memancarkan sinyal ke chip silikon dan platina yang sangat kecil —4 mm persegi— yang dicangkokkan di retina pasien. Chip elektroda itu lalu menstimulasi sel ganglion yang mengirimkan sinyal informasi visual ke syaraf optik di otak hingga membentuk gambar visual.

Tes pertama menunjukkan,pasien dapat membedakan sejumlah bentuk barang, cahaya, dan gerakan.”Awalnya,tampak seperti melihat titik-titik,sekarang bisa lebih dari itu. Ketika saya berjalan, saya dapat menghindari pohon. Saya juga dapat melihat pinggir sungai,” ungkap salah satu pasien Terry Byland, 58, dari California yang melakukan pencangkokan pada 2004 setelah buta akibat retinitis pigmentosa pada 1993. Humayun mengaku proyeknya merupakan tantangan besar dan menguji kemampuan untuk menggabungkan berbagai disiplin ilmu.

Untuk pengembangan mata bionik ini Humayun harus menggabungkan berbagai ahli teknik, medis, dan biologi. Tidak hanya itu, riset ini memerlukan dukungan danang jangka panjang untuk terus menyempurnakan hasil risetnya. danang penelitian pencangkokan retina yang dilakukan Humayun itu berasal dari Departemen Energi AS,Yayasan Ilmu Pengetahuan Nasional (the National Science Foundation), dan Institut Mata Nasional (the National Eye Institute).

Tak hanya itu, ia juga mendapatkan dukungan dari tim riset departemen energi dari berbagai wilayah di AS serta Brookhaven National Laboratories. Dengan dukungan dari berbagai pihak itu, Humayun berharap hasil risetnya dapat menolong sekitar 25 juta orang di seluruh dunia yang menderita penyakit retinitis pigmentosa dan macular degeneration. Diperkirakan, satu dari 10 orang di atas usia 55 tahun di seluruh dunia mengalami macular degeneration. Menurut Humayun, pada 2020,jumlah orang yang kehilangan kemampuan melihat meningkat dua kali lipat dan menjadi epidemi






Sumber : koran Sindo
 
orang buta bisa liad lagi donk??...

hebat juga tuh orang...
 
wah klo berita ini bener..... berbahagialah para orang buta di dunia ...
karena sebentar lagi mereka bisa menikmati keindahan alam sekitarnya /no1

lah buat yg buta permanen atau buta dari lahir apa juga bisa yah???:-/
 
teknologi udah semakin maju /no1
 
wah gila... kayaknya manusia uda nyamain tuhan ne /e14
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.