• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Si Rangking Satu Sekarang Jadi Apa? (Part 3)

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Si Rangking Satu Sekarang Jadi Apa? (Part 3)


Penulis: Fatio Nurul Efendi
Editor: Thiara


Cangkeman.net -Untuk kebanyakan orang, mungkin mendapat peringkat 1 di kelas adalah hal yg istimewabegitu juga bagi saya. Tapi, itu cuma berlaku ketika saya duduk di kelas 1 hingga kelas 3 SD. Karena sering rangking 1 di kelas, setelahnya enggak ada yg terasa istimewa lagi.

Mungkin agak sedikit berbeda dengan tulisan sebelumnya dengan judul yg sama (Part 1danPart 2). Saya mendapat peringkat satu di kelas bukanlah dengan usaha yg keras & juga bukan suatu yg saya perjuangkan mati-matian.Wongaku sekolah juga yah sekolah aja, belajar di rumah juga sangat jarang. Bahkan, saya punya kebiasaan kalau besoknya mau ulangan semester atau kelulusan, malamnya begadang; main sama teman-teman. Sombong benar memang saya ini.

Selain peringkat satu di kelas, saya juga sering jadi andalan perwakilan sekolah untuk berbagai macam lomba. Hampir semua mata lomba akademik maupun non akademik pernah saya rasakan. Dari olimpiade Sains, Pramuka, paduan suara, pidato, hingga lomba ceramah keagamaan juga saya yg mewakili.

Enggak hingga di situ kedigdayaan saya. Sewaktu SMP, saya jadi ketua di seluruh organisasi yg saya ikuti. Sampai SMK yg juga mirip-mirip, walaupun enggak pernah menjabat sebagai ketua di organisasi SMK, tetap saja saya sering menempati posisi penting dalam sebuah organisasi di sekolah. Misalnya wakil ketua, humas, hingga sekretaris yg jabatannya identik diisi oleh perempuan di organisasi sekolah.

Lalu setelah saya lulus SMK, bekerja, hingga kuliah mengambil kelas karyawan, muncul pertanyaan-pertanyaan dengan nada mengolok di media sosial untuk pararangkingsatu di kelas, tentang nasib sirangkingsatu di dunia nyata.

Katanya, yg dulurangkingsatu di kelas, sekarang banyak yg enggak jadi apa-apa. Intinya mereka mau bilang,Lu dulu usaha mati-matian di sekolah, sekarang enggak jadi apa-apa, kan?

Itu baru perihalrangkingsatu. Ada lagi nada-nada sumbang perkara jabatan di organisasi sekolah kaya semacam,Yang dulu ketua OSIS, sekarang ngapain, yah?

Sebagai seorang rangking satu yg juga mempunyai jabatan spektakuler di organisasi sekolah, harusnya saya tersinggung sih dengan nada-nada seperti itu. Tapi daripada tersinggung, yah mending saya jawab pertanyaan tersebut.

Walaupun saya tidak begitu berusaha untuk mendapatrangkingsatu ataupun menjabat sebagai pucuk pimpinan organisasi sekolah, tetapi saya begitu menikmati segala macam proses yg pernah mengantarkan saya pada titik itu.

Saya jadi mengetahui bagaimana pola pikir seorang pengajar, karena biasanya, guru-guru dekat dengan anak-anakrangkingsatu. Saya jadi tau mengajar di sekolah itu bukan cuma mengajar di kelas, tetapi juga ada rangkaian administrasi & segala macamnya.

Dan lagi, saya tau rasanya jadi pemimpin itu seperti apa. Jadi, ketika ada seorang pemimpin apapun, saya enggak mudah membenci sisi personalnya. Hanya kritik kebijakan pemimpin tersebut, lihat sudut pandang dari dirinya, lalu koreksi sudut pandang itu. Hal ini tentu akan sulit dilakukan kalau tidak pernahngelakonijadi pemimpin. Yang ada iri dengki mulu, semua hal pokoknya salah. Karena yg benar itu maunya dia yg mimpin, tetapi sayang kemampuan tak hingga.Ehhh.

Jadi kalau sekarang ditanya, saya sirangkingsatu & si ketua OSIS jadi apa, yah yg jelas jadi lebih baik daripada kalian para penanya itu. Buktinya, saya aja enggak peduli kalian jadi apa, lah kok anda ngurusin saya? Biasanya, orang yg suka ngurusin hidup orang lain kan hidupnya enggak bahagia.Ehhh .


Tulisan ini ditulis diCangkemanpada tanggal 28 November 2022 Hari ini 09:34
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.