• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Si Rangking Satu Sekarang Jadi Apa? (Part 2)

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Si Rangking Satu Sekarang Jadi Apa? (Part 2)


Setelah hampir satu bulan vakum, akhirnya Cangkeman kembali menerbitkan sebuah artikel. Artikel tersebut ditulis oleh mbak Thiara dengan judulSi Rangking Satu Sekarang Jadi Apa?.

Saya pun menyambut hal ini dengan senang. Pertama, karena hal ini merupakan pertanda bahwa Cangkeman sudah mulai membaik & yg kedua karena isi dari artikelnyarelatedengan pengalaman saya ketika SMA.

Tulisan singkat tersebut berhasil membangkitkan beberapa ingatan kurang menyenangkan. Yap, saya termasuk siswa yg ambisius. Hal itu dapat dibuktikan dari prestasi yg saya raih, di mana selama 6 semester (kelas 1-3 SMA) saya sering memperoleh ranking satu di kelas. Dan terhitung beberapa kali saya mendapatkan pemenang paralel antar kelas IPA dalam satu angkatan.

Kenapa hal yg semestinya membanggakan ini justru saya sebut sebagai ingatan yg kurang menyenangkan? Jawabannya adalah karena saya sering di-bullyhanya karena jadi ranking 1.

Saya memang sering tidak memberi contekkan saat ujian. Tapi saya sering siapsharing, belajar bersama, & diminta menjelaskan apa yg mereka belum paham (kalau saya sudah paham) tentang suatu materi, tetapi perlu digaris bawahi sebelum ujian dimulai. Kalau memberi contekkan saat ujian saya memang tidak mau karena itu sudah jadi prinsip saya sendiri & tidakfairjuga kalau saya harus sering menuruti apa yg mereka mau.

Bisa dibilang saya termasuk beruntung dalam hal prestasi akademik. Tapi tidak dalam masalah pertemanan. Jumlah teman yg benar-benar baik & sefrekuensi dapat dihitung jari. Selebihnya mereka cuma mendekat saat ulangan Fisika, Matematika, & Kimia atau ketika ada tugas yg sulit saja.

Lucunya setelah ujian itu selesai, mereka sering kembali mem-bullysaya. Kalimat semacamSekarang sih rangking 1, tetapi biasanya yg pinter itu malah gak jadi apa-apa nantinya!,Ngapain sih ambis banget?, ortu gue aja sekarang sukses & kaya raya padahal dulu males banget,Dasar jagoan kelas, main bola aja gak dapat!dan kalimat sejenisnya masih terekam jelas di kepala.

Di sini, saya harap membedah beberapa pertanyaan yg sering dilontarkan kepada si rangking 1, yg mungkin saja mereka belum dapat menjawab atau tidak punya kesempatan untuk menjawabnya. Semoga ini dapat mewakili kalian yg senasib dengan saya ya..

Kenapa Si Rangking 1 Ambisius Banget, Sih?

Jawaban dari pertanyaan ini sebenarnya se-simpel bahwa setiap orang punyabackgrounddanmindsetyang berbeda-beda.

Mungkin bagi anda masa sekolah atau kuliah adalah waktu untuk dapathave fun, & itu sah-sah saja. Tapi anda juga harus tau kalau bagi beberapa anak, dapat merasakan nikmatnya pendidikan adalah sebuah kemewahan yg luar biasa & penuh perjuangan.

Dari pengalaman, saya berusaha mendapatkan rangking 1 supaya dapat potongan SPP. Sekaligus bentuk penghargaan saya kepada orang tua yg sudah capek-capek bekerja di sawah, panas-panasan & gajinya yg cuma 4 bulan sekali (saat panen) sering habis untuk biaya pendidikan saya.

Banyak teman yg tidak tahubackgroundsaya, bahkan tidak mau tau. Saya jarang ikut kumpul danjoinfutsal antar kelas, karena uang saku yg saya punya kebanyakan menjelma jadi tabungan kalau mendadak harus beli buku LKS, atau kalau ada kegiatan mendadak yg perlu uang sehingga dengan tabungan itu tidak perlu menambah beban orang tua lagi.

Uang 10.000 bagi saya yg merupakan anak kos, rasanya lebih baik buat beli nasi padang daripada buat nongkrong hingga tengah malam. Pada saat itu, memilih nasi padang dibanding kopi adalah hal yg rasional untuk kondisi saya karena lebih kenyang & tidak buang-buang waktu. Namun sepertinya hal tersebut justru menciptakan saya di-cap sebagai anak yg tidak mau bergaul.

Dan saya merasa, tidak perlu menjelaskan semua alasan dari setiap tindakan yg saya ambil, yg benci akan tetap benci, yangrespectakan tetaprespect.

Jadi, kalau ada teman anda yg menurutmu terlalu serius, gak asik, jarang mau diajak nongkrong, dapat jadi dia sedang bingung membagi waktu antara kerja & kuliah, atau dia sedang sibuk menolong orang tuanya di sela-sela waktu sekolah. Seharusnya anda merangkul dia, bukan malah menjauhi & bahkan mem-bully.

Kenapa Suka Ngingetin Guru Kalau Ada PR?

Kamu pengen bangsa ini dipimpin sama orang yg jujur & bertanggung jawab? Kalau iya, stopbullymereka yg jujur. Biasakan yg benar, jangan terus mencari pembenaran untuk kebiasaan yg salah!

Kenapa yg Dianggap Pinter Cuma yg jangok Itung-Itungan?

Kesalahan sistem pendidikan yg menjadikan anak emas ilmu itung-itungan, hendaknya tidak menciptakanmu membenci mereka yg diberi talenta itu oleh Tuhan.

Saya juga sering diremehkan oleh guru olahraga kok, saya juga sering dianggap goblok oleh guru musik karena tidak paham tempo. Tapi, hal itu sama sekali tidak pernah mebuat saya benci dengan mereka yg punya talenta di olahraga & seni.

Karena setiap orang pasti harap dihargai, apapun minat & bakatnya. Semua talenta dapat saling menguatkan dengan kolaborasi, & tidak perlu ada saling iri & benci yg diperparah oleh sistem pendidikan yg selama ini cuma menggeneralisir & penuh stigma.

Si Rangking 1 Sekarang Jadi Apa?

Jadi apa saja yg penting tetap jadi orang baik & menebarkan manfaat untuk masyarakat. Keberhasilan sejati adalah yg diraih tanpa menjatuhkan yg lainnya. Percuma kalau sukses tetapi suka merendahkan harga diri orang lain. Lagipula definisi sukses itu kan subjektif.

Beberapa teman rangking 1 yg saya kenal ada yg jadi PNS, ada yg jadi ibu rumah tangga, ada yg masih kuliah & itu semua menurut saya adalah sebuah kesuksesan karena mereka fokus memperbaiki kehidupan yg mereka punya dengan cara & ukuran masing-masing tanpa menjatuhkan orang lain.

Kalau saya sendiri, sekarang sudah bekerja di tempat yg sesuai dengan bidang yg saya sukai yaitu di industri sains terapan. Saya juga dapat lanjut kuliah sambil bekerja, nulis puisi yg merupakan hobi juga lanjut terus. Menurut saya itu juga merupakan sebuah kesuksesan, terlepas dari bagaimana standard sukses, saya memilih merdeka dari semua standard itu.

Kesalahan saya adalah menjawab pertanyaan yg sebenarnya sudah salah dari awal. Kenapa yg dipertanyakan cuma mereka yg rangking 1? Bagaimana dengan rangking 2, 3, 4, ..30, & seterusnya? Apakah rangking 1 harus menanggung beban standar sukses lebih berat dari yg lainnya?

Buat anda yg sedang berjuang jadi rangking 1, berjuanglah dengan semangat!

Buat anda yg punya talenta non-akademik, berprestasilah di bidangmu!Do your best and keep humble!

Ayo saling menhargai & saling memahami! Semoga kalian yg baca tulisan ini dapat mendapatkan pengalaman sekolah & kuliah yg lebih baik daripada saya ya.., khususnya dalam hubungan pertemanan.

Buat anda yg senasib dengan saya,its okay,kamu gak harus lupa dengan semua pengalaman buruk itu. Tapi anda harus lebih fokus pada hal baik yg sudah anda dapatkan & lakukan demi kesehatan mentalmu sendiri. Tetap semangat, jadilah apapun yg anda mau!

Sampai jumpa di tulisan berikutnya..!


Tulisan ini ditulis oleh Galih Santoso diCangkemanpada tanggal 29 Oktober 2022. Hari ini 11:43
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.