• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Si Manis Penunggu Jembatan

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Si Manis Penunggu Jembatan

Sumber gambar : Pinterez

Sudah seminggu ini penduduk digegerkan ada penampakan mahluk astral, atau mengatakan orang-orang sih, itu mahluk halus!

Cerita dari mulut ke mulut tersebut beredar sangat cepat. Tak ayal, jembatan yg disinyalir sering terjadi adanya penampakan mahluk astral itu sontak jadi viral & tentunya jadi lebih terkesan angker!

"Lah, saya piye iki, Kang? Tiap pagi saya mesti lewat jembatan itu!"

Ujar Mbok Yem, salah satu pedagang sayuran di pasar tradisional di suatu hari.

Jalan yg harus dilewati ya memang jalan tersebut, lah wong itu satu-satunya jembatan penghubung yg ada di desanya.

"Ya wis tidak apa-apa, kita berdoa saja sama Allah, biar ndak terjadi hal-hal yg tidak kita harapkan to, Mak!"

Si Manis Penunggu Jembatan

Sumber Gambar: Pinterez

Kang Karjo sebagai seorang suami, ya memang harus memberikan motivasi & semangat! Apalagi ini menyangkut kepentingan perut, kalau ketakutan & tidak mau jualan ke pasar, tentunya dapur mereka akan berhenti berproduksi, ya to?

"Gini aja, Kang. Sekarang anda harus anterin saya berangkat jualan, baru setelah itu pergi ke sawah!"

Mbok Yem sangat mengharap, setidaknya kalau ditemani sang suami, ketakutan itu akan sedikit berkurang.

Akhirnya Karjo sepakat mengantar istri tersayangnya, demi periuk tetap stabil, apalagi anak-anaknya sedang masa-masa pertumbuhan, jadi, mereka butuh banyak asupan gizi.

Perjalanan terasa lama, tidak seperti biasanya. Mungkin, karena mereka berdua dihantui rasa takut, akan adanya makhluk halus yg sedang jadi buah bibir di kampung tempat mereka tinggal.

Kurang dari satu meter lagi mereka akan tiba di jembatan tempat biasa ada penampakan hantu wanita itu, jelas hati mereka sangat kacau. Istri tersayangnya mulai memegang pinggang Kang Tarjo kuat-kuat, ada rasa cemas di hati perempuan itu.

"Aku kok merinding ya, Kang!" Ujar Mak Yem, seraya menguatkan pegangannya.

"Iya, saya juga sama. Tapi, jangan kenceng-kenceng juga megangnya, pinggangku sakit."

Bukan mengendur, pegangan tangan Mak Yem justru semakin kuat.

Si Manis Penunggu Jembatan

Sumber Gambar : Pinterez

Betul juga, tiba-tiba ada sesosok perempuan berdiri di tengah-tengah jembatan yg akan mereka lewati, jantung Kang Karjo maupun Mak Yem berdegup kencang.

Kebetulan jalan menuju jembatan itu memang menurun. Sedangkan sepeda Kang Tarjo ternyata remnya bolong, alhasil sepeda itu tidak dapat dihentikan & mereka pun tidak dapat berbuat banyak, selain pasrah.

Jegeeer ...!

"Aduh ...!"

Perempuan yg sedari tadi berdiri di tengah jembatan itu terpental ke tepi, begitu juga Kang Tarjo & Mak Yem sama-sama terjatuh.

"Ampun, ampuni kami!" teriak Mak Yem gemetaran, ia tidak berani menatap perempuan bergaun putih lusuh di depannya.

"Hei, Mak! Sudah nabrak, gampang banget bilang maaf!"

Kang Karjo mendadak bangun, rasa takutnya pun sontak hilang.

"Jadi, anda manusia, to?" tanya Kang Karjo tegas.

"Lah, emangnya saya ini apa, kalau bukan manusia?"

Perempuan itu tak kalah tegas, dengan kaki yg agak terpincang, perempuan itu mendekati Kang Karjo & Mak Yem.

"Lah, anda sumi, ya?" ujar Mak Yem sambil mengamati paras perempuan di hadapannya, walau kumuh seperti jarang mandi, tapi, paras itu masih dapat dikenali.

"Iya, Mak. Aku sumi! Aku malu pulang ke rumah karena dalam keadaan miskin."

"Ya ampun, Sum. Kamu tahu tidak, anakmu sudah tidak ada yg mengurus, suamimu juga ndak tau pergi ke mana."

"Kan ada Si Mbok, Mak!"

"Mbokmu? Apa anda ndak tau, kalau mbokmu sudah meninggal dunia setahun yg lalu?"

Sumi, si manis jembatan ambruk itu menangis sejadinya, perasaannya hancur sehancur-hancurnya. Sumi memang merantau ke kota, demi memenuhi kebutuhan hidup, suaminya yg pengangguran tidak dapat diandalkan. Sayang, di kota akbar Sumi justru masuk ke dunia malam, hidupnya dihabiskan untuk melayani lelaki hidung belang, hingga suatu hari, ia terkena penyakit kelamin & tidak ada lagi yg mau memakai jasanya lagi, Sumi terbuang & benar-benar di jauhi teman-teman seprofesinya, bahkan, pelanggannya pun sudah tidak ada yg mau untuk dilayani.

Sumi putus asa & akhirnya berniat untuk pulang ke kampung halamannya, akan tetapi, karena ia dalam keadaan yg seperti itu, pada akhirnya Sumi bingung. Awalnya sih perempuan itu berdiri di tengah jembatan adalah untuk upaya bunuh diri, dia berharap, kalau mati, maka jasadnya akan dikebumikan di tempatnya dilahirkan.

Tuhan berkehendak lain, kenyataannya perempuan itu sering gagal bunuh diri & hingga pada akhirnya berjumpa dengan Kang Karjo & Mak Yem, keputusannya untuk mengakhiri hidup pun batal, setelah mendengar cerita dari tetangganya tersebut. Ternyata ia masih harus memenuhi tanggung jawabnya, kepada anak semata wayangnya.

Sekian

NB : Ini cuma cerita fiktif belaka, kalau ada kesamaan nama tokoh & tempat, ini benar-benar tidak disengaja.

24-06-2020 Dbanik Hari ini 06:06
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.