• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Sholat Mencegah Perbuatan Keji Dan Mungkar

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. argus
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

argus

IndoForum Newbie A
No. Urut
10738
Sejak
27 Jan 2007
Pesan
287
Nilai reaksi
18
Poin
18
Ada seorang lelaki yang merayu-rayu seorang wanita agar mau melakukan zina dengannya. Segala jurus tipu daya ia lakukan untuk meruntuhkan keteguhan iman sang wanita. Memang, lelaki itu ganteng sekali, ditambah lagi ia sangat kaya dikampungnya. Tentu saja tidak sedikit wanita yang menaruh hati padanya. Bagaimana dengan wanita yang dirayunya itu ?
Wanita tersebut sebetulnya sudah bersuami. Ia adalah seorang istri yang taat kepada suaminya. Suaminya sendiri adalah seorang yang taat pula. Perihal rayuan lelaki itu ia adukan kepada suaminya.

"Wahai suamiku, lelaki kaya yang tinggal disebelah sana itu seringkali menggoda aku. Ia tinggal masih sekampung dengan kita. Tiap kali ia berpapasan denganku, atau kebetulan saja bertemu dengannya, pasti saja ia merayu-rayu aku agar mau berbuat zina dengannya. Ia terus-menerus melakukan hal itu padaku. Apa yang harus aku perbuat, suamiku ?" Sang suami menanggapi istrinya dengan tenang-tenang saja. " Katakan kepada laki-laki itu bahwa engkau akan mau menuruti godaannya, yaitu berzina dengannya. Cuma, dia mesti memenuhi satu persyaratan dahulu".

Dengan patuh istrinya kemudian mendengarkan terus apa yang dikatakan oleh suami tercintanya. Setelah itu pergilah ia menemui laki-laki yang sering mengganggunya itu.
Begitu mengetahui siwanita yang selalu diincarnya datang mencarinya, bukan main gembira perasaannya. Hatinya berbunga-bunga. Akhirnya kesampaian juga apa yang menjadi keinginannya selama ini kepada wanita cantik itu. Dengan penuh ketidaksabaran ia menantikan apa yang akan dikatakan sang wanita.
"Aku akan mau berbuat zina denganmu sebagaimana yang selalu engkau katakan kepadaku dalam rayuan-rayuanmu selama ini !" Mendengar kesediaan wanita itu, lelaki tersebut langsung berseri-seri wajahnya. Pikirnya, apapun yang dikehendaki wanita ini akan ia penuhi asalkan ia mau berzina bersamanya. Sungguh ia tak dapat menahan keinginannya melihat kecantikan dan keelokan tubuh wanita tersebut yang indah.

"Apapun akan kupenuhi demi kamu. Seandainya engkau punya permintaan, katakan. Apakah kamu butuh uang atau apa saja. Pendeknya, aku akan memenuhi apa saja yang engkau inginkan dariku ".
" Baiklah, Aku tak meminta uang atau materi apa pun. Permintaanku sederhana dan mudah saja." Dengan rasa tak sabar yang terbaca dari air mukanya, laki-laki-laki itu terus mendesak siwanita agar ia mengutarakan persyaratan yang ia kehendaki.
" Ayo, katakan apa saja, aku pasti akan memenuhinya".

" Sebelum kita sama-sama melakukan perbuatan itu, aku minta agar kamu mau melakukan sholat berjamaah bersama suamiku. Tidak banyak, hanya empat puluh subuh saja secara terus menerus. Tidak boleh terputus." Mengetahui cuma itu permintaan siwanita, maka dengan bersemangat si laki-laki tersebut menyatakan kesangggupannya.
Demikianlah kisahnya. Mulai sejak ia berjanji, maka sholat subuhlah ia sebagaimana permintaan itu. Hingga pada sholat subuh yang keempat puluh berlangsung, yakni setelah janji itu terpenuhi, maka si wanita telah bersiap-siap untuk memenuhi janjinya. Rupanya, si laki-laki-laki telah bertekun karena keinginan hatinya, demikian pikir si wanita.

Pergilah si wanita menemui laki-laki tersebut. Begitu mereka bertemu, apa yang terjadi ? Ternyata kejadian menjadi terbalik. Si wanita mencoba merayu-rayu si laki-laki itu untuk memenuhi keinginannya. Namun apa jawab laki-laki itu ?
"Aku kini sudah bertaubat kepada Allah SWT, wahai perempuan ! Aku tidak mau lagi melakukan perbuatan terkutuk seperti itu !" Mendengar cerita sang istri, perihal jawaban si laki-laki yang tempo hari menggodanya, sang suami wanita itu memanjatkan doa` kepada Allah SWT . "Maha Benar Allah SWT ! Firman-Nya adalah benar. Bahwa sholat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar."

( Diceritakan oleh Imam Naisaburi r.a )
Oleh :
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
 
enak yah bs sholat khusuk
pengen bgt sholat khusuk biar terhindar Perbuatan Keji Dan Mungkar
 
Subhanallah... Maha Suci Alloh SWT atas segala Firman-Nya
 
Kasus Nih

assalamu'alaikum wr wb ustadz
saya mempunyai seorang teman, ayahnya orangnya baik banget dengan semua orang tapi sayang tidak pernah sholat. akan tetapi beliau juga percaya akan Allah, hari Akhir dan semua kekuasaanya. beliau juga menghargai org yang sholat dan puasa. beliau tidak pernah mengajak-ajak yang lain untuk menjdi spt drinya. beliau juga tidak pernah puasa. hampir seminggu yang lalu beliau telah diapnggil oleh Allah.
yang saya tanyakan bagaimana agar beliau bisa diampuni oleh Allah. pdhl istri dan anak2 beliau selalu menasehati agar beliau mau sholat. kata temen saya, ayahnya kok bisa begitu karena dia menganggap kenapa banyak org sholat tapi kelakukannya sangat bejat sekali, tidak bermoral. berartikn percuma sholatnya mending baik dan suka menolong sesama tapi gak usah sholat. bliau pnah blg bgtu.
lha skg teman saya dan klga yang ditinggal itu binggung hrs bgmn agar ayahnya bisa diampuni oleh Allah, ibadahnya yang dulu juga diterima. trus nanti diakhiratnya bgmn ya ustadz.
sblm meninggal beliau sakit gak bisa apa2 soale koma jd kalau cmn ngmng cmn teriak-teriak kyk bayi nangis gtu. tapi pas meninggal penuh dengan senyum. dan sewaktu meninggalnya itu abis dibacain yasin pdhl sbnrnya nafas beliau tidak kuat dan beliau kuat2tin smpe org yg baca yasin itu selesai. trs baru menghembuskan nafas.

sekali lagi mohon sarannya ya ustadz.

wassalam
_________________________________________________________________

wa'alaikumsalam wr.wb

bismillahirrahmanirrahi.

Shalat merupakan rukun Islam yang kedua dari lima rukun Islam, yang wajib dijalankan oleh setiap muslim. shalat merupakan pembeda antara seorang Islam dengan yang bukan Islam (kafir).

Hukum meninggalkan shalat.
Ada beberapa keadaan orang yang meninggalkan shalat, sehingga setiap keadaan mempunyai hukum:
Pertama: Jika seseorang meninggalkan shalat dengan sengaja, dan ia mengingkari hukum kewajibannya, maka ia dihukumi kafir. Dalam hal ini tidak ada perbedaan pendapat dikalangan ulama’ Islam.

Kedua: jika seseorang meninggalkan shalat dengan sengaja, namun ia tidak mengingkari kewajibannya, dalam hal ini para ulama berbeda pendapat, sebagian mereka mengatakan kafir dan dibunuh. Pendapat mereka didasari beberapa hadits diantaranya:
بين الرجل والكفر ترك الصلاة
Antara seseorang dengan kekafiran adalah meninggalkan shalat.
Artinya yang membentengi seseorang dari status kafir adalah shalat, jika shalat itu ditinggalkan, maka tidak ada hijab lagi antara dirinya dengan kekafiran. Oleh karenanya, berdasarkan hadits ini, para ulama’ berpendapat bahwa apabila orang meninggalkan shalat dengan sengaja, dan ia mengingkari hukumnya, maka ia dihukumi kafir.

Dalam hadits lain:
العهد بيننا وبينهم الصلاة فمن تركها فقد كفر (رواه أحمد وأصحاب السنن)
Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barang siapa yang meninggalkannya maka telah kafir.

Dari Abdullah bin Amr bin Ash, dari Nabi Saw beliau bersabda mengenai shalat: barang siapa yang menjaga shalat, maka baginya adalah cahaya, penerang dan keselamatan di hari kiamat, dan barang siapa yang tidak menjaga shalatnya, maka tidak ada baginya cahaya, penerang dan keselamatan, di hari kiamat ia akan bersama Qorun, fir’aun, Haman dan Ubai bin Khalaf. (HR. Ahmad, Tabrani, Ibnu Hiban, dengan sanad yang baik).
Dari Ibnu Abbas, dari Nabi Saw bersabda: ikatan dan kaidah dasar agama ada tiga, islam dibangun di atas ketiganya, barang siapa yang meninggalkan salah satu darinya, maka ia kafir dan halal darahnya, yaitu: kalimat syahadat, shalat fardlu, dan puasa Ramadhan (HR. Abu Ya’la, dengan sanad yang baik)

Adapun sebagian ulama’ (Malik dan Syafi’i) lain berpendapat, orang seperti itu tidak kafir, tapi fasiq, ia diminta untuk taubat, jika menolak, maka diterapkan hukum hudud yaitu dibunuh. Dan setelah mati ia dimandikan dan dishalati, dan dimakamkan bersama orang-orang islam. dan Abu Hanifah berpendapat ia tidak kafir dan tidak dibunuh, tapi ia di asingkan sampai mau melaksanakan shalat. Dasar pendapat mereka adalah firman Allah Swt:
إن الله لن يغفر أن يشرك به ويغفر دون ذلك لمن يشاء (النساء: 116)
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang dikehendaki.

Dalam sebuah hadits dari Abi Hurairah Ra, dari Rasulullah Saw bersabda: setiap Nabi mempunyai doa yang mustajab, dan setiap Nabi telah menggunakan doanya itu, sedangkan aku, aku simpan doaku sebagai syafaat bagi umatku di hari kiamat nanti, dan ia akan didapat bagi siapa yang mati tidak mensekutukan Allah dengan sesuatupun. (HR. Muslim).


Nasib orang muslim yang tidak shalat di akhirat.
Jika seorang muslim yang tidak shalat, namun ia tidak mengingkari kewajiban shalat tersebut, nanti di akhirat semuanya kembali kepada Allah Swt (tahta masyiatillah), apakah Allah akan menyiksanya atau mengampuninya.

Dalam hal ini Imam Syaukani berkata: bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja dihukumi kafir dan dibunuh. Karena hadits-hadits yang menunjukkan hal itu benar adanya, dan orang yang meninggalkan shalat di istilahkan seperti itu (kafir). Dan dengan hadits syafaat, tidak ada yang bertentangan, karena ada sebagian macam kekafiran yang tidak menghalangi dari mendapat syafaat, seperti orang-orang muslim yang melakukan dosa, yang mana dosa itu di namakan syariah sebagai kekufuran. Wallahua a’lam.

Catatan
1. Lima rukun Islam adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw: Islam dibangun di atas lima perkara: membaca dua kalimat syahadat, melaksanakan shalat (lima kali sehari semalam), membayar zakat, melakukan puasa ramadhan, dan menunaikan haji bagi yang mampu (HR. Bukhori dan Muslim).
2. Seorang muslim dalam mensikapi perintah Allah Swt adalah tunduk dan pasrah, manakala perintah tersebut jelas, dalilnya pasti, tidak memerlukan penafsiran lain, seperti shalat. Meskipun seseorang tidak mengetahui hikmah dibalik perintah tersebut, ia dituntut untuk patuh dan tunduk menjalankannya, sebagai bentuk penghambaan diri kepada Allah Swt. sebagaimana hal itu adalah merupakan tujuan hidup manusia:
وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون (الذريات: 56)
Tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia melainkan untuk ibadah kepadaKu (QS. Adz-Dzariyat:56).

3. Segala bentuk perintah, baik itu wajib atau sunah, yang telah diajarkan oleh Rasulullah, tujuan besarnya adalah penghambaan diri kepada Allah Swt. seseorang muslim menjalankan suatu kewajiban bukan karena jika ia mengetahui hikmah dan faidah secara fisik saja, dan manakala ia tidak mendapatkan faidahnya kemudian ia tidak menjalankan ibadah tersebut. Karena tidak setiap bentuk ibadah yang Allah perintahkan, bisa difahami hikmah dan faidahnya oleh manusia. Memang di antara hikmah atau faidah shalat adalah untuk mencegah perbuatan keji dan munkar, sebagaimana dalam firman Allah Swt:
إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر (العنكبوت:45)
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar (QS.AL-Ankabut:45 )

Ini adalah bagian dari hikmah dan faidah shalat, disamping faidah-faidah yang lain. namun, jika seseorang melakukan shalat, tetapi perilaku kesehariannya masih banyak melakukan perbuatan keji dan munkar, bukan berarti lebih baik ia tidak shalat saja. Karena dengan tidak shalat adalah merupakan perbuatan munkar tersendiri, dan merupakan perbuatan yang menentang perintah Allah Swt.

Banyak orang-orang kafir yang berperilaku baik, santun, menyantuni orang fakir miskin, dan kebaikan-kebaikan lain dalam kehidupan sosial masyarakat. Namun perilaku dan seambrek kebaikan itu tidaklah cukup untuk merubah statusnya dari kekafiran menjadi muslim. karena orang Islam adalah mereka yang meyakini dan mengamalkan ajaran syariat Islam, terlebih rukun Iman dan Islam. Jadi pemahaman yang mengatakan bahwa lebih baik tidak shalat dari pada shalat tapi perilaku kesehariannya masih bejat adalah keyakinan yang tidak benar.

Jika ada seorang muslim yang kesehariannya rajin melakukan shalat, tapi masih banyak berbuat amoral, justru shalatnya yang masih perlu ditingkatkan dan diperbaiki, bukan malah ditinggalkan. Sangat mungkin perbuatan amoral itu dikerenakan faktor-faktor lain yang menjadi penyebab. jadi bukan kemudian menyalahkan shalat dan terus meninggalkannya. Orang-orang yang perbuatan kesehariannya sudah bagus, namun mereka tidak shalat, insyaAllah akan lebih baik lagi kalau seandainya mereka shalat. Sebaliknya orang-orang yang melakukan shalat, namun perilkunya masih buruk, mungkin akan lebih buruk lagi jika ia tidak shalat.

www.syariahonline.com
 
Semoga kita tidak bosan2 untuk menggali ilmu tentang sholat,
dan mampu menegakannya
 
"ayahnya kok bisa begitu karena dia menganggap kenapa banyak org sholat tapi kelakukannya sangat bejat sekali, tidak bermoral. berartikn percuma sholatnya mending baik dan suka menolong sesama tapi gak usah sholat."
mungkin ada baiknya kita pisahkan definisi agama dan islam untuk mencegah stetment yg buruk terhadapa islam. karena agama dan islam itu memiliki dua definisi yg berbeda. agama berasal dari dua kata yaitu "a" tidak dan "gama" rusak sedangkan "islam" adalah nilai-nilai kebaikan jadi semua yang baik2 itu islam sedangkan yg tidak baik bukanlah islam. jadi untuk yg mengaku islam tapi tidak baik prilakunya maka dia tidak menjalankan nilai-nilai islam. "berbeda dan bersama dalam kebebasan"
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.