Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
link
Netizen Indonesia memang sangat aneh & unik, pasalnya ditengah peperangan antara Rusia & Ukraina, netizen Indonesia malah sibuk membenahi cuitan Presiden Joko Widodo.
Cuitan yg berisi menentang perang karena menyengsarakan umat manusia jadi konflik tersendiri yg dibuat oleh netizen twitter.
Bila kita simak cuitan Pak Jokowi, maka tidak ada yg aneh bukan? Tapi, ada salah satu netizen yg berkomentar penggunaan mengatakan setop tidak sesuai dengan KBBI.
Alhasil, perdebatan panjang pun terjadi dikolom komentar twitter pak Jokowi tersebut.
Banyak netizen yg berbalas komentar dengan membawa screenshot KBBI dengan hasil
yg beragam.
Spoiler for setop vs stop:
Bisa kita simak, dua netizen ini membawa screenshot katastop & setop yg memiliki makna sama, yaitu berhenti.
Menurut Ivan Lanin, seorang pakar internet Indonesia, tahun 2021 penyerapan bahasa asing untuk mengatakan stop sudah jadi mengatakan baku dalam bahasa Indonesia & mengubah mengatakan setop yg awalnya baku jadi tidak baku. Hal ini ane temukan di salah satu forum telegram bernama Bahas Bahasa
Meskipun begitu, penggunaan mengatakan setop di Aplikasi KBBI masih merupakan mengatakan baku. Hal ini menunjukkan bahwa redaksi masih belum memperbarui situs mereka.
Selain mengatakan setop, masih banyak sekali kekeliruan dalam bahasa Indonesia yg baku. Seperti mengatakan apotek dengan apotik juga masih sering diperdebatkan.
Pembaruan yg terlambat ini seringkali membingungkan. Apalagi untuk ane yg gak punya buku KBBI edisi terbaru, pasti nyari di google daripada ribet.
Sebagai warga negara yg baik, Alangkah baiknya kita melestarikan bahasa Indonesia, meski tidak baku, minimal kita sering berbahasa Indonesia yg baik & benar. Tentu, dalam prakteknya, kita tidak mungkin berbahasa baku setiap hari atau setiap waktu karena penggunaan bahasa sendiri fleksibel, kayak apa yg ane terapkan.
Dalam trit ini agan & sista mungkin membaca beberapa mengatakan baku & non baku, adapun karena trit ini bersifat semi formal malah cenderung ke arah informal mengingat fungsi trit sebagai edukasi santai.
Berbahasa pun demikian, harus mengetahui fungsi & tujuan dari bahasa yg dipakai. Apakah harus baku, non baku atau campuran?
Lalu kembali lagi ke tweet pak Jokowi, mengingat posisi & jabatan yg beliau miliki sebagai Presiden, alangkah baiknya bila mengpakai bahasa baku untuk menyuarakan pendapat sebagai orang nomor 1 di Indonesia.
Tetapi, bila ada kesalahan penggunaan kata, alangkah baiknya kita mengingatkan sebagai warga negara yg baik tanpa mencibir ataupun menghujat.
Semoga dengan ini kita jadi lebih sadar tentang penggunaan mengatakan yg baik & benar. Tentu saja, sesuai dengan tempat & tujuan kita berbicara ataupun menulis
Sumber Gambar :