facebookeb
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 210735
- Sejak
- 9 Jan 2013
- Pesan
- 7.471
- Nilai reaksi
- 100
- Poin
- 48
Setelah didera hawa dingin selama sepekan, Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat (AS) yang dikutip NBC News pada Kamis, 20 November, memperingatkan warga New York akan kemungkinan terjadinya banjir, pada awal pekan depan.
Temperatur diperkirakan mulai hangat, Sabtu, 22 November, dan Senin 24 November, suhu dapat mencapai 60 derajat fahrenheit atau sekitar 16 derajat Celsius di sekitar Buffalo. Saat ini timbunan salju rata-rata mencapai ketinggian 1-1,5 meter.
Hujan juga diperkirakan bakal turun, pada Senin. Badan cuaca mengatakan kombinasi meningkatnya suhu dan hujan dapat memicu cairnya es dalam skala besar, dan mengakibatkan banjir.
"Dampaknya jelas," kata Dave Zaff, ilmuwan dari Badan Cuaca Nasional di Buffalo. Dia menegaskan bahwa ada beberapa anak sungai kecil yang melalui permukiman warga, menimbulkan kekhawatiran jika terjadi luapan akibat mencairnya es.
Peringatan akan banjir juga disampaikan meteorologis Wayne Verno. "Kita lebih dari pasti akan melihat banjir," ucapnya. Seburuk apa banjir yang akan terjadi belum dapat dipastikan, namun diakui bahwa salju yang turun tahun ini memiliki berat lebih dari biasanya.
Itu berarti salju mengandung lebih banyak air. Tapi Verno mengatakan persoalan lebih besar adalah apa yang akan terjadi pada rumah dan bangunan. Sebagian besar rumah dan bangunan di Buffalo, kini diselimuti salju sangat tebal di bagian atap, jendela dan pintu.
Saat es mencair, air akan merembes dan runtuhnya atap rumah menjadi bahaya terbesar. Pejabat Buffalo mengatakan mereka kini fokus pada upaya menyingkirkan salju sebelum mencair, sepanjang pekan ini.