• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Setelah Reli, Bursa AS Kembali Terpuruk

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
H1bJm.jpg


Indeks saham di bursa New York kembali berguguran pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, atau Selasa dini hari WIB setelah sempat reli tajam pekan lalu, yang mendorong S&P 500 ke level penutupan terbaik.

Dikutip dari CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 50,92 poin atau 0,38 persen menjadi 13.384,29. Merosotnya Dow Jones di antaranya dipicu saham Walt Disney dan Boeing yang anjlok setelah melonjak lebih dari 3 persen pekan lalu.

Indeks S&P 500 turun 4,58 poin atau 0,31 persen menjadi 1.461,89. Saham-saham unggulan yang tergabung dalam S&P berada di wilayah negatif, dipimpin oleh perusahaan energi. Sementara itu, indeks Nasdaq juga terkoreksi 2,85 poin atau 0,09 persen di level 3.098,81.

Saham Boeing melemah setelah peristiwa terbakarnya pesawat 787 Dreamliner di bandara internasional Boston Logan. Namun, tidak ada korban luka yang dilaporkan.
Sementara itu, saham Apple ikut anjlok hingga 25 persen sejak posisi tertinggi pada September 2012, setelah Barclays menurunkan target harga saham dari US$800 menjadi US$740.

Saham Disney juga turun setelah perusahaan mengumumkan untuk mulai melakukan efisiensi, termasuk kemungkinan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Banyaknya sentimen negatif membuat satu kabar baik dapat menjadi katalisator yang potensial untuk saham," kata analis Schaeffer Investment Research, Ryan Detrick.

Investor, dia melanjutkan, saat ini masih dibayangi oleh ancaman fiskal. Pemerintah AS pada akhir Februari akan membahas peningkatan batas utang. "Hal ini menimbulkan kekhawatiran, sehingga investor masih melihat situasi dulu," katanya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.