Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Konten Sensitif
Buka
Hai GanSis semua, sudah lama saya gak bikin thread dimari. Tau-tau sekarang uda bulan puasa aja ya GanSis. Dapat info, denger Kaskus Kreator kini sudah menutup pendaftaran kreator baru. Tapi syukurnya, program kreator tetap ada bagi kreator lama.
Ngomongin soal kreator, itu seperti roller coaster banget. Kita dapat ada di titik teratas, namun tiba-tiba dapat turun lagi. Maka itu kita perlu antisipasi saat berada diatas, supaya tidak jatuh secara menyakitkan.
Beberapa kreator yg saya perhatikan yg pernah viral, yg kebetulan mereka berasal dari Binjai. Arif Muhammad alias Mak Beti & Paris Pernandes "Salam dari Binjai". Dari yg saya lihat, mereka sudah melewati masa ke-viral-an.
Tapi kini mereka tetap bertahan & tetap berkarya. Hanya saja ada perkembangan & perkembangan dari awal kemunculannya. Hal ini dilakukan guna bertahan dalam dunia "perkontenan" jagat maya.
Saya bahas yg lebih senior, yakni Mak Beti. Sang kreator bernama Arif Muhammad sudah sejak lama mengembangkan bisnis ke bidang lain.
Jadi dia gak mulu cuma bertukar peran jadi Beti dkk saja. Dari yg saya tahu, sayap-sayap bisnis dari Mak Beti mulai mengepak. Dari bisnis perumahan hingga kuliner. Sekedar info, salah satu gerai kulinernya ada yg dekat rumah saya.
Ya rasanya gak usah dijelasin lagi ya GanSis, hal-hal seperti itu rasanya wajib dilakukan oleh konten kreator mengingat popularitas sifatnya gak abadi.
Kemudian ada Paris Pernandes "salam dari Binjai" yg diketahui berkat aksi tinju pohon pisang. Kini di channel YouTube miliknya, tidak lagi cuma melulu konten memukul pohon pisang hingga ambruk.
Tentu saja ada perkembangan disana. Misalnya jadi preman merah hingga konten petualangan. Namun vibes petinju tidak hilang dalam setiap konten yg Ia sajikan.
Bahkan ada satu short video dari Bang Binjai, yg menyampaikan keluh kesahnya terkait ide konten apalagi yg disukai netizen yg suka menuntut.
Keren sih, itu merupakan cara yg cerdas & wajib dilakukan untuk bertahan, karena penonton mungkin bakal bosen kalau disuguhi tayangan tinju pohon pisang terus.
Hari-hari kita disuguhi konten beragam di medsos. Berbagai konten kreator silih berganti viral. Ada masanya masing-masing. Saat diatas tentu terasa sangat mudah mengeruk pundi-pundi Rupiah. Namun saat tidak bijak dalam me-manage popularitas, maka semua akan berlalu begitu saja.
Kita sebagai netizen yg menikmati karya dari para kreator juga semestinya menghargai setiap karya dari siapapun. Minimal kalau ada suatu konten yg kita rasa berguna bagi hidup kita, maka kita dapat beri apresiasi seperti membeli atau cuma sekedar tonton, subscribe, like & share.
Jangan cuma jadi netizen yg gak dapat menghargai karya orang lain. Hanya taunya FOMO & ikut-ikutan CANCEL publik figur tanpa tahu kejelasannya. Ujung-ujungnya malah memberi pentas bagi orang yg gak tepat & memutus rejeki orang yg gak salah.
Rianda Prayoga
Binjai, 28 Maret 2023 Hari ini 09:38
Buka
Hai GanSis semua, sudah lama saya gak bikin thread dimari. Tau-tau sekarang uda bulan puasa aja ya GanSis. Dapat info, denger Kaskus Kreator kini sudah menutup pendaftaran kreator baru. Tapi syukurnya, program kreator tetap ada bagi kreator lama.
Ngomongin soal kreator, itu seperti roller coaster banget. Kita dapat ada di titik teratas, namun tiba-tiba dapat turun lagi. Maka itu kita perlu antisipasi saat berada diatas, supaya tidak jatuh secara menyakitkan.
Beberapa kreator yg saya perhatikan yg pernah viral, yg kebetulan mereka berasal dari Binjai. Arif Muhammad alias Mak Beti & Paris Pernandes "Salam dari Binjai". Dari yg saya lihat, mereka sudah melewati masa ke-viral-an.
Tapi kini mereka tetap bertahan & tetap berkarya. Hanya saja ada perkembangan & perkembangan dari awal kemunculannya. Hal ini dilakukan guna bertahan dalam dunia "perkontenan" jagat maya.
Saya bahas yg lebih senior, yakni Mak Beti. Sang kreator bernama Arif Muhammad sudah sejak lama mengembangkan bisnis ke bidang lain.
Jadi dia gak mulu cuma bertukar peran jadi Beti dkk saja. Dari yg saya tahu, sayap-sayap bisnis dari Mak Beti mulai mengepak. Dari bisnis perumahan hingga kuliner. Sekedar info, salah satu gerai kulinernya ada yg dekat rumah saya.
Ya rasanya gak usah dijelasin lagi ya GanSis, hal-hal seperti itu rasanya wajib dilakukan oleh konten kreator mengingat popularitas sifatnya gak abadi.
Kemudian ada Paris Pernandes "salam dari Binjai" yg diketahui berkat aksi tinju pohon pisang. Kini di channel YouTube miliknya, tidak lagi cuma melulu konten memukul pohon pisang hingga ambruk.
Tentu saja ada perkembangan disana. Misalnya jadi preman merah hingga konten petualangan. Namun vibes petinju tidak hilang dalam setiap konten yg Ia sajikan.
Bahkan ada satu short video dari Bang Binjai, yg menyampaikan keluh kesahnya terkait ide konten apalagi yg disukai netizen yg suka menuntut.
Keren sih, itu merupakan cara yg cerdas & wajib dilakukan untuk bertahan, karena penonton mungkin bakal bosen kalau disuguhi tayangan tinju pohon pisang terus.
Hari-hari kita disuguhi konten beragam di medsos. Berbagai konten kreator silih berganti viral. Ada masanya masing-masing. Saat diatas tentu terasa sangat mudah mengeruk pundi-pundi Rupiah. Namun saat tidak bijak dalam me-manage popularitas, maka semua akan berlalu begitu saja.
Kita sebagai netizen yg menikmati karya dari para kreator juga semestinya menghargai setiap karya dari siapapun. Minimal kalau ada suatu konten yg kita rasa berguna bagi hidup kita, maka kita dapat beri apresiasi seperti membeli atau cuma sekedar tonton, subscribe, like & share.
Jangan cuma jadi netizen yg gak dapat menghargai karya orang lain. Hanya taunya FOMO & ikut-ikutan CANCEL publik figur tanpa tahu kejelasannya. Ujung-ujungnya malah memberi pentas bagi orang yg gak tepat & memutus rejeki orang yg gak salah.
Rianda Prayoga
Binjai, 28 Maret 2023 Hari ini 09:38