• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Politik Setelah Disweeping, Warga Malaysia 'Dideportasi' Paksa

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. ArRay
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

ArRay

IndoForum Senior C
No. Urut
98490
Sejak
1 Jun 2010
Pesan
5.107
Nilai reaksi
142
Poin
63
756901.jpg

Andi Achmadi


INILAH.COM, Surabaya - Massa Forum Studi Aksi Demokrasi (Fosad) Jawa Timur siap mengantarkan ke Bandara untuk memulangkan paksa warga Malaysia yang terjaring sweeping.
'Deportasi' paksa oleh Fosad itu akan dilakukan setelah mereka men-sweeping warga Malaysia yang menginap di Hotel Bumi (Hyatt), Sheraton, dan JW Marriot Surabaya, Jumat (20/8) siang.
"Kami tegaskan aksi sweeping Fosad terhadap warga Malaysia, tidak ada yang namanya penggeledehan. Kami hanya meminta kepada manajemen hotel untuk menunjukkan daftar tamu warga Malaysia yang menginap dan diminta meninggalkan Surabaya," kata Wakil Ketua Umum Fosad Andi Achmadi.
Dalam melancarkan aksinya, menurut dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya dan Polsek Tegalsari. Fosad akan membuat aksi serapi mungkin, beretika, dan tidak ada anarkis.
"Manajemen ketiga hotel berbintang itu setuju saja memulangkan tamu warga Malaysia, asalkan ada jaminan tidak berlangsung anarkis. Kami juga menyanggupinya," tegasnya.
Andi akan mengerahkan anggota Fosad sedikitnya 150 orang untuk sweeping warga Malaysia. Selanjutnya, mereka yang sudah didata akan dideportasi atau dikembalikan ke negaranya.
Fosad mengharapkan masyarakat Jatim khususnya Surabaya agar ikut membantu lancarnya sweeping, baik yang ada di hotel-hotel atau di pemukiman.
Untuk diketahui, aksi Fosad dilakukan sebagai ajang balas dendam atas peristiwa penangkapan tiga orang aparat Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang ditahan Polisi Malaysia, Jumat (13/8) malam.
Saat ditangkap, mereka hendak menggiring tujuh nelayan Malaysia yang tepergok mencuri ikan di Perairan Bintan, Kepulauan Riau. [beritajatim.com/bar/nic]
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.