• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Seru! Perdebatan antara mata,hidung,mulut & telinga,

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Mulailah sebuah perdebatan akbar di dalam sebuah tubuh.
Mata, yg sering bangga dengan pandangannya yg luas, mengklaim, "Akulah yg paling berguna! Berkat aku, kita dapat melihat keindahan dunia, membedakan bahaya, & membaca buku yg penuh pengetahuan."
Seru! Perdebatan antara mata,hidung,mulut & telinga,

Mulut tidak mau kalah. "Omong kosong! Tanpa aku, bagaimana tubuh dapat menikmati makanan lezat & berbicara untuk menyampaikan pikiran & perasaan?"​


Hidung, dengan bangga mengembang, menyela. "Kalian berdua salah. Aku adalah penjaga gerbang udara! Tanpa kemampuanku mencium aroma, kalian tidak akan tahu ada bahaya api atau makanan yg sudah basi."

Telinga, yg selama ini diam, akhirnya angkat bicara. "Dengarkan saya baik-baik. Tanpa aku, kalian tidak akan dapat mendengar suara musik yg indah, atau peringatan bahaya yg datang dari jauh."

Mereka semua terus berdebat, masing-masing merasa paling penting. Sementara itu, di sudut yg jauh, Dubur cuma dapat mendengar dengan sabar. Ia merasa perannya tidak pernah dihargai. Ia bertugas membuang semua sisa yg tidak berguna, tetapi tidak pernah mendapat pujian.

Akhirnya, Dubur muak. "Baiklah, kalau begitu," ia berkata dengan tenang. "Jika kalian semua merasa lebih penting, saya akan mogok kerja."

Sejak saat itu, Dubur menolak untuk mengerjakan fungsinya. Awalnya, tubuh tidak merasakan apa-apa. Namun, seiring berjalannya waktu, masalah mulai muncul. Perut terasa kembung, & rasa tidak nyaman menyebar ke seluruh tubuh.

Mata mulai berkunang-kunang, pandangannya kabur karena racun mulai menumpuk. Mulut kehilangan nafsu makan, & hidung tidak dapat mencium bau apa-apa selain bau tidak sedap dari dalam. Telinga berdengung, & seluruh tubuh jadi lesu & lemas.

Akhirnya, Mata, Mulut, Hidung, & Telinga menyadari kesalahan mereka. Mereka memohon kepada Dubur untuk kembali bekerja. Mereka sadar bahwa setiap bagian tubuh, tidak peduli seberapa kecil atau akbar perannya, sangat penting untuk kesehatan & keseimbangan seluruh tubuh. Mereka belajar bahwa kerja sama lebih penting daripada saling mengklaim siapa yg paling hebat.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.