Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Di Indonesia tahun 2022 ini mengakui 6 agama yaitu Katolik, Kristen, Hindu, Budha, Islam, & Konghucu. Masing-masing dari agama terus memiliki pendakwah agamanya masing-masing. Karena setiap orang di Indonesia diwajibkan memiliki agama maka dapat dipastikan jumlah pendakwah agama di indonesia juga tidak sedikit. Agama adalah sesuatu yg sangat penting dalam hidup kita karena agama mengajarkan cara kita hidup, beretika, bersosialisasi, & mempunyai perspektifhidup yg benar dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Nah apa yg menciptakan seseorang itu LAYAK menjadi seorang pendakwah agama? tentunya orang itu harus mempunyai kemampuan atau level tertentu yg mumpuni di bidang agamanya untuk dapat mengajari orang lain yg ilmu agamanya lebih rendah dari pendakwah tersebut.
Kita ambil contoh dari agama Katolik.
Ilustrasi
Dalam agama Katolik, untuk jadi pendakwah agama atau yg disebut seorang "Pastor" itu diperlukan waktu pelatihan yg lumayan panjang. Bisa dikatakan bahwa Calon Pastor tersebut harus menjalani "Kuliah" bertahun-tahununtuk dapat jadi seorang Pastor yg bersertifikat & layak untuk memberikan dakwah kepada umat-umat katoliknya. Jadi dapat dipastikan bahwa para Pastor atau pendakwah agama adalah para individual yg sudah lulus dalam standar "Kuliah Pastor" internasionalyang diakui oleh dunia. Sebagai umat biasa, kita juga akan merasa LEGA karena kita tahu bahwa kita sudah mendengarkan dakwah dari orang yg benar. Salah satu hal yg penting juga adalah saat beragama biasanya kita akan melibatkan keluarga kita seperti anak-anak, istri, orang tua & saudara kita supaya dapat menuju ke jalan yg benar dalam hidup ini. Jadi bila kita mendengarkan dakwah yg salah, secara otomatis kita juga akan terjerumus kedalam jalan yg salah dalam hidup beragama di kehidupan ini.
Mesjid Solo
Negara kita mayoritas penduduknya beragama Islam. bahkan disebut sebagai negara yg memiliki penduduk dengan agama Islam terbesar di seluruh dunia. Tentunya ekspektasi seluruh dunia adalah di Indonesia akan memiliki jumlah pendakwah Islam terbesar di seluruh dunia juga. Namun jumlah pendakwah agama yg akbar tentunya HARUS dibarengi dengan KUALITAS Pendakwah agama yg mumpuni juga. Karena umat dalam jumlah yg akbar tentunya harus digabungkan dengan "Screening Test" pemilihan pendakwah yg ketat karena efeknya dapat secara masif mempengaruhi masyarakat mayoritas. Jika pendakwah agamanya bagus & berkualitas tinggi tentunya umat yg mendapat ilmunya juga akan lebih baik hidupnya namun kalau umat yg tidak beruntung & mendapatkan pendakwah yg "SEMBARANGAN asal bacot" mempunyai kemungkinan akbar akan mengalami degradasi kehidupan. Yang layak jadi tidak layak, yg tidak layak akan jadi semakin parah hidupnya.
Tentunya kita sebagai umat suatu agama tidak mau menerima ilmu dari orang yg ilmunya lebih RENDAHdari kita. Apakah kita yg sudah jadi bagian dari suatu agama sejak kecil mau mendengarkan ilmu dari orang yg baru masuk ke agama kita? Sayangnya di Indonesia kita tersayang ini, Sistem "Screening" atau "Seleksi" pendakwah agama penduduk mayoritas belum ada. Sehingga pengaruh tidak baik dari pendakwah radikal masih bebas di tanah air ini. Semoga pemerintah dapat terbuka mata hatinya & lebih berani untuk mengambil langkah terobosan untuk mengatasi hal ini..
Maaf bila ada salah dalam kalimat di atas dan Silakan Sharing pengalaman & komentarnya ya agan2.
Hari ini 11:07
Kita ambil contoh dari agama Katolik.
Ilustrasi
Dalam agama Katolik, untuk jadi pendakwah agama atau yg disebut seorang "Pastor" itu diperlukan waktu pelatihan yg lumayan panjang. Bisa dikatakan bahwa Calon Pastor tersebut harus menjalani "Kuliah" bertahun-tahununtuk dapat jadi seorang Pastor yg bersertifikat & layak untuk memberikan dakwah kepada umat-umat katoliknya. Jadi dapat dipastikan bahwa para Pastor atau pendakwah agama adalah para individual yg sudah lulus dalam standar "Kuliah Pastor" internasionalyang diakui oleh dunia. Sebagai umat biasa, kita juga akan merasa LEGA karena kita tahu bahwa kita sudah mendengarkan dakwah dari orang yg benar. Salah satu hal yg penting juga adalah saat beragama biasanya kita akan melibatkan keluarga kita seperti anak-anak, istri, orang tua & saudara kita supaya dapat menuju ke jalan yg benar dalam hidup ini. Jadi bila kita mendengarkan dakwah yg salah, secara otomatis kita juga akan terjerumus kedalam jalan yg salah dalam hidup beragama di kehidupan ini.
Mesjid Solo
Negara kita mayoritas penduduknya beragama Islam. bahkan disebut sebagai negara yg memiliki penduduk dengan agama Islam terbesar di seluruh dunia. Tentunya ekspektasi seluruh dunia adalah di Indonesia akan memiliki jumlah pendakwah Islam terbesar di seluruh dunia juga. Namun jumlah pendakwah agama yg akbar tentunya HARUS dibarengi dengan KUALITAS Pendakwah agama yg mumpuni juga. Karena umat dalam jumlah yg akbar tentunya harus digabungkan dengan "Screening Test" pemilihan pendakwah yg ketat karena efeknya dapat secara masif mempengaruhi masyarakat mayoritas. Jika pendakwah agamanya bagus & berkualitas tinggi tentunya umat yg mendapat ilmunya juga akan lebih baik hidupnya namun kalau umat yg tidak beruntung & mendapatkan pendakwah yg "SEMBARANGAN asal bacot" mempunyai kemungkinan akbar akan mengalami degradasi kehidupan. Yang layak jadi tidak layak, yg tidak layak akan jadi semakin parah hidupnya.
Tentunya kita sebagai umat suatu agama tidak mau menerima ilmu dari orang yg ilmunya lebih RENDAHdari kita. Apakah kita yg sudah jadi bagian dari suatu agama sejak kecil mau mendengarkan ilmu dari orang yg baru masuk ke agama kita? Sayangnya di Indonesia kita tersayang ini, Sistem "Screening" atau "Seleksi" pendakwah agama penduduk mayoritas belum ada. Sehingga pengaruh tidak baik dari pendakwah radikal masih bebas di tanah air ini. Semoga pemerintah dapat terbuka mata hatinya & lebih berani untuk mengambil langkah terobosan untuk mengatasi hal ini..
Maaf bila ada salah dalam kalimat di atas dan Silakan Sharing pengalaman & komentarnya ya agan2.
Hari ini 11:07