• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Sering "Meeting" Bikin Otak Lemot?

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
W9Ljg.jpg
Bila Anda termasuk orang yang sibuk dengan aktivitas rapat atau meeting ada baiknya menyimak hasil temuan para ahli yang satu ini. Riset terbaru ilmuwan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa meeting atau rapat ternyata dapat memengaruhi tingkat kecerdasan karena aktivitas tersebut secara tidak langsung mengganggu kemampuan Anda untuk berpikir sendiri.

Ini adalah hasil kajian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Virginia Tech Crilion Research institute, AS. Untuk sampai pada kesimpulannya, para peneliti melakukan tes IQ pada sekelompok orang yang baru selesai melakukan pertemuan (meeting). Hasil tes IQ secara signifikan menunjukkan, orang yang mengkuti rapat memiliki nilai lebih rendah ketimbang mereka yang bekerja sendiri. Penurunan IQ terlihat jelas terutama pada perempuan ketimbang kaum pria.

Peneliti menyatakan, kinerja berpikir seseorang cenderung akan berkurang bila mereka mendapat kritik dari rekan-rekan mereka.

"Anda mungkin melihat temuan ini sebagai guyonan. Tapi temuan kami menunjukkan bahwa rapat komite dapat membuat fungsi otak Anda mati," kata, Read Montague, pemimpin riset.

Dalam kajiannya, peneliti melibatkan dua mahasiswa dari dua universitas dengan IQ rata-rata 126. Kemudian, kedua mahasiswa dari universitas yang berbeda itu diadu satu sama lain (untuk berdebat) dengan diberikan sejumlah pertanyaan.

Peneliti menemukan bahwa seseorang yang melakukan perdebatan dengan orang lain cenderung mengalami kesulitan ketika harus menjalani tes IQ.

Masing-masing peserta juga menjalani scan MRI pada otak untuk melihat perbedaan di setiap wilayah otak yang berhubungan dengan pemecahan masalah, emosi, dan penghargaan ketika menjalankan sebuah tugas.

Kenneth Kishida, seorang ilmuwan dari Virginia Tech Carilion Research Institute mengatakan, setiap orang perlu memahami bagaimana kerja otak khususnya dalam merespon interaksi sosial.

"Melalui neuroimaging, kami mampu untuk mendokumentasikan bagaimana respon saraf terhadap isyarat-isyarat sosial yang ditimbulkan," katanya.

Kishida mengatakan, perlu ada penelitian lebih lanjut untuk melihat, seberapa besar pengaruh persaingan dalam sebuah kelompok belajar dan lingkungan tempat kerja terhadap fungsi otak.

"Dengan melakukan pencitraan otak kita dapat memberikan solusi dalam mengembangkan strategi untuk orang-orang yang rentan terhadap jenis-jenis tekanan sosial," jelasnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.