Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Rumah Sakit Humana Prima
Tubuh seringkali memberikan alarm sebagai pengingat untuk menunjukkan bahwa kondisinya tidak dalam keadaan yg optimal. Seringkali kita mengabaikan alarm tersebut karena dianggap sebagai hal sepele yg biasa dialami.
Padahal alarm ini sebenarnya adalah cara tubuh berkomunikasi dengan kita untuk memberi tahu bahwa ada sesuatu yg perlu diperhatikan. Gejala seperti kesemutan, pegal-pegal, atau kebas seringkali dianggap sepele & sering diabaikan karena biasa dialami oleh banyak orang.
Melansir dari unggahan video dari akun Instagram pribadi milik Pakar Holistik, dr. Cahyono pada Senin (10/6/2024). Tubuh sebenarnya sedang mengirimkan pesan penting tentang kondisi kesehatannya. Dia menegaskan bahwa penting untuk mengatasi gejala ini dengan bijak & mencari tahu akar penyebabnya, khususnya dalam hal kesemutan.
Menurut dr. Cahyono, kesemutan dapat jadi indikator adanya masalah kesehatan yg lebih serius. Karena kesemutan dapat terjadi karena naiknya kekentalan darah atau bahkan adanya sumbatan pada pembuluh darah.
Misalnya kesemutan yg terjadi di tangan dapat jadi indikasi adanya sumbatan pada pembuluh darah di tangan tersebut. Begitu pula kalau kesemutan terjadi di otak, ini dapat menunjukkan adanya sumbatan pada pembuluh darah di otak yg pada akhirnya dapat mengakibatkan stroke.
Jika sumbatan terjadi di ginjal, dapat menyebabkan gagal ginjal. Sedangkan kalau sumbatan tersebut terjadi di jantung, dapat menyebabkan serangan jantung. Dr. Cahyono mengkalim bahwa 90 persen penyebab kesemutan adalah masalah darah & pembuluh darah.
Hal ini mengindikasikan bahwa seseorang yg sering mengalami kesemutan kemungkinan memiliki kualitas darah yg kurang baik. Kekentalan darah yg tinggi, tingginya kadar kolesterol jahat, atau bahkan kemungkinan sudah terjadi sumbatan pada pembuluh darah.
Kesemutan juga dapat terjadi akibat tingginya kadar gula darah. Gejala-gejala tersebut merupakan bagian dari penyakit neuropati syndrome, komplikasi dari penyakit diabetes yg sudah berlangsung lebih dari satu tahun.
Kondisi ini menyebabkan gangguan pada sistem saraf, yg pada akhirnya mengakibatkan munculnya gejala seperti kesemutan, kebas & rasa baal. Hal tersebut yg menciptakan dr. Cahyono menegaskan bahwa gejala kesemutan tidak boleh diabaikan, khususnya kalau seseorang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti diabetes.
Dia menekankan pentingnya mencari tahu akar penyebab kesemutan daripada cuma menganggapnya sebagai hal yg sepele. Penanganan yg tepat diperlukan untuk mencegah kemungkinan komplikasi yg lebih serius di masa depan.
Daripada cuma mencari penanganan sementara, lebih baik mencari tahu akar penyebabnya & mengerjakan langkah-langkah preventif yg diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Sehingga kita dapat mencegah timbulnya masalah kesehatan yg lebih serius di kemudian hari.
Rumah Sakit Humana Prima