yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memerintahkan semua komputer jinjing milik lembaga tersebut dienkripsi, setelah satu lagi komputer jinjing mereka hilang.
Sambil menunggu perangkat pengaman dipasang, semua komputer jinjing atau laptop yang menyimpan data rahasia tidak boleh dibawa ke luar dari fasilitas NASA.
Juru bicara NASA, Linda Cureton, mengatakan bahwa komputer yang menyimpan informasi tentang penjualan atau pengiriman senjata, peralatan nuklir, dan data kepegawaian NASA tidak boleh meninggalkan gedung dan fasilitas NASA.
NASA juga meminta semua pegawai untuk tidak menyimpan data rahasia di telepon genggam, tablet, dan semua peralatan bergerak lain.
Dalam beberapa tahun terakhir, komputer-komputer jinjing NASA raib. Yang terbaru terjadi pada 31 Oktober ketika satu komputer jinjing dan beberapa dokumen penting lenyap dari kendaraan milik karyawan di markas NASA di Washington DC.
Komputer tersebut dilengkapi kata kunci. Namun, para pejabat NASA mengatakan, para peretas mungkin akan dengan mudah mengakses data rahasia karena data di komputer tersebut tidak dienkripsi.
Enkripsi akan mengacak data, dan seseorang harus memasukkan kode yang kompleks agar data bisa kembali dibaca.
Maret lalu, administrator NASA, Charles Boldentold, mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengamanan di komputer-komputer milik lembaga tersebut karena merasa skala pengamanan di NASA tidak secanggih badan-badan lain di AS.
Sambil menunggu perangkat pengaman dipasang, semua komputer jinjing atau laptop yang menyimpan data rahasia tidak boleh dibawa ke luar dari fasilitas NASA.
Juru bicara NASA, Linda Cureton, mengatakan bahwa komputer yang menyimpan informasi tentang penjualan atau pengiriman senjata, peralatan nuklir, dan data kepegawaian NASA tidak boleh meninggalkan gedung dan fasilitas NASA.
NASA juga meminta semua pegawai untuk tidak menyimpan data rahasia di telepon genggam, tablet, dan semua peralatan bergerak lain.
Dalam beberapa tahun terakhir, komputer-komputer jinjing NASA raib. Yang terbaru terjadi pada 31 Oktober ketika satu komputer jinjing dan beberapa dokumen penting lenyap dari kendaraan milik karyawan di markas NASA di Washington DC.
Komputer tersebut dilengkapi kata kunci. Namun, para pejabat NASA mengatakan, para peretas mungkin akan dengan mudah mengakses data rahasia karena data di komputer tersebut tidak dienkripsi.
Enkripsi akan mengacak data, dan seseorang harus memasukkan kode yang kompleks agar data bisa kembali dibaca.
Maret lalu, administrator NASA, Charles Boldentold, mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengamanan di komputer-komputer milik lembaga tersebut karena merasa skala pengamanan di NASA tidak secanggih badan-badan lain di AS.