• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Serangan-serangan yang Sasar Markas dan Pos Polisi

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
0V8mA.jpg

Sasaran serangan teroris di tanah air akhir-akhir ini tidak lagi tempat keramaian, diskotek, atau sarana ibadah. Pada 2012, Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengakui, teroris mengubah sasaran atau target dengan mengincar polisi.

Bom bunuh diri di Mapolres Poso, Sulawesi Tengah, Senin pagi 3 Juni 2013, menambah deret panjang bukti bahwa teroris memang mengincar polisi. Sebelumnya, beberapa kali serangan kelompok terkait teroris terjadi di Tanah Air. Berikut beberapa serangan terhadap markas dan pos polisi sejak 2010:

Polsek Hamparan Perak
Rabu dinihari, 22 September 2010 gerombolan teroris secara tak diduga menyerang Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara. Tiga petugas kepolisian tewas diberondong senjata, yaitu Bripka Riswandi, Aipda Deto Sutejo dan Aiptu B Sinulingga.​

Pos Polisi Sumber Arta
Sebuah bom meledak di depan Pasar Sumber Arta, Jalan Kalimalang, Bekasi, akhir September 2010. Lokasi ini dekat dengan Pos Polisi Sumber Arta. Polisi menduga target pelaku bom bunuh diri itu adalah aparat polisi lalu lintas yang tengah bertugas di Jalan Kalimalang.

Saat kejadian, pelaku menggunakan sepeda kayuh dan sengaja melintas di belakang Ajun Komisaris Polisi Heri, yang merupakan Kepala Unit Petugas Pengatur Resta Bekasi Kota, yang sedang mengatur lalu lintas. Tiba-tiba bom rakitan yang dibawa pelaku meledak. Untungnya, tak ada korban jiwa dalam insiden ini.​

Mapolres Cirebon
Pada Jumat 15 April 2011, serangan bom bunuh diri terjadi Masjid Mapolres Cirebon. Saat itu, pelaku sempat ikut salat Jumat di masjid mapolres itu.

Bom meledak sekitar pukul 12.30 WIB, saat salat Jumat dimulai. "Saat mulai salat, iqomat, tiba-tiba ada ledakan," kata Adesa Sembiring, anggota Polresta Cirebon.

Akibatnya, belasan jamaah di masjid itu jadi korban luka. Salah satunya adalah Kapolres Cirebon AKBP Heru Sukoco. Pelaku diketahui bernama M Syarif tewas di lokasi dengan perut hancur.​

Pos Pengamanan Gemblengan
Dua hari sebelum Lebaran 2012, tepatnya Jumat 17 Agustus, Pos Pengamanan Lebaran di Gemblengan, Solo, Jawa Tengah diberondong senjata api. Diduga pelakunya dua orang dengan mengendarai sepeda motor.

Akibat peristiwa ini, dua anggota yang sedang bertugas mengalami luka tembak dan harus dibawa ke rumah sakit. Dua anggota polisi yang mengalami luka tembak adalah Bripka Hendro dan Briptu Kukuh. Keduanya mengalami luka di bagian kaki dan pinggul.​

Pos Pengamanan Gladak
Keesokan harinya, Solo kembali dicekam aksi penyerangan ke pos polisi. Pos Pengamanan Gladak dilempar granat oleh dua pelaku teror, 18 Agustus 2012.​

Pos Polisi Singosaren
Penyerangan brutal kembali terjadi di Solo, Kamis malam, 30 Agustus 2012. Pos Polisi Singosaren diberondong senjata api dari orang tak dikenal. Akibatnya, seorang anggota polisi, Bripka Dwi Data Subekti yang sedang bertugas tewas diterjang empat peluru tajam.

Menurut saksi mata, dua pelaku penembakan tersebut berboncengan menggunakan sepeda motor Suzuki Smash bernomor polisi AD 2434 HB.​

Mapolres Poso
Peristiwa terjadi pukul 08.00 WIB. Seorang pria mengendarai motor menerabas pos penjagaan dan meledakkan dirinya. Badan dan motornya hancur. Hanya bagian kepala yang masih bisa dikenali. Diduga, pelaku bernama Basri, teroris yang kabur dari tahanan.​
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.