yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Banjir di kawasan hutan Provinsi Jambi dalam dua bulan terakhir telah mengusik harimau Sumatera. Merasa terganggu, 'raja hutan' ini memilih berkeliaran di perkampungan, mencari daerah yang kering.
"Karena di perkampungan tidak terkena banjir, harimau masuk kampung," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, Tri Siswo Rahardjo, Selasa 5 Maret 2013.
Warga Jambi pun resah. Dalam sebulan terakhir, sejumlah warga di tiga kabupaten, Kabupaten Tanjab Barat, Muarojambi, dan Batanghari, diserang oleh harimau yang berkeliaran itu. Satu orang dilaporkan tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka.
Tri mengatakan, petugas telah memburu harimau ini sejak bulan Januari yang lalu. Terakhir, harimau yang meresahkan ini terlihat di wilayah Tempino, Muarojambi. Dia menambahkan, sebenarnya harimau ini sudah berhasil ditembak bius. "Namun, masih belum berhasil ditangkap," kata Tri.
Karena merasa terancam, warga berharap petugas segera berhasil menangkap harimau ini. Mereka takut menjadi korban berikutnya. "Kami takut nanti jadi korban selanjutnya. Jadi terpaksa di rumah dulu sampai harimau itu sudah tertangkap," ungkap Muklis, warga Kabupaten Muarojambi.
Terancam punah
Menurut data BKSDA Jambi, harimau Sumatera di Jambi tinggal sekitar 80 ekor. Harimau-harimau ini hidup terpisah di beberapa taman nasional di Jambi. "Populasi harimau Sumatera ini semakin terancam. Karena, hutan tempat tinggalnya sudah semakin habis," ungkap Tri.
Menurut dia, harimau butuh hutan sebagai tempat tinggal dan mencari makan. Jika tempat tinggal tidak ada lagi, maka harimau akan kesulitan untuk terus hidup. Saat ini, tambah dia, habitat harimau di luar taman nasional sudah hampir habis.
"Harimau ini tempat tinggalnya sudah semakin sempit. Hutan yang tersisa tidak banyak lagi akibat pembukaan lahan dan pembabatan hutan secara liar," kata Tri.
Selain itu, tambah dia, kepunahan harimau Sumatera semakin mendekati kenyataan karena aktivitas perburuan dari masyarakat. "Saya tidak membantah jika perburuan liar juga menjadi salah satu ancaman harimau Sumatera di Jambi semakin habis," ujarnya.