Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
HAI AGAN DAN SISTA!
Gimana kabarnya, Guys? Semoga sering berada dalam lindungan Tuhan, ya. Khususnya, semoga dilindungi dari wabah Covid-19 yg tengah melanda dunia saat ini. Aamiin.
Foto: koleksi colourbox
Kalo ngomongin soal badut, apa yg terlintas dipikiran kalian Guys? Sosok jenaka dengan segala tingkah konyolnya. Karakter berambut warna-warni dengan bedak putih & hidung tomat. Atau malah ngeri karena dandanannya yg ambigu? Ya, jujur aja. Ekspresi badut kadang tampak seperti orang berkepribadian ganda. Konyol, sedih, & psikopat, itu semua bercampur jadi satu. Untuk yg psikopat, fix, kayaknya gue kebanyakan nonton film deh. Jadi, kebawa-bawa. Heheh.
Btw, kalian udah tahu gak sih Guys, gimana sejarah badut? Kok dapat-dapatnya ada tabiat hiburan yg berdandan kayak badut? Siapa pencetusnya? Sejak kapan adanya? Kalian udah pada tahu belum? Kalau belum, di thread kali ini, gue mau bahas tentang sejarah dunia perbadutan. So, kalian baca aja ya, biar pada tahu. Mayan buat nambah-nambah ilmu. Heheh.
Okey, let's move to the points!
Sebelumnya, gue jabarin dulu apa itu badut ya. Menurut KBBI badut berarti pelawak (dalam eksibisi & sebagainya), diturunkan dari mengatakan 'membadut' yg artinya berbuat yg lucu-lucu; melawak. Sementara itu, menurut Wikipedia, badut adalah orang yg memakai make up paras unik & kostum flamboyan untuk mengerjakan acara komedi-komedi fisik, akting, & pantomim. Jadi, intinya badut itu sifatnya ngelawak & komedi yg Guys.
So, sejak kapan badut ada?
Dari sumber yg gue baca, katanya badut udah ada sejak era dinasti Kelima Mesir, Guys. Kira-kira, sekitar 2000SM silam. Jadi udah baheula banget profesi yg satu ini. Namun, badut masa itu tugasnya bukan buat ngelawak, tetapi berperan penting dalam ritual keagamaan.
Foto: Daylisia.com
Barulah di Yunani Kuno, muncul badut untuk hiburan. Sebutannya adalah Sklero-paiktes. Sklero berarti bermain seperti anak kecil, & paites berarti desa petani. Ya, benar, eksibisi badut berawal dari grup teater di perdesaan pada masa itu. Mereka memparodikan tokoh-tokoh terkenal di masyarakat, mengerjakan aksi pantomim, sambil sesekali melempar penonton dengan batu bata. Eits, canda batu bata. Melempar penonton dengan kacang maksudnya. Tak lama setelahnya, orang-orang di Romawi Kuno pun ikut-ikutan ngehibur diri pakai badut. Sebutannya fossor yg berarti buruh. Badut mereka agak bergaya sikit, muncul dengan topi runcing & memakai jubah dengan berbagai macam motif.
Pertunjukan badut terus mengalami perkembangan. Mereka juga muncul di Inggris dengan sebutan 'clown' yg arti dasarnya adalah desa petani. Kala itu, badut gak cuma mengerjakan aksi pantomim & lempar-lemparin penonton pakai kacang, tetapi mereka juga bernyanyi, main sulap, & berakting semacam drama musikal. Contoh yg paling terkenal adalah, tabiat badut dalam serial komik teater ternama Inggris, "The Harlequinade". Badut di sana muncul dengan riasan putih di wajah, mengerjakan aksi konyol & idiot dengan kostum pelayan compang-camping.
Sekadar informasi aja nih, riasan putih tebal di paras badut, perdana kali dikembangkan oleh Joseph Grimaldi, lho. Tepatnya di tahun 1800-an, di mana Grimaldi adalah tokoh badut dalam series komik teater The Harlequinade. Sampai sekarang, riasan tersebut masih dipakai oleh tokoh-tokoh badut modern.
Oke, lanjooot!
Pada zaman ke-19, mulai muncul istilah 'Badut Sirkus'. Kali perdana muncul dalam eksibisi berkuda oleh regu Philip Atsley (pemilik sirkus terkenal) pada tahun. Kemudian diikuti dengan munculnya tabiat badut lain di berbagai sirkus. Paling terkenal adalah Auguste si Badut Merah, tokoh badut yg dikembangkan oleh Tom Belling. Tak cuma Aguste, Belling juga menciptakan tabiat badut anak-anak, lalu menambah riasan para badut supaya semakin menarik. Penambahan itu ialah, adanya riasan hidung merah, warna putih di sekitar mata & hidung, lalu baju & sepatu kebesaran. So, Pak Belling ini Guys, si pencetus hidung merah tomat pada badut. Kuy sungkeman dulu.
Awal zaman ke-20, muncul lagi tabiat badut baru. Karakter badut petani & orang desa yg terkenal saat itu, digantikan oleh tabiat Hobo (sebutan untuk gelandangan Amerika, yaitu orang yg bekerja serabutan & berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk bekerja). Yup, tabiat ini berkembang di Amerika, Amerika Utara tepatnya. Karakter Hobo yg paling terkenal ialah Charlie Chaplin's the TrampTramp (1914).
Masih di Amerika, tahun 1960-an mulai berkembang badut ulang tahun untuk menghibur anak-anak. Badut ulang tahun ini diadaptasi dari tabiat Bozo yg sangat terkenal. Sedangkan Bozo sendiri adalah turunan Aguste si Badut Merah. Bedanya, Bozo muncul dengan warna putih & lebih ramah pada anak-anak. Ya, karena sebelumnya, tabiat Aguste cukup menakutkan anak-anak. Dari tabiat Bozo ini jugalah, McDonald's yg terkenal terinspirasi untuk mengeluarkan maskot badut mereka, Ronald McDonald.
***
Di atas ada perguliran dunia perbadutan. Nah, sekarang gue mau jabarin dikit, para tokoh yg berpengaruh dalam perkembangan badut di dunia.
1. Joseph Grimaldi
Foto: pinterest
Di atas udah disebutin ye, kalau Grimaldi adalah pelopor riasan putih di paras badut. Sekarang ane jelasin sedikit tentang Pak Grimaldi ini. Beliau lahir pada 18 Desember 1778 Westminster, London. Ia sudah debut di pentas teater sejak kecil, tepatnya di Drury Lane tahun 1780. Ia jadi tokoh penghibur ternama di era Regency. Semakin terkenal di tahun 1800 setelah mengembangkan tabiat badut di The Harlequinade. Karakter badut & pantomim ini membawanya jadi "Bapak Pantomim Modern". Akhir hidup Grimaldi cukup mengenaskan. Ia sakit, cacat, jatuh miskin setelah ditipu oleh rekan kerjanya, bersitegang dengan sang anak, istrinya meninggal dunia, & itu menciptakan Grimaldi depresi lalu berubah jadi pecandu. Kemudian ia meninggal di rumahnya di Islington, pada 31 Mei 1837.
***
2. Emmet Kelly
Kelly berperan sebagai tabiat Weary Willey, badut sirkus terkenal di Amerika. Perannya sebagai Hobo yg menyedihkan tetapi jenaka menciptakannya banyak digemari penonton. Namun, hal yg paling menyentuh dari Kelly ialah, ketika ia terlibat dalam kebakaran akbar di sirkus Hartford pada 6 Juli 1944. Kelly yg akan tampil di hadapan 6000 penonton hari itu, malah dikejutkan dengan api yg melahap tenda sirkusnya. Kekacauan pun terjadi. Kelly yg sudah mengenakan kostum badut pun tak tinggal diam. Ia menolong mengevakuasi para wanita & anak-anak. Lalu memadamkan api dengan menyiram air memakai ember. Ralph Emerson, salah satu penonton sirkus di hari itu, memotret aksi Kelly. Di mana foto tersebut jadi legendaris hingga hari ini. Disebutkan juga, kalau Kelly menangis sembari memadamkan api. Ia juga trauma dengan api sejak hari itu. Oh iya, tragedi kebakaran itu, setidaknya menewaskan 160 jiwa.
***
3. The Tramp
Merupakan tokoh badut Hobo yg diperankan oleh Charlie Chaplin pada 1915. The Tramp jadi film bisu perdana yg dibintangi, ditulis, & disutradarai oleh Chaplin. Film itu pun laris & legendaris hingga sekarang. The Tramp sendiri digambarkan sebagai tabiat gelandangan yg kikuk, konyol, & baik hati. Karakter ini mengenakan atribut celana baggy yg besar, mantel ketat, topi bowler, sepatu besar, & sering memegang tongkat kecil yg fleksibel. Ini menyiratkan kalau tokoh Charlie adalah gelandangan yg kekurangan. Ia memakai pakaian bekas yg tidak pas dengan tubuhnya, yg menciptakannya berjalan agak aneh karena pakaiannya yg tidak nyaman dipakai. The Tramp pun jadi sangat terkenal. Tak cuma karena leluconnya, tetapi juga isu sosial yg diangkat saat itu, menyindir para pemimpin & pebisnis kaya yg sempat-sempatnya mengisi teka-teki di koran, sedangkan banyak rakyat kecil yg tertindas, tidak punya rumah & kelaparan.
***
4. Ronald McDonald
Ronald adalah maskot dari perusahaan fast food terkenal, McDonald's. Ronald debut di televisi perdana kali pada tahun 1963, dibawakan oleh Williard Scott, pemeran tabiat Bozo yg terkenal. Ronald sangat mempengaruhi perkembangan dunia perbadutan di era itu, khususnya di kalangan anak-anak. Sebelumnya rupa badut agak menakutkan bagi anak-anak. Namun, adanya tabiat Ronald menciptakan anak-anak mulai jatuh sayang dengan badut. Bahkan setelah debut di televisi, sebuah survei dilakukan untuk melihat seberapa tenarnya tokoh Ronald. Hasilnya, 96% dari seluruh anak-anak sekolah di AS, mengenali Ronald (stunning-stuff.com). Bahkan disebutkan pula, bahwa senyum Ronald McDonald sangat dikenali oleh anak-anak, kedua setelah senyum Santa Claus.
***
5. Mr. Bean
Siapa sih yg gak kenal sama Mr. Bean? Sosok jenaka ini adalah bentuk modern dari tabiat badut Hobo dari Amerika Utara. Mr. Bean adalah serial komedi asal Britania Raya yg sangat mendunia. Saking terkenalnya, banyak orang yg lebih kenal dengan Mr. Bean ketimbang dengan Rowan Atkinson, pemerannya. Mr. Bean pun digambarkan sebagai laki-laki lucu, lugu, & banyak akal yg sangat menarik perhatian. Ditambah dengan mini cooper kuning & teddy bear yg sering menemani kekonyolannya. Nah, Mr. Bean erat kaitannya dengan badut & pantomim, karena aksi komedinya adalah bentuk modern dari tabiat hobo & memainkan komedi bisu (hanya memainkan mimik paras & gestur tubuh) khas eksibisi badut.
***
Nah, gimana tuh Guys? Udah paham 'kan sama perkembangan badut? Sekarang, eksibisi badut agak jarang kita saksikan. Apalagi ditambah dengan stereotip masyarakat yg suka merendahkan profesi yg satu ini. Percayalah Guys. Menjadi badut itu gak gampang. Gue pernah ngerasain pas jadi badut maskot di acara 17-an. Udah kostumnya berat, panas, kita juga harus bergerak lincah supaya menghibur penonton. Mengcapek banget pokoknya!
SEKIAN
Thread by: serbaserbi.com
Sumber: 1, 2, 3, 4, 5.
THANKS FOR READING
Hari ini 13:42
Gimana kabarnya, Guys? Semoga sering berada dalam lindungan Tuhan, ya. Khususnya, semoga dilindungi dari wabah Covid-19 yg tengah melanda dunia saat ini. Aamiin.
Foto: koleksi colourbox
Kalo ngomongin soal badut, apa yg terlintas dipikiran kalian Guys? Sosok jenaka dengan segala tingkah konyolnya. Karakter berambut warna-warni dengan bedak putih & hidung tomat. Atau malah ngeri karena dandanannya yg ambigu? Ya, jujur aja. Ekspresi badut kadang tampak seperti orang berkepribadian ganda. Konyol, sedih, & psikopat, itu semua bercampur jadi satu. Untuk yg psikopat, fix, kayaknya gue kebanyakan nonton film deh. Jadi, kebawa-bawa. Heheh.
Btw, kalian udah tahu gak sih Guys, gimana sejarah badut? Kok dapat-dapatnya ada tabiat hiburan yg berdandan kayak badut? Siapa pencetusnya? Sejak kapan adanya? Kalian udah pada tahu belum? Kalau belum, di thread kali ini, gue mau bahas tentang sejarah dunia perbadutan. So, kalian baca aja ya, biar pada tahu. Mayan buat nambah-nambah ilmu. Heheh.
Okey, let's move to the points!
Sebelumnya, gue jabarin dulu apa itu badut ya. Menurut KBBI badut berarti pelawak (dalam eksibisi & sebagainya), diturunkan dari mengatakan 'membadut' yg artinya berbuat yg lucu-lucu; melawak. Sementara itu, menurut Wikipedia, badut adalah orang yg memakai make up paras unik & kostum flamboyan untuk mengerjakan acara komedi-komedi fisik, akting, & pantomim. Jadi, intinya badut itu sifatnya ngelawak & komedi yg Guys.
So, sejak kapan badut ada?
Dari sumber yg gue baca, katanya badut udah ada sejak era dinasti Kelima Mesir, Guys. Kira-kira, sekitar 2000SM silam. Jadi udah baheula banget profesi yg satu ini. Namun, badut masa itu tugasnya bukan buat ngelawak, tetapi berperan penting dalam ritual keagamaan.
Foto: Daylisia.com
Barulah di Yunani Kuno, muncul badut untuk hiburan. Sebutannya adalah Sklero-paiktes. Sklero berarti bermain seperti anak kecil, & paites berarti desa petani. Ya, benar, eksibisi badut berawal dari grup teater di perdesaan pada masa itu. Mereka memparodikan tokoh-tokoh terkenal di masyarakat, mengerjakan aksi pantomim, sambil sesekali melempar penonton dengan batu bata. Eits, canda batu bata. Melempar penonton dengan kacang maksudnya. Tak lama setelahnya, orang-orang di Romawi Kuno pun ikut-ikutan ngehibur diri pakai badut. Sebutannya fossor yg berarti buruh. Badut mereka agak bergaya sikit, muncul dengan topi runcing & memakai jubah dengan berbagai macam motif.
Pertunjukan badut terus mengalami perkembangan. Mereka juga muncul di Inggris dengan sebutan 'clown' yg arti dasarnya adalah desa petani. Kala itu, badut gak cuma mengerjakan aksi pantomim & lempar-lemparin penonton pakai kacang, tetapi mereka juga bernyanyi, main sulap, & berakting semacam drama musikal. Contoh yg paling terkenal adalah, tabiat badut dalam serial komik teater ternama Inggris, "The Harlequinade". Badut di sana muncul dengan riasan putih di wajah, mengerjakan aksi konyol & idiot dengan kostum pelayan compang-camping.
Sekadar informasi aja nih, riasan putih tebal di paras badut, perdana kali dikembangkan oleh Joseph Grimaldi, lho. Tepatnya di tahun 1800-an, di mana Grimaldi adalah tokoh badut dalam series komik teater The Harlequinade. Sampai sekarang, riasan tersebut masih dipakai oleh tokoh-tokoh badut modern.
Oke, lanjooot!
Pada zaman ke-19, mulai muncul istilah 'Badut Sirkus'. Kali perdana muncul dalam eksibisi berkuda oleh regu Philip Atsley (pemilik sirkus terkenal) pada tahun. Kemudian diikuti dengan munculnya tabiat badut lain di berbagai sirkus. Paling terkenal adalah Auguste si Badut Merah, tokoh badut yg dikembangkan oleh Tom Belling. Tak cuma Aguste, Belling juga menciptakan tabiat badut anak-anak, lalu menambah riasan para badut supaya semakin menarik. Penambahan itu ialah, adanya riasan hidung merah, warna putih di sekitar mata & hidung, lalu baju & sepatu kebesaran. So, Pak Belling ini Guys, si pencetus hidung merah tomat pada badut. Kuy sungkeman dulu.
Awal zaman ke-20, muncul lagi tabiat badut baru. Karakter badut petani & orang desa yg terkenal saat itu, digantikan oleh tabiat Hobo (sebutan untuk gelandangan Amerika, yaitu orang yg bekerja serabutan & berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk bekerja). Yup, tabiat ini berkembang di Amerika, Amerika Utara tepatnya. Karakter Hobo yg paling terkenal ialah Charlie Chaplin's the TrampTramp (1914).
Masih di Amerika, tahun 1960-an mulai berkembang badut ulang tahun untuk menghibur anak-anak. Badut ulang tahun ini diadaptasi dari tabiat Bozo yg sangat terkenal. Sedangkan Bozo sendiri adalah turunan Aguste si Badut Merah. Bedanya, Bozo muncul dengan warna putih & lebih ramah pada anak-anak. Ya, karena sebelumnya, tabiat Aguste cukup menakutkan anak-anak. Dari tabiat Bozo ini jugalah, McDonald's yg terkenal terinspirasi untuk mengeluarkan maskot badut mereka, Ronald McDonald.
***
Di atas ada perguliran dunia perbadutan. Nah, sekarang gue mau jabarin dikit, para tokoh yg berpengaruh dalam perkembangan badut di dunia.
1. Joseph Grimaldi
Foto: pinterest
Di atas udah disebutin ye, kalau Grimaldi adalah pelopor riasan putih di paras badut. Sekarang ane jelasin sedikit tentang Pak Grimaldi ini. Beliau lahir pada 18 Desember 1778 Westminster, London. Ia sudah debut di pentas teater sejak kecil, tepatnya di Drury Lane tahun 1780. Ia jadi tokoh penghibur ternama di era Regency. Semakin terkenal di tahun 1800 setelah mengembangkan tabiat badut di The Harlequinade. Karakter badut & pantomim ini membawanya jadi "Bapak Pantomim Modern". Akhir hidup Grimaldi cukup mengenaskan. Ia sakit, cacat, jatuh miskin setelah ditipu oleh rekan kerjanya, bersitegang dengan sang anak, istrinya meninggal dunia, & itu menciptakan Grimaldi depresi lalu berubah jadi pecandu. Kemudian ia meninggal di rumahnya di Islington, pada 31 Mei 1837.
***
2. Emmet Kelly
Kelly berperan sebagai tabiat Weary Willey, badut sirkus terkenal di Amerika. Perannya sebagai Hobo yg menyedihkan tetapi jenaka menciptakannya banyak digemari penonton. Namun, hal yg paling menyentuh dari Kelly ialah, ketika ia terlibat dalam kebakaran akbar di sirkus Hartford pada 6 Juli 1944. Kelly yg akan tampil di hadapan 6000 penonton hari itu, malah dikejutkan dengan api yg melahap tenda sirkusnya. Kekacauan pun terjadi. Kelly yg sudah mengenakan kostum badut pun tak tinggal diam. Ia menolong mengevakuasi para wanita & anak-anak. Lalu memadamkan api dengan menyiram air memakai ember. Ralph Emerson, salah satu penonton sirkus di hari itu, memotret aksi Kelly. Di mana foto tersebut jadi legendaris hingga hari ini. Disebutkan juga, kalau Kelly menangis sembari memadamkan api. Ia juga trauma dengan api sejak hari itu. Oh iya, tragedi kebakaran itu, setidaknya menewaskan 160 jiwa.
***
3. The Tramp
Merupakan tokoh badut Hobo yg diperankan oleh Charlie Chaplin pada 1915. The Tramp jadi film bisu perdana yg dibintangi, ditulis, & disutradarai oleh Chaplin. Film itu pun laris & legendaris hingga sekarang. The Tramp sendiri digambarkan sebagai tabiat gelandangan yg kikuk, konyol, & baik hati. Karakter ini mengenakan atribut celana baggy yg besar, mantel ketat, topi bowler, sepatu besar, & sering memegang tongkat kecil yg fleksibel. Ini menyiratkan kalau tokoh Charlie adalah gelandangan yg kekurangan. Ia memakai pakaian bekas yg tidak pas dengan tubuhnya, yg menciptakannya berjalan agak aneh karena pakaiannya yg tidak nyaman dipakai. The Tramp pun jadi sangat terkenal. Tak cuma karena leluconnya, tetapi juga isu sosial yg diangkat saat itu, menyindir para pemimpin & pebisnis kaya yg sempat-sempatnya mengisi teka-teki di koran, sedangkan banyak rakyat kecil yg tertindas, tidak punya rumah & kelaparan.
***
4. Ronald McDonald
Ronald adalah maskot dari perusahaan fast food terkenal, McDonald's. Ronald debut di televisi perdana kali pada tahun 1963, dibawakan oleh Williard Scott, pemeran tabiat Bozo yg terkenal. Ronald sangat mempengaruhi perkembangan dunia perbadutan di era itu, khususnya di kalangan anak-anak. Sebelumnya rupa badut agak menakutkan bagi anak-anak. Namun, adanya tabiat Ronald menciptakan anak-anak mulai jatuh sayang dengan badut. Bahkan setelah debut di televisi, sebuah survei dilakukan untuk melihat seberapa tenarnya tokoh Ronald. Hasilnya, 96% dari seluruh anak-anak sekolah di AS, mengenali Ronald (stunning-stuff.com). Bahkan disebutkan pula, bahwa senyum Ronald McDonald sangat dikenali oleh anak-anak, kedua setelah senyum Santa Claus.
***
5. Mr. Bean
Siapa sih yg gak kenal sama Mr. Bean? Sosok jenaka ini adalah bentuk modern dari tabiat badut Hobo dari Amerika Utara. Mr. Bean adalah serial komedi asal Britania Raya yg sangat mendunia. Saking terkenalnya, banyak orang yg lebih kenal dengan Mr. Bean ketimbang dengan Rowan Atkinson, pemerannya. Mr. Bean pun digambarkan sebagai laki-laki lucu, lugu, & banyak akal yg sangat menarik perhatian. Ditambah dengan mini cooper kuning & teddy bear yg sering menemani kekonyolannya. Nah, Mr. Bean erat kaitannya dengan badut & pantomim, karena aksi komedinya adalah bentuk modern dari tabiat hobo & memainkan komedi bisu (hanya memainkan mimik paras & gestur tubuh) khas eksibisi badut.
***
Nah, gimana tuh Guys? Udah paham 'kan sama perkembangan badut? Sekarang, eksibisi badut agak jarang kita saksikan. Apalagi ditambah dengan stereotip masyarakat yg suka merendahkan profesi yg satu ini. Percayalah Guys. Menjadi badut itu gak gampang. Gue pernah ngerasain pas jadi badut maskot di acara 17-an. Udah kostumnya berat, panas, kita juga harus bergerak lincah supaya menghibur penonton. Mengcapek banget pokoknya!
SEKIAN
Thread by: serbaserbi.com
Sumber: 1, 2, 3, 4, 5.
THANKS FOR READING