onaners
IndoForum Beginner E
- No. Urut
- 6111
- Sejak
- 5 Sep 2006
- Pesan
- 433
- Nilai reaksi
- 16
- Poin
- 18
Teman saya ini (katakanlah namanya Wati, 27 tahun) bekerja pada suatu perusahaan konsultan yang tidak terlalu besar sebagai asisten dari salah seorang partner pada perusahaan konsultan tersebut (kita sebut saja namanya Andy).
Wati sangat mengagumi profil dan karakter Andy. Sebut saja semua hal yang baik, maka Andy memilikinya. Otak yang cemerlang, sikap yang profesional dan gentleman, penampilan yang selalu rapi dan nice looking serta usia baru 36 tahun (waktu itu).
Singkat cerita Wati mulai "naksir" Andy.
Ternyata Wati membiarkan perasaannya kepada Andy tumbuh tanpa halangan. Semakin hari ia semakin jatuh hati kepada Andy.
Andy bukannya tidak tahu akan hal itu tetapi sikapnya yang profesional di kantor yang tidak membiarkan hal-hal pribadi mencampuri urusan kantor membuat Wati semakin mengagumi pribadi Andy.
Suatu hari urusan kantor membuat mereka berdua harus pergi ke beberapa kota di Jawa Tengah. DL (dinas luar kota) nich ceritanya.
Untuk memudahkan mobilisasi, mereka naik pesawat ke Semarang dan menyewa mobil untuk melakukan perjalanan darat di sekitar Semarang, Magelang, Yogya dan Solo dalam rangka melakukan suatu survei khusus untuk kepentingan klien.
Entah bagaimana ceritanya mereka kemalaman dan menginap di sebuah hotel kecil.
Sebenarnya Andy ingin memesan 2 kamar tetapi karena hanya tersisa 1 kamar ia meminta pendapat Wati. Karena memang sudah sangat lelah Wati setuju untuk sekamar dengan Andy (sebenarnya Wati agak "sedikit senang" dengan kondisi darurat tersebut).
Andy membuka jendela kamar.
Masalah lainnya kamar tersebut hanya memiliki 1 ranjang berukuran tanggung dan tidak memiliki kursi panjang. Tidak mungkin bagi Wati untuk meminta Andy tidur di lantai. Jadilah akhirnya mereka tidur seranjang setelah Andy berjanji bahwa ia tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak.
Sebenarnya Wati tidak bisa tidur karena seranjang dengan Andy. Sebagai seorang wanita jantungnya berdebar sangat kencang karena tidur serajang dengan pria sopan yang sangat dikaguminya.
Kaki mereka beberapa kali saling bersentuhan karena ranjangnya memang pas-pasan.
Setelah setengah jam, angin malam yang masuk lewat jendela membuat Wati merasa kedinginan sehingga ia memberanikan diri bertanya kepada Andy:
"Mas Andy, aku kedinginan nih. Boleh nggak minta tolong jendelanya ditutup saja?" Andy tidak langsung menjawab dan Wati berpikir Andy sudah tertidur sehingga ia berkata lagi: "Mas Andy..."
Kali ini Andy langsung menjawab: " wat.. kamu tahu setiap kali aku tidur aku selalu membuka jendela kamarku "
wati: "jadi kamu suka dingin ya ?"
andy: "ya , biasanya istriku mengeluh kedinginan , seperti kamu !"
wati: " lalu?" tanya wati penasaran
andy: "seprti biasa, di meminta di tutup jendelanya! seperti kamu sekarng ini"
wati: " lalu?" tanya wati semakin penasaran
andy: " seperti biasa , dia merapatkan tubuhnya ke tubuhku , seperti kamu !"
wati: " lalu..lalu?" tanya wati semakin berdebar debar
andy: "seprti biasa, aku pun berbisik dengan lembut di telinganya , seperti sekarang ini "
wati: "apa kamu 'mengajaknya'??"
andy: "seperti biasa, aku berkata..........tutup sendiri ya sayang !!"
Wati sangat mengagumi profil dan karakter Andy. Sebut saja semua hal yang baik, maka Andy memilikinya. Otak yang cemerlang, sikap yang profesional dan gentleman, penampilan yang selalu rapi dan nice looking serta usia baru 36 tahun (waktu itu).
Singkat cerita Wati mulai "naksir" Andy.
Ternyata Wati membiarkan perasaannya kepada Andy tumbuh tanpa halangan. Semakin hari ia semakin jatuh hati kepada Andy.
Andy bukannya tidak tahu akan hal itu tetapi sikapnya yang profesional di kantor yang tidak membiarkan hal-hal pribadi mencampuri urusan kantor membuat Wati semakin mengagumi pribadi Andy.
Suatu hari urusan kantor membuat mereka berdua harus pergi ke beberapa kota di Jawa Tengah. DL (dinas luar kota) nich ceritanya.
Untuk memudahkan mobilisasi, mereka naik pesawat ke Semarang dan menyewa mobil untuk melakukan perjalanan darat di sekitar Semarang, Magelang, Yogya dan Solo dalam rangka melakukan suatu survei khusus untuk kepentingan klien.
Entah bagaimana ceritanya mereka kemalaman dan menginap di sebuah hotel kecil.
Sebenarnya Andy ingin memesan 2 kamar tetapi karena hanya tersisa 1 kamar ia meminta pendapat Wati. Karena memang sudah sangat lelah Wati setuju untuk sekamar dengan Andy (sebenarnya Wati agak "sedikit senang" dengan kondisi darurat tersebut).
Andy membuka jendela kamar.
Masalah lainnya kamar tersebut hanya memiliki 1 ranjang berukuran tanggung dan tidak memiliki kursi panjang. Tidak mungkin bagi Wati untuk meminta Andy tidur di lantai. Jadilah akhirnya mereka tidur seranjang setelah Andy berjanji bahwa ia tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak.
Sebenarnya Wati tidak bisa tidur karena seranjang dengan Andy. Sebagai seorang wanita jantungnya berdebar sangat kencang karena tidur serajang dengan pria sopan yang sangat dikaguminya.
Kaki mereka beberapa kali saling bersentuhan karena ranjangnya memang pas-pasan.
Setelah setengah jam, angin malam yang masuk lewat jendela membuat Wati merasa kedinginan sehingga ia memberanikan diri bertanya kepada Andy:
"Mas Andy, aku kedinginan nih. Boleh nggak minta tolong jendelanya ditutup saja?" Andy tidak langsung menjawab dan Wati berpikir Andy sudah tertidur sehingga ia berkata lagi: "Mas Andy..."
Kali ini Andy langsung menjawab: " wat.. kamu tahu setiap kali aku tidur aku selalu membuka jendela kamarku "
wati: "jadi kamu suka dingin ya ?"
andy: "ya , biasanya istriku mengeluh kedinginan , seperti kamu !"
wati: " lalu?" tanya wati penasaran
andy: "seprti biasa, di meminta di tutup jendelanya! seperti kamu sekarng ini"
wati: " lalu?" tanya wati semakin penasaran
andy: " seperti biasa , dia merapatkan tubuhnya ke tubuhku , seperti kamu !"
wati: " lalu..lalu?" tanya wati semakin berdebar debar
andy: "seprti biasa, aku pun berbisik dengan lembut di telinganya , seperti sekarang ini "
wati: "apa kamu 'mengajaknya'??"
andy: "seperti biasa, aku berkata..........tutup sendiri ya sayang !!"