Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Dulu, mungkin cuma pehobi sepeda kelas atas yg cuma tahu sepeda asal Inggris ini. Namun setelah skandal penyelendupan Harley sekaligus sepeda melalui pesawat yg dilakukan oleh mantan Dirut Garuda Indonesia Ari Askara, seluruh negeri sepertinya fasih menyebut mengatakan Brompton
Quote:
Brompton, sepeda mehong itu ya?
Brompton, yg diselundupkan oleh Dirut Garuda yg kena skandal juga?
Brompton, sepeda idaman yg cuma dapat dimiliki dalam mimpi
Brompton, sepeda yg menciptakan jiwa misqueen-ku bergejolak
Daripada beli Brompton, mending beli beli beras berton-ton
Brompton, Brompton, Brompton, Brompton
Ane cukup yakin, nggak banyak yg mau & sanggup beli Brompton karena bakal menelan ludah setelah mendengar harganya. Kecuali Gan-Sist yg emang sudah selesai urusan perut.
Brompton, secara lebih luas memang jadi bagian dari lifestyle gowes yg meningkat akhir-akhir ini di kala pandemi di Indonesia. Penyebabnya, menurut berita yg diturunkan CNBC, karena masyarakat khawatir naik transportasi umum. Belum lagi ojol yg masih terbatas beroperasi, menciptakan banyak warga beralih mengayuh sepeda untuk kemudahan transportasi.
Namun masyarakat yg mana? Mana ada yg sanggup beli Brompton naiknya transjakarta atau ojol apalagi angkot. Bentar. Sabar dulu! Tinggal ambil kesimpulan aja, bahwa pandemi Corona itu ternyata nggak ngaruh menurunkan kesejahteraan orang-orang berduit. Bener nggak?
Kembali ke pertanyaan sebelumnya, kok dapat Brompton ini mahal?
Artikel dari Historia.idcukup menarik diangkat untuk menjelaskan fenomena ini.
Sejak perdana kali diperkenalkan tahun 1970-an, Andrew Ritchie, Brompton bertujuan untuk melayani para pekerja di London yg pulang-pergi ke kantor mengpakai transportasi umum. Ia berpikir bahwa dibutuhkan sesuatu yg praktis, yg dapat dilipat, & dibawa ke dalam kereta & apartemen.
Maklum, London terkenal sebagai kota yg mahal. Untuk naik taksi ke stasiun atau bandara juga ke kantor itu mahal harganya. Dari momen inilah otak kreatif Andrew bekerja & berpikir untuk menciptakan sepeda yg dapat dilipat atau dimasukkan ke dalam koper.
Maka lahir Brompton, yg ia ambil inspirasinya dari nama gereja Brompton Oratory di seberang apartemennya.
Saya sudah menciptakan karpet ajaib yg dapat anda simpan di saku. Hal lama yg diimpikan oleh banyak orang, ujarnya dalam wawancara dengan Kate Abbot, jurnalis guardian.comyang dikutip oleh Historia.id
Spoiler for Gereja Brompton, London:
Terkait kenapa harga Brompton begitu mahal, Andrew menjelaskan pada media yg sama.
Rancangan Brompton tak banyak berubah dari tahun ke tahun. Matematika dasar, geometri, & tekniknya sudah begitu sempurna. Dengan begitu, orang tak akan melihat banyak disparitas pada Brompton lama & baru. Tetapi kualitas bagian sepeda itu terus meningkat. Untuk semua upaya keras & fokusnya pada kualitas
Sebuah pendapat dari Co-Founder Good Ride Bike Cafe, Adhi Pratama kepada Kumparandapat memberikan petunjuk. Menurutnya, "Yang buat harganya mahal karena hand made. Materialnya juga bagus. Karena kebutuhan (permintaan) naik banyak. Dan Brompton fashion bike. Enggak liat harga, langsung sikat aja. Paling banyak dicari oranye & hitam"
Oh jadi handmade, bukan buatan pabrik. Gokil sih ini memang. Selain menawarkan kepraktisan, desain yg keren, elegan, & mewah. Wajar sih kalau mahal kalau begitu. Anak tetapi ternyata, di Inggris sana, harga Brompton tidak semahal di Indonesia.
Berdasarkan lansiran Kontan, rata-rata harga Brompton di Inggris dijual 1.570 atau setara sekitar Rp 29 juta. Harganya bakal terkerek naik saat masuk ke Indonesia dua kali lipat karena kena pajak & margin penjual yg cari untung.
Oh begitu, pantas dulu diselundupkan, ya. Biar nggak kena pajak bea & cukai kali ya, hehe.
Sejatinya, Brompton bukan sepeda termahal. Banyak merek-merek yg lebih mahal. Selain itu, Brompton juga bervariasi, dari yg paling murah ada seharga 13 jutaan, hingga yg paling WOW, 100 juta. Seratus juta untuk sepeda! Hmmmmmmm, gimana Gan-Sist?
Sumber ImageCover,Design Brompton,Gereja,Andrew Ricthie
Hari ini 01:23