yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
"Perbaikan infrastruktur jalan dipastikan akan tetap dilakukan setiap tahun. Butuh dan triliunan rupiah untuk menyelesaikan perbaikan jalan yang rusak di Kabupaten Kudus," katanya, Selasa (18/8/2015).
danang sebesar itu dialokasikan untuk biaya perbaikan jalan beserta sarana penunjang lainnya. Menurutnya, besaran danang memang banyak tetapi kebutuhan perbaikan jalan juga sangat besar.
Sedangkan kemampuan Pemkab Kudus untuk membiayai perbaikan jalan tidak mencapai digit tersebut. Anggaran yang ada hanya mencapai Rp 80 miliar- Rp 90 miliar termasuk untuk perbaikan jembatan.
Diakuinya, Pemkab Kudus tidak akan dapat menyediakan danang sebesar itu. Oleh karena itu, hal yang dilakukan saat ini yakni dengan menentukan skala prioritas jalan mana saja yang akan diperbaiki.
Menurutnya, dalam satu tahun anggaran pasti terjadi kerusakan jalan. Lantaran, infrastruktur tersebut digunakan tiap harinya. Selain itu, beban tonase yang ditanggung teramat besar. Apalagi jika jalan tersebut tiap harinya dilewati kendaraan bertonase besar. Misalnya di ruas jalan lingkar utara.
"Faktor alam terhadap kerusakan jalan juga harus dipertimbangkan. Misalnya, banjir dan hal lainnya," imbuhnya. Untuk meminimalisir kerusakan tiap tahunnya dan menghemat biaya perbaikan pihaknya juga membeton sejumlah ruas jalan yang dikira mengalami kerusakan parah tiap tahun.
Perbaikan kerusakan jalan di Kudus diharapkan dapat dituntaskan pada 2018. Sedangkan tahun ini, pembenahan sarana pendukung diupayakan dapat diselesaikan sepanjang sekitar 200 kilometer.
Ratusan kilometer jalan tersebut diperbaiki dengan menggunakan mekanisme pembenahan rutin dan proyek publik. Perbaikan secara menyeluruh pada semua jalan kabupaten yang sepanjang 621,180 kilometer.
Hingga akhir Desember 2014 di Kabupaten Kudus masih terdapat 70,970 kilometer jalan yang rusak berat. Jumlah akses penghubung yang rusak itu berkurang dibandingkan periode 2013 (102,840 kilometer) dan 2012 (94,429 kilometer). "Kalau untuk sumber danang, kami mengupayakan dari APBD Kudus, provinsi dan pusat," jelasnya.