• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Senyum Indah Terbentuk Sejak Lahir

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. L999
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

L999

IndoForum Junior E
No. Urut
44983
Sejak
31 Mei 2008
Pesan
1.587
Nilai reaksi
38
Poin
48
SAN FRANSISCO - Sebuah senyum dapat menggambarkan ekspresi seseorang. Namun tahukah anda, keindahan senyum merupakan bakat yang terbentuk dari lahir.

Bermacam-macam senyum. Mulai dari senyum yang dipaksakan, senyum simpul, hingga senyum lebar. Sebuah penelitian menemukan, keindahan sebuah senyum sangat terkait sekali dengan gen yang dimiliki oleh seseorang. Hal ini dibuktikan melalui penelitian yang melibatkan 4800 buah foto dua orang atlet judo, yang salah satunya menderita kebutaan.

Para peneliti melihat, kedua orang tersebut memiliki ekspresi yang sama untuk menunjukkan emosi yang mereka alami, yaitu sama-sama berusaha untuk menunjukkan emosi sesuai dengan keadaan sosial.

Contohnya, saat keduanya mengikuti kejuaraan paralympic untuk memperebutkan medali emas. Sayangnya, keduanya tidak berhasil untuk mendapatkan emas. Sang atlet buta berhasil mendapatkan medali perak sedangkan yang satunya lagi, atlet dengan penglihatan normal, tidak mendapatkan juara sama sekali.

Kedua atlet tersebut sama-sama menunjukkan 'senyum sosial'. Senyum dengan kategori ini dapat dibentuk dengan hanya menggerakkan otot mulut tanpa bantuan otot lainnya. Sedangkan senyum yang sebenarnya, yang dikenal dengan nama Duchenne Smile, tidak hanya menggerakkan otot mulut tapi juga menyebabkan kedua mata berkedip sehingga mengakibatkan kedua tulang pipi terangkat.

"Mereka yang kalah pertandingan, kebanyakan hanya mengangkat bibir bawah mereka untuk mengendalikan emosi mimik wajah mereka. Kebanyakan dari mereka hanya membentuk senyum sosial," ujar psikolog dari Universitas San Fransisco David Matsumoto, seperti dikutip melalui Live Science, Selasa (30/12/2008).

Bahkan, saat mereka merasakan sedih dan kesal, kedua wajah mereka menghasilkan mimik muka yang sama, yaitu bibir mereka tidak berubah gerak, hanya saja alis mata mereka menjadi sedikit naik.

Hasilnya, para peneliti menyatakan bahwa dengan demikian sebuah senyum tidak selalu harus dipelajari, melainkan berasal dari gen masing-masing orang.

"Atlet yang mengalami kebutaan dari lahir tersebut tidak pernah memiliki kesempatan untuk melihat apalagi menirukan sebuah senyum yang harusnya tertata di wajah manusia, bahkan ia pun tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol seharusnya emosi ditunjukkan. Artinya, sudah dipastikan bahwa emosi kita dan sistem di dalamnya yang mampu mengatur ini semua. Lebih tepatnya, sebuah emosi sudah dibawa oleh para manusia sejak lahir," ujar Matsumoto.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.