yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Kepala Satpol PP Effendi Anas mengungkapkan, kini pihaknya tidak lagi menggunakan senjata seperti pentungan ketika melakukan penggusuran.
"Kali ini kami menggunakan langkah edukatif dan persuasif. Dengan mengedepankan Seni 'Tidak Benar'," ujar Effendi Anas saat ditemui di Balai Agung, Kompleks Balai Kota, Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Effendi menjelaskan, langkah-langkah edukatif dan persuasif tersebut tentunya dilakukan dengan melakukan dialog secara berkala di lokasi yang sekiranya akan ditertibkan.
"Kegiatan yang mengarah pada penertiban yakni proses sosialisasi program. Itu dilaksanakan oleh Pemda sesuai levelnya (kelurahan, kecamatan)," kata Effendi.
Namun, lanjut Effendi, proses sosialisasi program itu juga tentunya dilakukan ketika sudah ada peringatan untuk lokasi yang akan ditertibkan.
Effendi menjelaskan, prosedur tersebut yakni pada peringatan pertama dengan menyatakan kesalahan bahwa tempat tersebut tidak boleh ditempati atau dijadikan lahan untuk berdagang dengan batasan waktu 7x24 jam.
Setelah dilakukan pada peringatan kedua dan masih tidak ada perhatian, maka peringatan kedua ditingkatkan menjadi 3x24 jam sampai pada ketiga kalinya, 1x24 jam.
"Nah disaat pemberian peringatan itu ada upaya yaitu negosiasi dengan mengadakan pertemuan bersama pihak yang akan ditertibkan bagaimana jalan keluarnya," ucap Effendi.
Namun, Effendi mengungkapkan hal itu tidak mungkin berjalan dengan mudah. Untuk itu perlu kesepahaman keduabelah pihak dengan cara mengintensifkan dialog.
"Ini tidak mudah. Harapan kami menyatukan pemahaman kepada mereka yang kami ajak negosiasi," ucap Effendi.