yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Pangdam Jaya Mayjen TNI Waris
Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Waris semalam akhirnya mengakui bahwa ada empat orang anggota TNI yang ditangkap karena diduga terlibat dalam serangkaian aksi geng motor di Jakarta.
Pangdam Jaya mengaku sempat dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Cikeas, khusus membicarakan aksi geng motor yang mulai mengkhawatirkan. Dari situ terungkap, ada petinggi TNI yang lebih senior dari Pangdam Jaya di belakang aksi ini.
"Saya dan Kapolda dipanggil Presiden ke Cikeas. Di sana, saya bilang ke Presiden mohon maaf saya belum mampu memenuhi keinginan senior saya yang ekstrem," ujar Pangdam Jaya, Mayor Jenderal TNI Waris di Hotel Sahid semalam.
Mendengar hal itu, kata Waris, Presiden pun bertanya siapa senior ekstrem yang dimaksud dalam perbincangannya itu. Waris menjelaskan dengan lantang jika senior 'A' merupakan atasan yang ketika itu memimpin dan mendukung peristiwa itu.
Waris mengaku, dia merupakan kepanjangan tangan dari Panglima TNI bertanggung jawab penuh menjaga keamanan di wilayahnya. Oleh karena itu, dia sudah berbicara ke semua angkatan TNI agar tidak berbuat onar dan menggangu keamanan Jakarta.
"Sudah saya sampaikan ke angkatannya untuk tidak coba-coba mengacau terkait geng motor, jika ada pemimpin yang mendukung penyerangan geng motor itu. Maka tidak pantas bila disebut senior," tegas Waris.
Pernyataan itu sudah dipikirkan matang-matang oleh dirinya, sebab dia mengaku siap dipecat dari Jabatannya. Kata Waris, pemimpin harus memiliki sikap tegas kepada seluruh anggotanya. "Kalau saya dipecat, juga tetap bisa hidup. Saya orang Dharma Wulan, saya orang desa, biasa hidup susah," kata Waris.
Polisi Militer telah menangkap 4 orang anggota TNI dari satuan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 6 Tanjung Priok karena terbukti terlibat aksi brutal pada tanggal 13 April 2012.
Dikatakan Waris, empat anggota TNI itu, hanya ikut-ikutan provokasi. Dia mengaku sudah melakukan koordinasi internal, semua anggota TNI terlibat aksi pengeroyokan itu juga sudah dilaporkan ke komandan atasannya.
Waris yang berperan sebagai komandan Garnisun memiliki kewenangan mengatur ketertiban dan keamanan Jakarta Raya. "Sanksinya yakni sanksi administrasi, berupa penundaan kenaikan pangkat," jelas Waris.