• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Seni dalam Mengumpat

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Seni dalam Mengumpat


Cangkeman.net -Mengumpat rasanya udah jadi hal yg lumrah di masyarakat +62 ini. Gak memandang dari kalangan atas atau bawah, golongan muda, tua sampe anak-anak, kita semua punya bahasa tersendiri dalam mengungkapkan sebuah umpatan.

Biasanya, umpatan identik dengan ucapan yg keluar saat seseorang kesal. Iya, umpatan seolah menandakan bahwa seseorang sedang marah & meluapkannya dalam bentuk perkataan kasar. Akibat umpatan-umpatan inilah, gak jarang orang yg dijadikan objeknya tersinggung & sakit hati.

Namun, siapa sangka kalo umpatan nyatanya adalah bagian dari bahasa kehidupan? Di mana gak harus menunggu amarah memuncak, dalam keadaaan emosi apa pun, umpatan jadi mengatakan yg berlalu-lalang & jadi bagian tradisi di lingkungan kita.

Bahkan untuk beberapa orang, rasanya gatel kalo sehari aja gak berkata kasar. Karena jauuhh ... di dalamnya, rupanya mengumpat gak sering berarti buruk. Orang-orang tertentu dapat mengubah mengatakan umpatan jadi seni dalam bersosial.

Asu, anjing, sialan, baik, babi, goblok, ada lagi? Semua kata-kata itu memiliki makna tersirat yg menunjukkan adanya keterikatan suatu hubungan. Manakala tanpa disadari, seseorang gak berani mengpakai mengatakan kasar sewaktu di awal pertemuan. Atau minimal, kita gak akan mungkin manggil seseorang yg baru diketahui dengan sebutan 'asu'.

Jangankan baru kenal, orang yg bertahun-tahun bareng pun, belum tentu dapet sapaan 'babi' kalo kita gak berkenan. Loh-loh, terus apa dipanggil begitu jadi suatu kebanggaan? Ya nggak juga. Semua balik lagi dari bagaimana anda menyikapinya.

Karena gak melulu sesama teman, mengatakan umpatan juga dapat jadi bahasa akrab di antara orang tua & anak, antarpasangan, hingga kakak-beradik. Barangkali ini jadi alasan kenapa kalimat umpatan diciptakan, sebagai bukti diri kedekatan yg gak kasatmata.

Saya sendiri udah gak aneh nemuin temen cewek yg kalem aja tiap dipanggil 'lonte'. Gak peduli apa mengatakan emak bapaknya, orang-orang yg bersahabat dengan prinsip ini pun mengpakai panggilan tersebut sebagai bahasa keseharian yg menunjukkan hubungan dekat.

Gak dapat dipungkiri kalo hubungan yg semakin erat, kian melonggarkan batas satu sama lain. Gak ada aturan buat berbahasa, apalagi menyangkut kesopanan, sekali pun orang itu jelas-jelas sosok yg semestinya dihormati.

Sepasang suami istri juga banyak yg menyelipkan kata-kata umpatan sebagai ragam percakapan. Atau orang tua yg ngobrol santai bareng anaknya diikuti bumbu-bumbu mengatakan serapah yg pas. Membuat cara komunikasi mereka jadi hiburan tersendiri bagi orang seperti saya.

Tentunya, cuma beberapa orang yg dapat dengan leluasa & gak mempermasalahkan cara berkomunikasi seperti itu. Ini cuma salah satu cerminan dari kedekatan seseorang yg dilihat dari gaya bahasanya. Jadi, anda termasuk gak?


Tulisan ini ditulis oleh Thiara diCangkemanpada tanggal 12 Juli 2022 Hari ini 21:29
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.