Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Ditulis di Warung Ngopitalis
Menjelang Agustus, angin sedang kencang-kencangnya. Dan inilah waktu istimewa bagi pesayang layangan dalam menyalurkan hobinya. Kesempatan seperti ini sudah jadi kebiasaan & musim bagi pemain layangan menunjukkan aksinya.
Ada berbagai macam permainan & istilah dalam dunia layangan, tergantung pada daerah tempat layangan dimainkan. Tapi, secara biasa ada kesamaan permainan. Misalnya, adu kekuatan senar saat layangan berduel di udara, & lomba keunikan layangan.
Perlu diketahui, penghobi layangan ini bukan cuma dari kalangan usia remaja saja, bahkan tak sedikit usia dewasa yg masih gandrung dengan layangan. Mungkin yg jadi pembedanya, pemain senior jarang sekali berkumpul dengan junior. Ketika dilapangan, segmen antara senior & junior beda. Pemain senior berjumpa dengan lawan yg sama-sama senior, begitupun yg junior.
Ditempat kami, permainan adu layangan adalah permainan paling populer & sering ramai. Kenapa begitu? Sebab, para pemain ini menciptakan kelompok kecil sebagai grup. Kelompok kecil ini biasanya beranggotakan 5 - 10 orang. Di lapangan, pertarungan yg terjadi adalah antar grup. Masing-masing grup punya ciri khas layangan tersendiri, bahkan dengan kostum yg tidak sama. Dan tak lupa, ada bagian kecil lain yg juga masuk dalam bagian permainan layangan. Yaitu, kelompok pemburu layangan yg putus.
Dalam hal menentukan letak lapangan, pemain senior jauh lebih bijak. Hal ini atas pertimbangan kenyamanan & supaya tidak mengganggu kepentingan umum. Namun, ada saja pemain yg seenaknya saja, & menganggap bahwa aktifitasnya tidak mengganggu orang lain. Padahal, ada beberapa kejadian fatal dari permainan layangan yg mengancam nyawa. Berikut beberapa kasus yg kerap terjadi saat bermain layangan.
1. Leher Pemotor Terluka Akibat Senar
Kasus seperti ini berulang kali terjadi. Padahal korbannya tak sedikit yg hampir kehilangan nyawa. Sementara, senar yg dipakai oleh pemain layangan sudah dilapisi atau digelasi, istilahnya. Jadi, senar akan jadi tajam & kuat. Bisa dibayangkan ketika senar melintang ditengah jalan, & di saat bersamaan ada pemotor yg melintas. Lalu mengenai pemotor pada bagian kulit atau organ tubuh yg tidak terlapisi kain, akibatnya pasti fatal.
Bahkan ada beberapa korban yg hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit, karena mengalami luka yg cukup serius pada bagian leher. Juga ada yg mengenai lengan, meski sudah memakai baju lengan panjang. Kesimpulannya, senar sangat tajam & berbahaya.
2. Listrik Padam Akibat Senar
Dimusim layangan, masyarakat & PLN saling mengingatkan tentang pemadaman listrik secara mendadak yg diakibatkan oleh senar layangan. Seperti halnya pada kasus pertama, kekuatan senar serta ditambah dengan dorongan angin, lalu ketika layangan tersangkut pada kabel listrik, maka kemungkinannya kabel tersebut akan mengalami konslet. Sehingga terjadilah pemadaman otomatis yg mencakup area kabel tersebut. Dalam hal ini masyarakat & PLN yg dirugikan.
3. Pemburu Layangan Tertabrak
Pada bagian ini memang sedikit berbeda. Para pemburu layangan yg putus, biasanya digandrungi oleh anak-anak remaja. Dari saking semangatnya, pemburu ini berlomba-lomba untuk mendapatkan layangan yg putus. Bahkan hingga tak sadar bahwa sedang berada di jalan raya. Layaknya pemain motocros, mereka kerap trabas jalan raya. Pada kasus ini, tak sedikit pemburu yg alami kecelakaan dengan kendaraan hingga meregang nyawa.
Demikian kira-kira, beberapa fakta & kasus tentang hobi layangan ditempat kami. Semoga dilain tempat hal serupa tidak terjadi. Jangan hingga hobi layangan berubah jadi petaka. Semoga tulisan ini bermanfaat, salam kami; IFers Situbondo
Hari ini 14:40