• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Sempalan Meteorit Bernilai Jual Tinggi

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
g7Ivw.jpg

Washington (ANTARA/RIA Novosti-OANA) - Sempalan meteroit yang jatuh di Chelyabinsk, Rusia pada Jumat dapat menjadi temuan berharga bernilai jual tinggi, kata pakar antariksa Amerika Serikat.

"Serpihan kecil meteorit mungkin hanya memiliki nilai beberapa dolar, tapi jika dalam ukuran besar bisa berbanderol 100 ribu dolar AS atau bahkan lebih," kata Joseph Gutheinz, seorang pakar spesialis meteorit dan mantan agen khusus Badan Antariksa AS (NASA), Sabtu.

Pada Jumat, fragmen meteorit yang jatuh di Rusia melukai ratusan orang dan merusak ribuan bangunan.
"Saya berharap orang-orang berada di luar sana memiliki pendeteksi logam di seluruh tempat. Mungkin ada orang Moskow yang ikut berdatangan untuk mencari potongan meteorit," kata Gutheinz.
Dia menerangkan bahwa ukuran meteorit memang penting tapi harganya juga ditentukan oleh keanehan, asalnya dan dari apa terbuat.

"Paling umum dari jenis yang ada merupakan batu-besi. Susunannya terdiri dari mineral yang lazim ada di bumi. Sepotong kecil dari meteorit itu bisa dihargai sekitar 20 dolar," kata Chris Palma, seorang profesor dari Departemen Astronomi dan Astrofisik, Universitas Negeri Penn.

"Namun komposisi dari benda angkasa itu bisa menjelaskan asal muasal meteorit. Jadi apabila benda itu diketahui berasal dari Mars maka harganya akan melonjak tinggi," tambahnya.

Rekor penjualan yang pernah terjadi adalah meteorit dari batu bulan bernama Dar al Gani 1058 seberat 1,9 kilogram yang terjual seharga 330 ribu dolar dalam sebuah lelang di AS.
Benda angkasa itu ditemukan di Libya pada tahun 1998.

Kemudian meteorit yang ditemukan di Argentina seberat 161 kilogram terjual seharga 93 ribu dolar melalui situs jual beli "eBay" pada tahun 2006.

Meski memiliki berat yang lebih besar rupanya meteorit dari asteroid Mars-Jupiter itu terjual lebih murah.
Gutheinz menjelaskan bahwa siapa saja yang merasa menemukan meteorit dan ingin menjualnya harus mendapat sertifikasi dari ahli mengenai keasliannya.

"Situs `eBay` mungkin menjadi tempat yang baik untuk melakukan jual beli. Tapi jika anda ingin membawanya ke pelelangan dan mendapatkan sertifikasi maka anda harus bekerjasama dengan analis independen," kata dia.
Pada 1998, sebagai agen khusus NASA, Gutheinz bekerja menyamar untuk menangkap oknum penjual batu bulan palsu. Rupanya pekerjaan itu membawanya kepada seorang yang memiliki batu bulan asli bernilai 5 juta dolar AS.
 
Harga Pecahan Meteorit Rp 21 Juta Per Gram

LcBh8.jpg

Warga Rusia mulai berburu pecahan meteorit, Senin (18/2/2013). Sejumlah orang tampak mengais-ngais salju dan es di seantero kota untuk mendapatkan barang yang langka tersebut.

Pencarian pecahan meteorit semakin ramai justru setelah pengumuman yang disampaikan lembaga resmi di Rusia bahwa mereka telah menemukan serpihan-serpihan meteorit.

Seorang pemburu meteorit memperkirakan satu serpihan bisa bernilai 66.000 rubel atau sekitar Rp 21 juta per gram alias 40 kali harga emas.

"Harganya sulit dipastikan. Semakin langka meteorit yang ditemukan, semakin tinggi harganya," ujar Dmitry Kachkalin, anggota Kelompok Pecinta Meteorit Amatir Rusia.

Pecahan meteorit itu merupakan sisa meteor yang meledak di kota Chelyabinsk, Jumat (15/2/2013) pagi pukul 09.20 waktu setempat. Pecahan besar kemungkinan jatuh ke Danau Chebarkul dan meninggalkan lubang berdiameter 8 meter di permukaan danau yang sedang membeku.

Para ilmuwan dari Urals Federal University, Senin, menjadi lembaga pertama yang untuk pertama kalinya memastikan telah menemukan serpihan-serpihan meteorit. Mereka menemukan 53 serpihan berukuran kecil seperti kerikil berwarna hitam. Serpihan tersebut hanya berukuran 0,5 hingga 1 cm.

"Ini dikelompokkan sebagai chondrite biasa atau meteorit batu, dengan kandungan besi sekitar 10 persen," ujar Viktor Grokhovsky, salah satu ilmuwan.

Namun, timnya belum bisa memastikan asal meteorit tersebut. Sebelumnya, badan antariksa AS, NASA, memperkirakan meteor yang meledak di langit Rusia berdiameter 17 meter dengan massa 10.000 ton. Meteor melesat dengan kecepatan 30 kilometer per detik sebelum meledak di ketinggian 30-50 kilometer.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, ledakan meteor melukai sekitar 1.200 orang dan merusak 3.000 gedung. Gelombang panas saat meteor meledak tidak sampai ke permukaan, tetapi gelombang kejutnya sampai menghancurkan kaca seluas 200.000 meter persegi dan atap sebuah pabrik seng seluas 600 meter persegi.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.