yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Direktur Utama PT Trimegah Securities Tbk, Omar S. Anwar mengatakan berdasarkan riset perusahaannya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di semester pertama akan gonjang-ganjing. Ia bahkan tidak tahu pelemahan IHSG akan terjadi hingga level berapa.
Pada penutupan perdagangan Jumat 1 Juni 2012, IHSG ditutup melemah 33,06 poin (0,86 persen) ke level 3.799,766 dengan intraday tertinggi 3.841,042 dan terendah 3.781,919. Hal serupa terjadi pada indeks saham unggulan LQ-45 yang melemah 4,27 poin (0,66 persen) ke posisi 641,428.
“IHSG kembali ke level awal tahun. Triwulan ketiga pada Agustus-September 2012 diperkirakan akan naik lagi,” kata Omar kepada dihubungi VIVAnews, Minggu 3 Juni 2012.
Dia menyarankan bagi para pemegang saham, saat ini adalah kesempatan mereka untuk membeli saham yang terbilang murah. Omar juga menyarankan, kalau pun sudah memiliki saham yang berharga tinggi, maka harus melakukan rebalancing dan reverese stock.
“Saatnya mengumpulkan saham-saham LQ-45 karena di semester kedua nanti akan melejit naik harga saham-saham ini,” ujar dia.
Omar mengatakan, pelemahan saham kali ini dipengaruhi oleh sentimen negatif Eropa, terutama dari Yunani yang belum memutuskan apakah akan keluar dari Uni Eropa atau tidak.
Omar menerangkan, Yunani memang sebuah negara kecil dengan Gross Domestic Product (GDP) yang kecil, namun efek dominonya sangat menghawatirkan.
“Kalau Yunani keluar, apa Spanyol juga keluar? Lantas Italia juga keluar? Mereka juga kan kena krisis. Yang kuat hanya Jerman dan Perancis,” kata Omar.
Dia menilai, krisis di Eropa akan berlangsung lebih panjang sebab negara-negara zona Eropa mempunyai kebijakan politik yang berbeda-beda. Omar mangatakan hal itu berbeda dengan di Amerika Serikat yang ketika terjadi krisis, maka kebijakan akan keluar dari satu presiden saja.
“Tapi kalau di Eropa, meskipun mata uangnya satu, tapi tiap negara mempunyai kebijakan sendiri-sendiri,” ujar Omar.
Ia melanjutkan, di semester kedua nanti akan ada sentimen positif terhadap pasar modal Indonesia. Sentimen positif itu akan membawa pergerakan IHSG lebih baik. “Sentimen positif itu datang dari Indonesia sendiri – dari struktur dan defisit,” kata Omar.
“Dari pengalaman 2008 saat Lehman Brothers runtuh, kita bisa bangkit. Dari riset kami, IHSG akan berada di level 4.250 di akhir tahun ini,” kata dia.