• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Semester I, BCA Raup Laba Bersih Rp 8,5 Triliun

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
PT bunk Central Asia Tbk (BCA) meraup laba bersih sebesar Rp 8,5 triliun pada semester-I 2015 atau naik 8,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 7,9 triliun.

Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengakui bahwa pertumbuhan laba bersih semester-I 2015 tak terlalu signifikan. Tahun 2014, kata dia, pertumbuhan laba bersih BCA meningkat 24,2 persen dari tahun sebelumnya.

"Performa tahun ini hanya single digit, 8,8 persen. Dibandingkan tahun-tahun lalu, kami memang mengalami penurunan. Kami akui itu," ujar Jahja saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/7/2015).

Dia menjelaskan bahwa pelemahan pertumbuhan laba tersebut dipengaruhi banyak faktor, yaitu pelemahan ekonomi Indonesia, penurunan tingkat konsumsi, dan penurunan harga komoditas.

Adapun portofolio kredit pada semester-I 2015 meningkat 8 persen secara tahunan dari tahun lalu sebesar Rp 321,3 triliun menjadi Rp 347,1 triliun pada tahun ini. Kenaikan tersebut didorong oleh penyaluran kredit konsumen yang tumbuh 9,2 persen secara tahunan menjadi Rp 96,4 triliun.

Adapun Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) masing-masing naik 7,7 persen secara tahunan menjadi Rp 56,9 triliun dan naik 11,6 persen secara tahunan menjadi Rp 30,5 triliun.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) terjaga pada level yang rendah, yakni 0,7 persen, dengan rasio cadangan kerugian kredit sebesar 292,7 persen.

Rasio kredit terhadap danang ketiga atau loan to deposit ratio (LDR) berada pada level 75,7 persen. Sementara itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) tercatat 19 persen pada akhir Juni 2015.

Dari sisi pendanaan, danang pihak ketiga tumbuh 8 persen secara tahunan menjadi Rp 456 triliun pada Juni 2015. danang giro dan tabungan current account savings account (CASA) naik Rp 20,7 triliun atau naik 6,4 persen secara tahunan menjadi Rp 345,9 triliun. danang tersebut setara dengan 76 persen dari total danang pihak ketiga.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.