roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Jumat, 14 November 2008 | 17:18 WIB
MAGELANG, JUMAT - Sebanyak sembilan siswa SD Pogalan I, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, keracunan usai menyantap bubur berlauk tempe dan tahu yang dijual penjaja makanan di sekolahnya, Jumat (14/11). Sementara ini, gejala keracunan diduga disebabkan karena makanan yang tercermar oleh bakteri atau basi.
Awalnya, Kepala Puskesmas Pakis, Syamsul Arif mengatakan, jumlah murid yang datang ke puskesmas berjumlah 27 orang. Keseluruhan siswa tersebut mengaku mengalami gejala-gejala mual, muntah, sakit perut, dan pusing setelah menyantap bubur yang dijual di sekolah, usai pelajaran olahraga.
"Namun, dari hasil observasi dan pemeriksaan yang kami lakukan, jumlah siswa yang menderita keracunan hanya sembilan orang. Sebanyak 18 anak lainnya mengaku mengalami gejala yang sama karena mereka stres dan panik melihat teman-temannya keracunan," ujarnya, Jumat.
Karena tidak ada yang menunjukkan perkembangan kondisi yang cukup serius, maka sembilan pasien tersebut cukup ditangani puskesmas dan tidak dirujuk ke rumah sakit. Setelah dirawat selama empat jam, sembilan siswa itu pun diizinkan pulang untuk menjalani rawat jalan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Hendarto mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengambil sampel sisa makanan dan muntahan untuk selanjutnya diuji di laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang.
"Namun, jika ada kandungan zat-zat kimia berat, maka sampel makanan selanjutnya akan diuji di Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Semarang," terangnya.
Dugaan sementara, penyebab keracunan tersebut berasal dari makanan yang tercemar bakteri atau basi. Namun, hal itu pun belum bisa dipastikan sebelum pengujian laboratorium selesai dilakukan.
"Gejala-gejala mual, dan muntah ini bisa saja terjadi karena penyebab lain di luar makanan seperti faktor psikis," terangnya.
Keracunan yang terjadi kali ini, menurut Hendarto, termasuk kategori ringan. Sebab, keracunan yang disebabkan oleh cemaran bakteri dalam jumlah banyak, biasanya akan menimbulkan gejala cukup parah seperti diare dan dehidrasi.
MAGELANG, JUMAT - Sebanyak sembilan siswa SD Pogalan I, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, keracunan usai menyantap bubur berlauk tempe dan tahu yang dijual penjaja makanan di sekolahnya, Jumat (14/11). Sementara ini, gejala keracunan diduga disebabkan karena makanan yang tercermar oleh bakteri atau basi.
Awalnya, Kepala Puskesmas Pakis, Syamsul Arif mengatakan, jumlah murid yang datang ke puskesmas berjumlah 27 orang. Keseluruhan siswa tersebut mengaku mengalami gejala-gejala mual, muntah, sakit perut, dan pusing setelah menyantap bubur yang dijual di sekolah, usai pelajaran olahraga.
"Namun, dari hasil observasi dan pemeriksaan yang kami lakukan, jumlah siswa yang menderita keracunan hanya sembilan orang. Sebanyak 18 anak lainnya mengaku mengalami gejala yang sama karena mereka stres dan panik melihat teman-temannya keracunan," ujarnya, Jumat.
Karena tidak ada yang menunjukkan perkembangan kondisi yang cukup serius, maka sembilan pasien tersebut cukup ditangani puskesmas dan tidak dirujuk ke rumah sakit. Setelah dirawat selama empat jam, sembilan siswa itu pun diizinkan pulang untuk menjalani rawat jalan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Hendarto mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengambil sampel sisa makanan dan muntahan untuk selanjutnya diuji di laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang.
"Namun, jika ada kandungan zat-zat kimia berat, maka sampel makanan selanjutnya akan diuji di Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Semarang," terangnya.
Dugaan sementara, penyebab keracunan tersebut berasal dari makanan yang tercemar bakteri atau basi. Namun, hal itu pun belum bisa dipastikan sebelum pengujian laboratorium selesai dilakukan.
"Gejala-gejala mual, dan muntah ini bisa saja terjadi karena penyebab lain di luar makanan seperti faktor psikis," terangnya.
Keracunan yang terjadi kali ini, menurut Hendarto, termasuk kategori ringan. Sebab, keracunan yang disebabkan oleh cemaran bakteri dalam jumlah banyak, biasanya akan menimbulkan gejala cukup parah seperti diare dan dehidrasi.