• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Selingkuh dan Cekikan Maut di Malang

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
SENIN, 9 JUNI 2008 | 09:14 WIB
MALANG -Gara-gara rumah tangganya tak harmonis, ibu muda yang tinggal di perumahan elite Pondok Blimbing Indah (PBI), AM (29), mengajukan gugat cerai kepada suaminya berinisial RA (33). Namun, gugatan cerai ini justru membuat RA makin emosi dan sering melakukan tindak kekerasan terhadap AM. Puncaknya Minggu (8/6), AM tak kuat lagi menahan kesabaran dan mengadukan RA ke Polresta Malang.

Informasi yang dihimpun Surya, RA dan AM yang sudah dikaruniai seorang anak perempuan berusia 4 tahun. Namun, ketika sang buah hati membutuhkan perhatian lebih karena mulai memasuki masa sekolah, pasutri ini justru dilanda masalah berkepanjangan. “Saat ini RA sedang menjalani sidang gugat cerai yang diajukan AM,” ujar sumber Surya yang ditemui di Mapolresta Malang, Minggu (8/6).

AM menggugat cerai karena dirinya sering menjadi sasaran tindak kekerasan RA. Sementara, RA beralasan dia tak bisa mengendalikan emosinya karena cemburu dan sering menuduh korban berselingkuh. Akhirnya, AM meminta cerai dari RA.

Meskipun gugatan cerai itu sudah memasuki masa persidangan, tetapi RA tetap bersikukuh tidak ingin bercerai dengan AM. Tidak adanya kesepahaman di antara keduanya justru membuat mereka sering terlibat pertengkaran.
Ini mencapai puncaknya ketika RA memarahi AM, Sabtu (7/6) pukul 20.00. Malam itu RA dengan emosi mencekik AM hingga korban sulit bernapas. Beruntung kejadian itu diketahui pembantu rumah tangga yang langsung melerai pertengkaran itu.

Korban yang ketakutan akhirnya mengadukan tindak kekerasan itu kepada keluarganya. Tak ingin kejadian serupa terulang, keluarga korban memutuskan membawa kasus itu ke polisi.

Kepalapolresta Malang, AKBP Drs Atang Heradi MH melalui Kepala Satreskrim AKP MP Sitanggang SIK membenarkan adanya pengakuan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari AM. Saat melapor, korban langsung dibawa ke IRD RSSA Malang untuk divisum. “Setelah divisum, korban dan beberapa saksi diperiksa untuk menjelaskan kronologi dari tindak kekerasan yang dilakukan pelaku,” kata Sitanggang.st26
 
pernikahan jika tidak dilandasi kepercayaan sulit dipertahankan


begh berat banget bahasa gw
 
wah cinta emank bisa membuat gelap mata juga ya
 
itulah yg namanya cinta MATI
 
^
Bukan.. Bukan cinta mati..

Lebih tepatnya mati karena cinta..
Bodoh kalau gitu.. /hmm
What a waste..
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.