yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
TEXAS - Kejadian penembakan yang terjadi di Connecticut, Amerika Serikat (AS) membuat sekolah mengambil langkah antisipasi cepat. Tetapi Negara Bagian Texas, justru mengambil langkah yang dinilai riskan yakni mengizinkan guru dan perangkat sekolah membawa senjata.
The Harrold Independent School District di Texas, meloloskan perubahan kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan keamanan dari siswa dan staf pengajarnya. Mereka mengizinkan guru dan stafl lainnya, untuk membawa pistol yang memiliki izin.
Sekolah negeri yang memiliki 110 siswa dari taman kanak-kanak hingga siswa kelas 12 tersebut, mengakui melakukan sempat mempertimbangkan pilihan lain untuk memperbaiki keamanan di sekolah. Mereka juga berdebat mengenai masalah tersebut sekira satu tahun sebelum keputusan itu diambil.
Keputusan untuk meloloskan kebijakan ini diambil pada 15 Desember lalu, atau satu hari setelah peristiwa penembakan di Sandy Hook yang telah menewaskan 26 jiwa termasuk 20 anak-anak.
Kebijakan dari sekolah itu sembpat berubah pada Oktober lalu, tetapi pada akhirnya akan diaktifkan pada bulan ini. Guru yang ingin membawa senjata diharuskan untuk memenuhi persyaratan keamanan yang sesuasi dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Negara Bagian Texas.
Selain itu, setiap guru juga harus mendapatkan izin dari pihak sekolah dan harus mengikuti pelatihan manajemen krisis dan situasi bahaya. Sebagai tambahan, tiap-tiap guru tersebut juga harus menggunakan amunisi khusus yang didesain untuk mengurangi resiko kematian.
Pihak sekolah tidak menyebutkan berapa banyak dari 50 guru di sekolah itu, yang nantinya akan membawa senjata. Kepala Sekolah The Harrold Independent, juga mendukung diberlakukannya aturan ini.
"Bila sekolah dijadikan area bebas senjata. Hal itu seperti mengundang orang lain masuk dan mengambil keuntungan (tindakan kejahatan)," ujar Kepala Sekolah David Thweatt, seperti dikutip Fox News, Selasa (18/12/2012).