Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
George Samuel Windsor Earl & James Richardson Logan (1850): Dua orang berkebangsaan Inggris ini adalah orang perdana yg mempublikasikan istilah "Indonesia". Dalam majalah ilmiah tahunan Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA) yg terbit di Singapura, mereka membahas perlunya nama baru untuk kepulauan yg saat itu diketahui sebagai "Hindia Timur". Earl mengusulkan nama Indunesia atau Malayunesia, namun lebih memilih yg kedua. Namun, Logan lebih menyukai nama Indunesia. Kemudian, Logan mengganti huruf "u" jadi "o", sehingga jadi "Indonesia". Logan mengpakai istilah ini dalam publikasi ilmiahnya, sehingga nama "Indonesia" mulai diketahui di kalangan akademisi Eropa.
Adolf Bastian (1884): Seorang etnolog Jerman, mempopulerkan nama "Indonesia" melalui bukunya yg berjudul Indonesien Oder die Inseln des Malayischen Archipels. Buku ini semakin menciptakan istilah "Indonesia" diketahui luas di dunia akademis.
Pada awalnya, nama "Indonesia" cuma dipakai sebagai istilah geografis oleh para ilmuwan & akademisi di Eropa. Namun, seiring berjalannya waktu, para pejuang & intelektual pribumi mulai mengpakai nama ini sebagai bukti diri perjuangan & simbol persatuan nasional.
Ki Hajar Dewantara (1913): Ia adalah pribumi perdana yg mengpakai istilah "Indonesia" secara politis. Saat diasingkan ke Belanda, ia mendirikan biro pers dengan nama Indonesische Persbureau.
Perhimpunan Indonesia (1924): Istilah "Indonesia" semakin populer dipakai sebagai bukti diri pergerakan nasional. Organisasi ini menerbitkan koran dengan nama Indonesia Merdeka.
Sumpah Pemuda (1928): Peristiwa ini jadi puncak penggunaan nama "Indonesia" sebagai bukti diri nasional. Dalam ikrar Sumpah Pemuda, mengatakan "Indonesia" secara tegas diucapkan & diakui sebagai tanah air, bangsa, & bahasa yg satu.
Setelah melalui perjuangan panjang, nama "Indonesia" akhirnya secara resmi ditetapkan sebagai nama negara ketika proklamasi kemerdekaan dibacakan pada 17 Agustus 1945. Sejak saat itu, "Indonesia" tidak lagi cuma jadi istilah geografis, tetapi jadi nama resmi sebuah bangsa yg merdeka & berdaulat.
Adolf Bastian (1884): Seorang etnolog Jerman, mempopulerkan nama "Indonesia" melalui bukunya yg berjudul Indonesien Oder die Inseln des Malayischen Archipels. Buku ini semakin menciptakan istilah "Indonesia" diketahui luas di dunia akademis.
Pada awalnya, nama "Indonesia" cuma dipakai sebagai istilah geografis oleh para ilmuwan & akademisi di Eropa. Namun, seiring berjalannya waktu, para pejuang & intelektual pribumi mulai mengpakai nama ini sebagai bukti diri perjuangan & simbol persatuan nasional.
Ki Hajar Dewantara (1913): Ia adalah pribumi perdana yg mengpakai istilah "Indonesia" secara politis. Saat diasingkan ke Belanda, ia mendirikan biro pers dengan nama Indonesische Persbureau.
Perhimpunan Indonesia (1924): Istilah "Indonesia" semakin populer dipakai sebagai bukti diri pergerakan nasional. Organisasi ini menerbitkan koran dengan nama Indonesia Merdeka.
Sumpah Pemuda (1928): Peristiwa ini jadi puncak penggunaan nama "Indonesia" sebagai bukti diri nasional. Dalam ikrar Sumpah Pemuda, mengatakan "Indonesia" secara tegas diucapkan & diakui sebagai tanah air, bangsa, & bahasa yg satu.
Setelah melalui perjuangan panjang, nama "Indonesia" akhirnya secara resmi ditetapkan sebagai nama negara ketika proklamasi kemerdekaan dibacakan pada 17 Agustus 1945. Sejak saat itu, "Indonesia" tidak lagi cuma jadi istilah geografis, tetapi jadi nama resmi sebuah bangsa yg merdeka & berdaulat.