Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh gan, semoga sering sehat & sering dalam proteksi Allah Swt ya.
Terciptanya sebuah pengorbanan diawali pada Nabi Ibrahim.
Lihatlah kisah yg Allah ceritakan dalam Al-Quran (lihat di surat Al-Anbiya 62-71) bagaimana ketika Nabi Ibrahim selepas berseteru dengan Namruz berhijrah dari Kerajaan Namruz bin Kanan di Babylonia (wilayah Ur, sebelah selatan Irak), dengan membawa agama beserta istrinya, Sarah, & keponakannya, Luth menuju Kanan (suatu daerah di barat daya Harran, sekarang Turki).
Selain Sarah & Luth, Ibrahim juga membawa serta saudaranya, Haran, beserta istrinya yg bernama Milka. Ia juga mengajak serta Aazar, ayahnya. Kemudian setelah itu bergerak lagi menuju Suriah & menetap di Palestina.
Dalam perjalanannya, Ibrahim singgah di Damsyik (Damaskus) & melanjutkan perjalanannya ke arah timur Baitul Maqdis. Ibrahim terus mengikuti arah tersebut hingga ia tiba di al-Khalil (Hebron).
Ia masih bergerak lagi menuju Mesir, nah di sinilah berjumpa Hajar & sejak di Palestina Nabi Ibrahim sudah sering berdoa untuk memperoleh keturunan dari Sarah & bertahun-tahun tidak dikabulkan Allah hingga kemudian berjumpa dengan Hajar itu. Nabi Ibrahim bersama Sarah berdoa terus menerus untuk mendapatkan seorang putra.
Tuhanku, berikanlah saya seorang anak yg saleh. (Ash-Shaffat: 100).
Doa ini dilakukan ketika Ibrahim hendak pergi ke Palestina; sebagaimana dijelaskan Syekh Nawawi Banten dalam Marahu Labid li Kasyfi Mana Quranin Majid, juz II, halaman 221, Darul Fikr, 1980.
Ketika hijrah menuju tanah suci, Nabi Ibrahim merindukan kehadiran seorang anak. Kala itu ia berdoa, Tuhanku, berikanlah saya seorang anak yg saleh. (Surat As-Shaffat ayat 100). Maksudnya seorang anak dari kalangan rasul. Lalu Kami kabulkan permohonannya.
Namun begitu asa Nabi Ibrahim tidak kunjung terwujud, hingga Sarah mendapatkan seorang budak cantik jelita yg bernama Hajar. Nah, dari sinilah kemudian Sarah menawarkan Hajar untuk dinikahi sebagai istri kedua kepada Nabi Ibrahim. Meski dengan berat hati, akhirnya Hajar dinikahi Ibrahim.
Beberapa tahun kemudian, Hajar melahirkan bayi ganteng sebagai perwujudan doa Ibrahim yg diberi nama Ismail.
Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yg amat sabar. (As Shaffat: 101).
Hal ini menciptakan Ibrahim begitu perhatian kepada Ismail & Hajar, maka Bunda Sarah jadi cemburu. Dan untuk meredam kecemburuan Sarah, akhirnya Hajar beserta bayi Ismail diajak pergi oleh Ibrahim dari Hebron ke sebuah lembah yg tidak bertuan.
Lembah ini disebut Mekkah, Ibrahim mengantarkan Hajar & Ismail di lembah tersebut di sebuah pohon rindang, yg kelak jadi munculnya zam zam.
Ibrahim cuma memberikan kantong kulit berisi air & kantong perbekalan lainnya. Dan meninggalkan keduanya.
Ketika itu Hajar mengikutinya dari belakang & berkata berulang ulang; Wahai Ibrahim, engkau mau pergi ke mana & meninggalkan kami di lembah sepi & kosong ini?
Hajar mengucapkannya hingga beberapa kali, namun Ibrahim tidak jua menoleh.
Akhirnya Hajar bertanya; Allah-kah yg menyuruhmu untuk mengerjakan hal ini?
Ya, jawab Ibrahim.
Hajar akhirnya mengatakan, Kalau begitu, Ia tidak akan menelantarkan kami. Hajar kemudian kembali. (Al-Bukhari dari Ibnu Abbas, dalam Kitab Al Munir karya Dr. Wahbah ketika menafsirkan surat Ibrahim ayat 38).
Nabi Ibrahim setega itu meninggalkan anak istrinya? Ternyata tidak!
Sebab setelah berjalan agak jauh sehingga tidak terlihat oleh Hajar, beliau menghadap kepada Kabah (pada waktu itu masih belum terbangun sempurna) berdoa kepada Allah untuk kebaikan mereka;
Ya Tuhan kami, sesungguhnya saya sudah menempatkan beberapa keturunanku di lembah yg tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yg dihormati. Ya Tuhan kami, (yang begitu itu) supaya mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati beberapa manusia cenderung kepada mereka & berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (Ibrahim: 37).
Sepeninggal Ibrahim, Hajar berusaha menghidupi dirinya & anaknya dengan perbekalan yg ada, namun itu cuma cukup beberpa hari saja. Untuk selanjutnya kehadapatn air, & berakibat kepada asi. Namun begitu Hajar tidak tinggal diam, ia berlari, berjalan & berlari, di antara dua bukit Shafa & Marwa. Hajar mengerjakan hal itu sebanyak tujuh kali.
Ibnu Abbas mengatakan, Nabi menyampaikan, Itulah sai orang-orang di antara Shafa & Marwa.
Saat berada di atas bukit Marwa, Hajar melihat Ismail di dekat pondasi Kabah, tumit Ismail menghentakkan tanah & memancarkan air yg deras.
Pelajaran berharga bagaimana love to Allah dari sepenggalan kisah keluarga Ibrahim di atas adalah:
A. Pengorbanan demi tercapainya sayang Allah
1. Lihatlah kepada Ibrahim, demi sayangnya kepada Allah, ia meninggalkan keluarganya di lembah tidak bertuan. Bahkan bersedia mengorbakan Ismail.
2. Hajar pun bersedia ditinggalkan di lembah tidak bertuan, karena percaya kepada Allah.
3. Ismail pun bersedia disembelih karena itu perintah Allah.
Maka tatkala anak itu hingga (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, Hai anakku, sesungguhnya saya melihat dalam mimpi bahwa saya menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu? Ia menjawab, Hai bapakku, kerjakanlah apa yg diperintahkan kepadamu; insyaAllah anda akan mendapatiku termasuk orang-orang yg sabar. (As Shaffat: 102).
Buah pengorbanan mereka adalah kenikmatan yg luar biasa dari Allah;
1. Kota Mekkah jadi ramai, & menghasilkan berbagai tanaman khususnya kurma.
2. Pengorbanan Ismail diganti dengan domba. Hal ini diabadikan di ayat berikut:
(103) (104) (105) (106)
Tatkala keduanya sudah berserah diri & Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya, (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami memanggilnya: Hai Ibrahim, sesungguhnya anda sudah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yg berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yg nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yg besar. (As-Shaffat: 103-107).
B. Perhatian & tanggung jawab orang tua kepada anaknya
1. Tangung jawab seorang ayah kepada keluarganya dengan sering mencurahkan kasih sayangnya & kekuatan doanya. Inilah yg dilakukan Nabi Ibrahim alaihis salam.
2. Tanggung jawab ibu yg single fighter untuk dapat menghidupi anaknya. Inilah yg dilakukan Hajar sehingga berlari-lari antara Bukit Shafa & Marwa.
C. Pendidikan positif yg luar biasa seorang ibu kepada anaknya
Inilah yg dilakukan Hajar kepada Ismail, bagaimana mengggambarkan sosok ayahnya (Ibrahim) sedemikian detailnya sisi positifnya. Sehingga meski bertahun-tahun tidak pernah berjumpa namun sudah begitu dekat dengan ayahnya. Bahkan menghormati ayahnya dengan kasih sayang berupa ucapan panggilan mesra Abati, sebuah panggilan yg menggambarkan kepada yg dipanggil sebagai sosok ayah yg keibuan.
D. Kerja keras Hajar tergambar dari lari-lari di antara bukit Shafa & Marwa
Kerja keras tanpa ada mengatakan putus asa. Kerja keras yg dilandasi kasih sayang kepada keluarganya, tanpa melupakan kepasrahan diri kepada Allah (tawakal).
So, inilah keluarga yg ideal yg dapat jadi contoh bagi kita semua. Keluarga yg keteladannya diabadikan Allah sebagaimana ayat di atas yg jadi motivasi kita.
Dan juga diperkuat lagi pada ayat berikutnya;
Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim & umatnya) ada teladan yg baik bagimu; (yaitu) bagi orang yg mengharap (pahala) Allah & (keselamatan pada) hari kemudian. Dan barang siapa yg berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji. (Al-Mumtahanah: 6).
So Meraih sayang Allah, yg paling mudah adalah dengan meneladani orang-orang yg sudah berhasil mendapatkan sayang-Nya, karena itu pelajarilah & teladanilah jalan hidup mereka supaya kita mendapatkan sayang-Nya juga.
Wallahu Alam
(Sumber: https://umma.id/s/jEF7Jb)
Selesai pembahasan kita, hingga disini dulu ya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kemarin 20:54