Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
HAI AGAN DAN SISTA!
Siapa nih yg selama work from home atau school from home jadi jarang mandi? Ayo ngaku! Gapapa, Gansis. Hitung-hitung menghemat air & sabun. Heheh.
Ngomongin mandi, tentu kita tak dapat lepas dari sabun, ya, Gansis. Kita mengpakai sabun supaya tubuh terasa lebih bersih, wangi, & fresh sehabis mandi. Sabun juga dipakai untuk mengangkat kotoran pada pakaian & lemak pada piring-piring kotor.
Nah, setelah sekian lama mengpakai sabun, Gansis pernah berpikir nggak sih tentang sejarah sabun. Siapa yg perdana kali memakai sabun? Bagaimana perkembangan sabun? Pernah nggak beranalisis demikian?
So, pada thread kali ini ane akan membahas tentang the origin of soap making. Tanpa berlama-lama, mari kita bahas tentang dunia persabunan ini bersama-sama.
Kajja!
Sudah Ada Sejak 2800 SM
Iya, Gansis! Sudah sebaheula itu sabun ada di peradapan manusia. Sebetulnya tidak ada keterangan pasti kapan awalnya sabun dipakai untuk kali pertama. Namun, berbagai manuskrip & artikel sejarah sudah menuliskan bahwa pada 2800 SM silam-- orang-orang Babilonia & Sumeria Kuno sudah mengpakai sabun yg terbuat dari campuran air & abu yg mereka sebut al-qualy-- sekarang diketahui dengan alkali. Al-qualy dipakai untuk meluruhkan lemak yg menempel dibulu domba yg akan dijadikan wol.
Penggunaan alkali atau abu ini terus berkembang ke berbagai wilayah. Seperti di Mesir Kuno pada 1550 SM. Penggunaannya pun sama, untuk membersihkan wol & kain mentah sebelum ditenun. Pada 556-539 SM, pelayan-pelayan wanita di masa pemerintahan Raja Nabonidus mencampurkan abu minyak cemara & minyak biji-bijian untuk menggosok batu-batu pertama.
Masyarakat Palestina Kuno pun tak mau ketinggalan. Mereka juga mengolah sabun dari abu tanaman barilah & anabasis-- yg sekarang diketahui dengan istilah kalium. Abu-abu tersebut dicampur dengan lemak babi, minyak zaitun, alkali, & kapur kemudian dipanaskan. Setelah mengental, adonan sabun tersebut kemudian dicetak dalam cangkir-cangkir kecil. Setelahnya, ditambahkan pula sedikit ramuan aromatik untuk menambah aksen wanginya.
***
Sabun untuk Tubuh
Penggunaan sabun untuk tubuh sudah dilakukan oleh orang-orang Jermanik & Galia. Pada awalnya, sabun alkali & lemak hewani tersebut cuma dipakai untuk pencuci sekaligus minyak rambut oleh kaum laki-laki. Lalu pada 58 SM, orang-orang Romawi pun mulai mengaplikasikan sabun untuk membersihkan sekujur tubuh. Mereka menggosok tubuh dengan sabun abu & minyak (lemak hewan), kemudian mengikis kotorannya dengan strigil (alat pengikis tubuh).
Pada masa 2M, sabun alkali & lemak sudah jadi alat pembersih pribadi-- di mana setiap orang sudah terbiasa membersihkan dirinya dengan sabun.
***
Detergen & Lulur dari India Kuno
Masyarakat India Kuno sudah mendengar tentang sabun. Mereka pun ikut tertarik untuk menciptakan detergen atau sabun bubuk dari kacang-kacangan yg disebut Sapindus saponaria. Kacang-kacang tersebut direbus hingga lembut kemudian dihaluskan hingga membentuk bubuk. Tujuannya untuk mendapatkan ekstrak kacang tersebut yg memiliki daya bersih kuat.
Tak cuma itu, orang India Kuno juga meramu lulur untuk membersihkan kulit. Lulur tersebut dibuat dari kunyit halus, tulsi (kemangi), neem (kulit kayu), kelopak teratai, & minyak cendana. Bahan-bahan tersebut dihaluskan lalu dijadikan pasta untuk menggosok tubuh. Tak cuma itu, mereka juga mengpakai shikai--sejenis akasia-- untuk menggosok rambut & tubuh.
***
Sabun Keras ala Umat Islam
Pada masa kejayaan Islam, produksi sabun sudah berkembang cukup mapan. Resep sabun gliserin & minyak zaitun dari Muhammad ibn Zakariya al-Razi sudah jadi rujukan orang-orang saat itu. Sabun-sabun itu tak lagi berupa lemak atau bubuk halus, tetapi berupa sabun batangan dengan aroma menyenangkan. Oleh karenanya, umat Islam-- yg kebanyakan pedagang-- menjual sabun-sabun tersebut tak cuma di Timur Tengah tetapi juga ke Eropa & Asia.
Sebetulnya, sebelum umat Islam Timur Tengah menciptakan sabun keras, usaha ini lebih dahulu dilakukan oleh orang-orang Eropa. Di Napoli, Spanyol, Italia, & Inggris sudah diproduksi sabun-sabun keras dari lemak hewani. Namun, bau sabun itu tidak sedap sehingga akhirnya sabun keras nan wangi yg dijajakan oleh pedagang Muslim ke Eropa--"menyingkirkan" sabun-sabun berbau tak sedap tersebut.
Karena sabun di Eropa kian banyak peminatnya, umat Islam di Eropa pun terus memperbaiki kualitas sabun mereka. Oleh sebab itu, seorang dokter Muslim terkenal dari Andalusia--Al al-Qasim al-Zahrawi atau Abulcassis--menciptakan kitab kedokteran yg di dalamnya juga membahas tentang sabun--dengan judul al-Tasreef. Untuk sekedar informasi saja, hingga detik ini, al-Tasreef masih jadi rujukan utama di berbagai universitas terkemuka di Eropa.
***
Pabrikasi Sabun
Sejak zaman ke-13 hingga 16, Italia, Spanyol, & Perancis sudah jadi pusat produksi sabun terkenal di dunia. Bahkan di tahun 1622 penjualan sabun kian berkembang walaupun menerapkan sistem pasar monopoli yg diperintahkan oleh Raja James I.
Tahun 1971, Nicholas LeBlanc--kimiawan asal Perancis--menciptakan sabun murah berbahan baku sodium karbonat. Ini merupakan terobosan baru dalam dunia persabunan, mengingat sebelumnya sabun masih dibuat dari lemak hewani, nabati, & alkali. Karenanya, sabun sodium ini diproduksi secara massal & dijual dengan harga terjangkau. Kemunculan sabun ini secara perlahan menggusur pasar sabun monopoli yg diterapkan oleh Raja James I.
20 tahun sejak penemuan LeBlanc, Michel Eugene Chevreul, memperkenalkan teknologi pembuatan sabun yg lebih modern. Kimiawan Perancis itu menciptakan sabun dari kombinasi beberapa bahan kimia alami, asam lemak, & gliserin.
Di Belgia, seorang kimiawan bernama Ernest Solvay juga ikut menyemarakkan dunia persabunan. Beliau menciptakan sabun mandi dengan proses ammonia--di mana proses ini dapat menekan biaya produksi alkali tetapi dengan kuantitas sodium yg tetap meningkat.
Tahun 1953, di Amerika Serikat sudah diproduksi detergen surfaktan sebagai bahan aktifnya. Kemampuan pembersihnya yg lebih kuat dibandingkan sabun sudah menciptakan penjualan detergen di AS jauh lebih tinggi daripada sabun (pada saat itu).
Di zaman ke-20, penemuan di dunia persabunan terus dimodernisasi. Seperti diciptakannya sabun pencuci piring bubuk pada 1950, terobosan bubuk enzim penghilang noda pada 1960, penciptaan liquid hand soap atau sabun cuci tangan cair pada 1970, penemuan pencuci pakaian dengan konsentrat pada 1980, penemuan gel pencuci piring, pelembut pakaian, detergen bubuk ultra pada 1990, & lain sebagainya.
***
Nah, gimana tuh tadi? Apakah Gansis sudah paham tentang sejarah singkat sabun? Perlu diketahui, sejak revolusi industri hingga hari ini, dunia persabunan terus mengalami kemajuan. Berbagai tipe sabun sudah diciptakan. Ada sabun bayi, ada sabun cukur, ada sabun organ reproduksi, ada sabun kesehatan, ada sabun colek, ada sabun atau shampoo untuk kendaraan, & lain-lain. Kita tunggu saja pembaharuan apalagi yg akan terjadi di masa depan.
Oke, Gansis. Cukup hingga di sini thread ane kali ini. Jangan lupa cendol & jejaknya di kolom komentar.
Xoxo
Sekian
A thread by : serbaserbi.com
Gambar : Google image
Sumber : 1, 2, 3
Gomawoyo
Hari ini 18:16
Siapa nih yg selama work from home atau school from home jadi jarang mandi? Ayo ngaku! Gapapa, Gansis. Hitung-hitung menghemat air & sabun. Heheh.
Ngomongin mandi, tentu kita tak dapat lepas dari sabun, ya, Gansis. Kita mengpakai sabun supaya tubuh terasa lebih bersih, wangi, & fresh sehabis mandi. Sabun juga dipakai untuk mengangkat kotoran pada pakaian & lemak pada piring-piring kotor.
Nah, setelah sekian lama mengpakai sabun, Gansis pernah berpikir nggak sih tentang sejarah sabun. Siapa yg perdana kali memakai sabun? Bagaimana perkembangan sabun? Pernah nggak beranalisis demikian?
So, pada thread kali ini ane akan membahas tentang the origin of soap making. Tanpa berlama-lama, mari kita bahas tentang dunia persabunan ini bersama-sama.
Kajja!
Sudah Ada Sejak 2800 SM
Iya, Gansis! Sudah sebaheula itu sabun ada di peradapan manusia. Sebetulnya tidak ada keterangan pasti kapan awalnya sabun dipakai untuk kali pertama. Namun, berbagai manuskrip & artikel sejarah sudah menuliskan bahwa pada 2800 SM silam-- orang-orang Babilonia & Sumeria Kuno sudah mengpakai sabun yg terbuat dari campuran air & abu yg mereka sebut al-qualy-- sekarang diketahui dengan alkali. Al-qualy dipakai untuk meluruhkan lemak yg menempel dibulu domba yg akan dijadikan wol.
Penggunaan alkali atau abu ini terus berkembang ke berbagai wilayah. Seperti di Mesir Kuno pada 1550 SM. Penggunaannya pun sama, untuk membersihkan wol & kain mentah sebelum ditenun. Pada 556-539 SM, pelayan-pelayan wanita di masa pemerintahan Raja Nabonidus mencampurkan abu minyak cemara & minyak biji-bijian untuk menggosok batu-batu pertama.
Masyarakat Palestina Kuno pun tak mau ketinggalan. Mereka juga mengolah sabun dari abu tanaman barilah & anabasis-- yg sekarang diketahui dengan istilah kalium. Abu-abu tersebut dicampur dengan lemak babi, minyak zaitun, alkali, & kapur kemudian dipanaskan. Setelah mengental, adonan sabun tersebut kemudian dicetak dalam cangkir-cangkir kecil. Setelahnya, ditambahkan pula sedikit ramuan aromatik untuk menambah aksen wanginya.
***
Sabun untuk Tubuh
Penggunaan sabun untuk tubuh sudah dilakukan oleh orang-orang Jermanik & Galia. Pada awalnya, sabun alkali & lemak hewani tersebut cuma dipakai untuk pencuci sekaligus minyak rambut oleh kaum laki-laki. Lalu pada 58 SM, orang-orang Romawi pun mulai mengaplikasikan sabun untuk membersihkan sekujur tubuh. Mereka menggosok tubuh dengan sabun abu & minyak (lemak hewan), kemudian mengikis kotorannya dengan strigil (alat pengikis tubuh).
Pada masa 2M, sabun alkali & lemak sudah jadi alat pembersih pribadi-- di mana setiap orang sudah terbiasa membersihkan dirinya dengan sabun.
***
Detergen & Lulur dari India Kuno
Masyarakat India Kuno sudah mendengar tentang sabun. Mereka pun ikut tertarik untuk menciptakan detergen atau sabun bubuk dari kacang-kacangan yg disebut Sapindus saponaria. Kacang-kacang tersebut direbus hingga lembut kemudian dihaluskan hingga membentuk bubuk. Tujuannya untuk mendapatkan ekstrak kacang tersebut yg memiliki daya bersih kuat.
Tak cuma itu, orang India Kuno juga meramu lulur untuk membersihkan kulit. Lulur tersebut dibuat dari kunyit halus, tulsi (kemangi), neem (kulit kayu), kelopak teratai, & minyak cendana. Bahan-bahan tersebut dihaluskan lalu dijadikan pasta untuk menggosok tubuh. Tak cuma itu, mereka juga mengpakai shikai--sejenis akasia-- untuk menggosok rambut & tubuh.
***
Sabun Keras ala Umat Islam
Pada masa kejayaan Islam, produksi sabun sudah berkembang cukup mapan. Resep sabun gliserin & minyak zaitun dari Muhammad ibn Zakariya al-Razi sudah jadi rujukan orang-orang saat itu. Sabun-sabun itu tak lagi berupa lemak atau bubuk halus, tetapi berupa sabun batangan dengan aroma menyenangkan. Oleh karenanya, umat Islam-- yg kebanyakan pedagang-- menjual sabun-sabun tersebut tak cuma di Timur Tengah tetapi juga ke Eropa & Asia.
Sebetulnya, sebelum umat Islam Timur Tengah menciptakan sabun keras, usaha ini lebih dahulu dilakukan oleh orang-orang Eropa. Di Napoli, Spanyol, Italia, & Inggris sudah diproduksi sabun-sabun keras dari lemak hewani. Namun, bau sabun itu tidak sedap sehingga akhirnya sabun keras nan wangi yg dijajakan oleh pedagang Muslim ke Eropa--"menyingkirkan" sabun-sabun berbau tak sedap tersebut.
Karena sabun di Eropa kian banyak peminatnya, umat Islam di Eropa pun terus memperbaiki kualitas sabun mereka. Oleh sebab itu, seorang dokter Muslim terkenal dari Andalusia--Al al-Qasim al-Zahrawi atau Abulcassis--menciptakan kitab kedokteran yg di dalamnya juga membahas tentang sabun--dengan judul al-Tasreef. Untuk sekedar informasi saja, hingga detik ini, al-Tasreef masih jadi rujukan utama di berbagai universitas terkemuka di Eropa.
***
Pabrikasi Sabun
Sejak zaman ke-13 hingga 16, Italia, Spanyol, & Perancis sudah jadi pusat produksi sabun terkenal di dunia. Bahkan di tahun 1622 penjualan sabun kian berkembang walaupun menerapkan sistem pasar monopoli yg diperintahkan oleh Raja James I.
Tahun 1971, Nicholas LeBlanc--kimiawan asal Perancis--menciptakan sabun murah berbahan baku sodium karbonat. Ini merupakan terobosan baru dalam dunia persabunan, mengingat sebelumnya sabun masih dibuat dari lemak hewani, nabati, & alkali. Karenanya, sabun sodium ini diproduksi secara massal & dijual dengan harga terjangkau. Kemunculan sabun ini secara perlahan menggusur pasar sabun monopoli yg diterapkan oleh Raja James I.
20 tahun sejak penemuan LeBlanc, Michel Eugene Chevreul, memperkenalkan teknologi pembuatan sabun yg lebih modern. Kimiawan Perancis itu menciptakan sabun dari kombinasi beberapa bahan kimia alami, asam lemak, & gliserin.
Di Belgia, seorang kimiawan bernama Ernest Solvay juga ikut menyemarakkan dunia persabunan. Beliau menciptakan sabun mandi dengan proses ammonia--di mana proses ini dapat menekan biaya produksi alkali tetapi dengan kuantitas sodium yg tetap meningkat.
Tahun 1953, di Amerika Serikat sudah diproduksi detergen surfaktan sebagai bahan aktifnya. Kemampuan pembersihnya yg lebih kuat dibandingkan sabun sudah menciptakan penjualan detergen di AS jauh lebih tinggi daripada sabun (pada saat itu).
Di zaman ke-20, penemuan di dunia persabunan terus dimodernisasi. Seperti diciptakannya sabun pencuci piring bubuk pada 1950, terobosan bubuk enzim penghilang noda pada 1960, penciptaan liquid hand soap atau sabun cuci tangan cair pada 1970, penemuan pencuci pakaian dengan konsentrat pada 1980, penemuan gel pencuci piring, pelembut pakaian, detergen bubuk ultra pada 1990, & lain sebagainya.
***
Nah, gimana tuh tadi? Apakah Gansis sudah paham tentang sejarah singkat sabun? Perlu diketahui, sejak revolusi industri hingga hari ini, dunia persabunan terus mengalami kemajuan. Berbagai tipe sabun sudah diciptakan. Ada sabun bayi, ada sabun cukur, ada sabun organ reproduksi, ada sabun kesehatan, ada sabun colek, ada sabun atau shampoo untuk kendaraan, & lain-lain. Kita tunggu saja pembaharuan apalagi yg akan terjadi di masa depan.
Oke, Gansis. Cukup hingga di sini thread ane kali ini. Jangan lupa cendol & jejaknya di kolom komentar.
Xoxo
Sekian
A thread by : serbaserbi.com
Gambar : Google image
Sumber : 1, 2, 3
Gomawoyo