Krekez
IndoForum Junior C
- No. Urut
- 48945
- Sejak
- 26 Jul 2008
- Pesan
- 2.287
- Nilai reaksi
- 81
- Poin
- 48
Emoticon, atau biasa dikenal dengan smiley, sudah jadi bahasa perkawanan anggota komunitas jagat maya. Baik itu via e-mail, chatting, atau pun ngobrol di mesenger, simbol ini kerap dipakai.
Emoticon berasal dari kata emotion dan icon, yang berarti lambang emosi secara verbal. Emoticon ini merupakan rangkaian karakter ASCII, yang kalau dilihat dari samping mirip dengan wajah manusia, dengan beragam ekspresi. Misalnya :-), emoticon untuk wajah tersenyum.
"Bahasa emosi" lewat emoticon ini digagas dan digunakan pertama kali oleh Scott Fahlman dari Universitas Carnegie Mellon, Pittsburgh, Amerika Serikat. "I propose that the following character sequence for joke markers :-). Read it sideways," ketik Fahlman dalam pesannya lewat CMU Counter Strike general bulletin boards (bboards) yang berisi emoticon pertama.
Pesan berisi emoticon pertama ini hampir saja hilang, namun akhirnya bisa ditemukan oleh para peneliti Microsoft dan staf dari Universitas Carnegie Mellon. Pesan ini, ditemukan kembali di salah satu back-up tape yang tercatat direkam Oktober 1982. Namun, tercatat dikirim pada 19 September 1982 oleh Scott Fahlman.
Emoticon kemudian berkembang, salah satunya adalah kaomoji, atau smiley gaya Jepang. Tidak jelas siapa perintisnya, tetapi yang pasti, karakter dimulai oleh para netter asal negeri matahari terbit itu.
Bentuknya pun khas kartun Jepang. Emoticon ini tidak perlu dilihat dari samping seperti smiley. Kini, emoticon kian populer. Emosi yang digambarkan pun kian beragam jenisnya. Kamus-kamus emoticon, baik online atau cetak, bertebaran. Dengan emoticon, kini pesan tak jadi hambar.
Emoticon berasal dari kata emotion dan icon, yang berarti lambang emosi secara verbal. Emoticon ini merupakan rangkaian karakter ASCII, yang kalau dilihat dari samping mirip dengan wajah manusia, dengan beragam ekspresi. Misalnya :-), emoticon untuk wajah tersenyum.
"Bahasa emosi" lewat emoticon ini digagas dan digunakan pertama kali oleh Scott Fahlman dari Universitas Carnegie Mellon, Pittsburgh, Amerika Serikat. "I propose that the following character sequence for joke markers :-). Read it sideways," ketik Fahlman dalam pesannya lewat CMU Counter Strike general bulletin boards (bboards) yang berisi emoticon pertama.
Pesan berisi emoticon pertama ini hampir saja hilang, namun akhirnya bisa ditemukan oleh para peneliti Microsoft dan staf dari Universitas Carnegie Mellon. Pesan ini, ditemukan kembali di salah satu back-up tape yang tercatat direkam Oktober 1982. Namun, tercatat dikirim pada 19 September 1982 oleh Scott Fahlman.
Emoticon kemudian berkembang, salah satunya adalah kaomoji, atau smiley gaya Jepang. Tidak jelas siapa perintisnya, tetapi yang pasti, karakter dimulai oleh para netter asal negeri matahari terbit itu.
Bentuknya pun khas kartun Jepang. Emoticon ini tidak perlu dilihat dari samping seperti smiley. Kini, emoticon kian populer. Emosi yang digambarkan pun kian beragam jenisnya. Kamus-kamus emoticon, baik online atau cetak, bertebaran. Dengan emoticon, kini pesan tak jadi hambar.