Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Saritem, mungkin nama ini lebih diketahui dengan hal yg lebih familiar sebagai pembantu baik di layar kaca maupun dunia nyata dibandingkan harus jadi bos.
Namun bagaimana kalau nama ini ternyata jadi sejarah di sebuah kota yg penuh dengan keindahan yaitu Bandung.
Nama seorang bos, yg jadi saksi bisu akan cantiknya para wanita Bandung dimasa itu hingga sekarang.
Namun kisahnya memang tidak berawal dari kesenangan, karena hidup punya dua sisi hitam & putih.
Kali ini kita akan ulas sejarah kisah gadis desa di Bandung yg bernama Sari Iteung namun lebih diketahui dengan nama Saritem. Seorang gadis yg akhirnya jadi gundik orang Belanda dimasa penjajahan, dirinya naik kasta jadi Nyai Saritem setelah jadi "Nyonya Belanda".
Dirinya yg jadi gundik, awalnya memang terpaksa karena sebagai gadis desa yg tak punya apa-apa cuma dapat pasrah, terlebih saat itu tuan Belanda dianggap derajatnya bagaikan dewa. Senanglah hati Saritem saat itu, hingga akhirnya para pembesar Belanda meminta Nyai Saritem mencari gadis-gadis yg dapat diajak berkencan.
Dengan difasilitasi sebuah rumah besar, mau tak mau Saritem pun bergerilya mencari gadis yg dapat memuaskan nafsu birahi para serdadu Belanda yg jauh dari negaranya. Dan tempat itu berada di Gardujati yg memang dijadikan sebagai markas militer Belanda.
Hingga lambat laun Nyai Saritem mendapatkan keuntungan dari blusukan yg dilakukan mencari gadis pemuas nafsu, dari Bandung, Sumedang, Cianjur, Garut, serta Indramayu dirinya jadi primadona tempat tersebut, bisnis Nyai juga semakin besar. Banyak wanita yg direkrut hingga nama Saritem pun diketahui diwilayah Bandung, hingga tak cuma warga Belanda.
Kaum pribumi yg punya uang ikut mencicipi, apa yg ditawarkan oleh Saritem. Melihat keberhasilan Saritem, banyak gundik Belanda yg mengerjakan bisnis serupa hingga kawasan itu jadi lokalisasi di era Belanda.
Hingga akhirnya sepeninggal Saritem karena umur ada batasannya, maka lokalisasi itu terkenal dengan nama "Saritem" yg sudah berdiri sejak tahun 1838.
Disinilah banyak manusia menjalani kehidupan yg penuh duka & air mata.
Tempat ini sekarang berada di dekat stasiun kereta. Tepatnya di antara jalan Astana Anyar & Gardu Jati. Bisa dibilang tempat ini terkenal seperti halnya Surabaya dengan Dolly, Yogyakarta dengan Sarkem, Makassar dengan Jalan Nusantara, Bogor dengan Gang Semen,dan lainnya.
Walau sudah ditutup saat kota Bandung dipimpin oleh Wali Kota Dada Rosada.Tapi, ternyata bisnis itu tetap berjalan secara sembunyi-sembunyi. Entahlah di tahun 2022 ini apa masih ada atau tidak, karena hal seperti ini tidak dapat dengan mudah dihilangkan walau digerebek tetap akan ada lagi yg baru.
Kehidupan memang seperti itu, ditutup satu tumbuh seribu! Semuanya memang diluar akal logika, kok dapat seperti itu hingga kini tidak ada yg tahu.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
Tulisan : c4punk@2022
referensi : 1, 2
Pic : google