• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Sejarah Layang-layang di Indonesia

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Sejarah Layang-layang di Indonesia


Layang-layang, atau biasa disebut sebagai layangan atau wau, merupakan sebuah mainan tradisional yg berasal dari Indonesia. Seperti yg sudah dijelaskan di bagian ini, layang layang tertua di dunia adalah Kaghati Kolope, dimana benda tersebut sudah ada sejak 4,000 tahun yg lalu, tepatnya di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Catatan perdana yg menyebutkan permainan layang-layang adalah dokumen dari Tiongkok sekitar 2500 Sebelum Masehi. Sedangkan penggambaran layang-layang tertua adalah dari lukisan gua periode mesolitik di pulau Muna, Sulawesi Tenggara, yg dipercaya sudah ada sejak 4.000 tahun yg lalu. Lukisan tersebut menggambarkan layang-layang yg disebut kaghati, yg masih dipakai oleh orang-orang Muna modern.
Layang-layang terbuat dari daun kolope (umbi hutan) untuk layar induk, kulit bambu sebagai bingkai, & serat nanas hutan yg dililitkan sebagai tali, meskipun layang-layang modern mengpakai senar sebagai tali. Diduga terjadi perkembangan yg saling bebas antara tradisi di Tiongkok & di Nusantara karena di Nusantara banyak ditemukan bentuk-bentuk primitif layang-layang yg terbuat dari daun-daunan. Di kawasan Nusantara sendiri catatan perdana mengenai layang-layang adalah dari Sejarah Melayu (Sulalatus Salatin) (abad ke-17) yg menceritakan suatu festival layang-layang yg diikuti oleh seorang pembesar kerajaan.
Dari Tiongkok, permainan layang-layang menyebar ke Barat hingga kemudian populer di Eropa.
Layang-layang terkenal ketika dipakai oleh Benjamin Franklin ketika ia tengah mempelajari petir.

(sumber)
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.