• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Sejarah Kegagalan Satelit Indonesia

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
qkz6G.jpg

Satelit Telkom-3 milik PT Telkom Indonesia yang dibawa oleh roket Proton-M, Rusia, gagal mencapai orbit. Hingga kini, keberadaan satelit itu belum diketahui keberadaannya.

Roket Proton-M diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, pada Minggu 5 Agustus 2012, malam. Selain Telkom-3, Proton-M juga membawa satelit milik Rusia, Express MD2.

Badan Ruang Angkasa Rusia, Roscosmos, menjelaskan kegagalan itu disebabkan oleh kerusakan fungsi pendorong Briz-M pada roket. Sebenarnya, pembakaran mesin pendorong Briz-M bekerja sesuai jadwal. Namun, hanya menyala selama 7 menit. Padahal, untuk mendorong satelit hingga ke orbit, mesin itu harus menyala 18 menit.

Pejabat Roscosmos, sebagaimana dilansir Red Orbit, mengatakan pada tahap awal, pendorong berfungsi dengan baik. Namun, pada tahap selanjutnya, untuk dorongan terakhir satelit ke ruang angkasa, Briz-M mati sebelum waktunya.

Kegagalan ini bukan yang pertama bagi satelit milik Indonesia. Sebelumnya, dua satelit Indonesia juga gagal beroperasi. Berikut catatan dari berbagai sumber:

1. Satelit Palapa B2
Satelit ini memiliki panjang 22 kaki 10 inci. Beratnya mencapai 1.525 pound. Dua panel sel surya pada satelit ini menghasilkan 1.100 watt daya listrik pada awal mengorbit.

Satelit ini generasi ke dua buatan Boeing Satellite Development Center. Satelit ini diluncurkan Februari 1984. Namun, gagal mencapai orbit geosynchronous karena adanya kerusakan roket.

Sattel Technologies (California) membeli satelit yang mengelilingi bumi pada orbit yang tak semestinya ini dari pihak asuransi. Kemudian membuat kontrak dengan NASA untuk mengambilnya.

Pencarian satelit B2 dimulai pada November 1984 dalam misi ruang angkasa STS-51A. Sattel juga membuat kontrak dengan Hughes Aircraft (produsen asli) dan McDonnell Douglas (penyedia layanin peluncuran) untuk membarui.

Kemudian, satelit ini diluncurkan kembali pada April 1990. Peluncuran sukses dan dibeli kembali oleh pemerintah Indonesia. Diberi nama Palapa B2-R.

2. Satelit Palapa C1
Satelit ini dibuat oleh perusahaan Boeing Satellite System di El Segundo, California. Diluncurkan pada 31 Januari 1996, dengan roket pendorong Atlas, dari Kennedy Space Center, Tanjung Canaveral.

Satelit Palapa C1 direncanakan memiliki masa operasi selama 7 tahun. Menggantikan Satelit Palapa B4 pada Orbit Geo Stasioner slot 113 derajat Bujur Timur. Namun, pada 24 November 1998, terjadi kegagalan pengisian baterai. Sehingga Satelit Palapa C1 dinyatakan tidak layak beroperasi.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.