• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Sejarah Hajjar Aswad

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Samantha
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Samantha

IndoForum Senior B
No. Urut
43737
Sejak
17 Mei 2008
Pesan
6.450
Nilai reaksi
157
Poin
63
hajar+aswad.jpg


Awal Mula Hajjar Aswad
Ibrahim as diperintahkan Allah swt membangun kembali Ka’bah. Ia memenuhi perintah itu dibantu putranya, Isma’il as. Saat hampir selesai mengerjakannya, Ibrahim as merasa ada yang kurang pada Ka’bah. Kemudian ia memerintahkan putranya, “Pergilah engkau mencari sebuah batu lagi yang akan aku letakkan di Ka’bah sebagai penanda bagi manusia.”

Isma’il as mematuhi perintah ayahnya. Ia pergi dari satu bukit ke bukit lain untuk mencari batu yang paling baik. Ketika sedang mencari, malaikat Jibril datang pada Ismâ’il as dan memberinya sebuah batu yang cantik. Dengan senang hati ia menerima batu itu dan segera membawa batu itu untuk diberikan pada ayahnya. Ibrahim as pun gembira dan mencium batu itu beberapa kali.

Kemudian Ibrahim as bertanya pada putranya, “Dari mana kamu peroleh batu ini?” Isma’il as menjawab, “Batu ini aku dapat dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu.” Ibrahim as mencium batu itu lagi dan diikuti juga oleh Ismâ’il as.

Begitulah, sampai saat ini banyak yang berharap bisa mencium batu yang dinamai Hajjar Aswad itu. Umar bin Khathab pernah menyampaikan bahwa Rasulullah saw sendiri pernah menciumnya. Saat Umar bin Khaththab berada di hadapan Hajjar Aswad dan menciumnya ia berkata, “Demi Allah, aku tahu bahwa engkau hanyalah sebongkah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Saw menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu.” [Hadits No. 228 Kitab Sahih Muslim].

Peletakan Kembali Hajjar Aswad
Pada tahun 606 M, ketika Nabi Muhammad s.a.w berusia 35 tahun, Kaabah mengalami kebakaran besar sehingga perlu dibina kembali oleh Nabi Muhammad s.a.w dan kabilah-kabilah terdapat di Mekah ketika itu. Ketika pembangunan semula itu selesai, dan Hajjar Aswad hendak diletakkan kembali ke tempatnya, terjadilah perselisihan di antara kabilah-kabilah itu tentang siapa yang paling berhak untuk meletakkan batu itu di tempatnya. Melihat keadaan ini, Abu Umayyah bin Mugirah dari suku Makzum, sebagai orang yang tertua, mengajukan usul bahawa yang berhak untuk meletakkan Hajjar Aswad di tempatnya adalah orang yang pertama sekali memasuki pintu Safa keesokan harinya.

Ternyata orang itu adalah Muhammad yang ketika itu belum menjadi rasul. Dengan demikian, dialah yang paling berhak untuk meletakkan Hajjar Aswad itu di tempatnya. Akan tetapi dengan keadilan dan kebijaksanaannya, Muhammad tidak langsung mengangkat Hajjar Aswad itu. Baginda melepaskan serbannya dan menghamparkannya di tengah-tengah anggota kabilah yang ada. Hajjar Aswad lalu diletakkannya di tengah-tengah serban itu. Baginda kemudian meminta para ketua kabilah untuk memegang seluruh tepi serban dan secara bersama-sama mengangkat serban sampai ke tempat yang dekat dengan tempat diletakkannya Hajjar Aswad. Muhammad sendiri memegang batu itu lalu meletakkannya di tempatnya. Tindakan Muhammad ini mendapat penilaian dan penghormatan yang besar dari kalangan ketua kabilah yang berselisih faham ketika itu.

Dalam perjalanan sejarah, batu ini telah mengalami banyak peristiwa. Batu ini pernah hilang dan pecah. Kementerian Urusan Keislaman, Wakaf, Dakwah dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi dalam situsnya memberikan detail sejarah peletakan kembali Hajjar Aswad ini sebagai berikut:

1. Yang pertama kali meletakkan Hajjar Aswad adalah Nabi Ibrahim as. dan batu itu adalah permata yang berasal dari Surga. Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajjar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877) )

2. Ketika Bani Bakar bin Abdi Manaf bin Kinanah bin Ghaisyan bin Khaza'ah mengusir keturunan Jurhum dari Mekah, Amr bin Harits bin Madhadh Al Jurhumi keluar membawa dua patung emas kepala rusa dan Hajjar Aswad, kemudian dipendam di sumur Zamzam.
selanjutnya mereka berangkat menuju Yaman.

3. Pemendaman Hajjar Aswad di dalam sumur Kakbah tidak bertahan lama karena seorang wanita dari Khaza`ah memberitahukan kepada kaumnya bahwa dia melihat orang Jurhum memendam Hajjar Aswad di sumur Zamzam. Kemudian mereka meletakkan Hajjar Aswad kembali ke tempatnya. Hal ini terjadi sebelum pembangunan oleh Qushay bin Kilab.

4. Setelah Mekah dikuasai oleh suku Qaramitah di bawah pimpinan Abu Tahir Al Qarmuthi, mereka membantai 1700 orang di Mesjidil haram, sebagian bergelantungan di Kakbah kemudian mereka memenuhi sumur Zamzam dengan mayat-mayat. Mereka merampas harta orang-orang dan perhiasan Kakbah, merobek-robek kiswah penutup Kakbah dan membagikannya kepada kawan-kawannya, merampok benda-benda berharga dalam Kakbah, melepas pintu Kakbah dan memerintahkan pula untuk mengambil talang emasnya. Pada tanggal 7 Zulhijah tahun 317 H. Abu Tahir Al Qarmuthi menduduki kota Mekah dan mencopot Hajjar Aswad dari tempatnya secara paksa. Abu Tahir memerintahkan Jakfar bin Ilaj untuk mencopot Hajjar Aswad dan membawanya pada tanggal 7 Zulhijah 317 H. Setelah dia melakukan kebiadaban dengan membunuh orang-orang yang sedang tawaf, iktikaf dan salat. Mereka membawa Hajjar Aswad ke negerinya. Setelah itu tempat Hajjar Aswad kosong. Orang-orang yang tawaf hanya meletakkan tangannya di tempatnya saja untuk mendapatkan berkahnya. Akhirnya Hajjar Aswad dikembalikan ke tempatnya pada hari Selasa tanggal 10 Zulhijah tahun 339 H. setelah 22 tahun Kakbah kosong dari Hajjar Aswad.

5. Pada tahun 363 H. datang seorang laki-laki dari Romawi. Saat ia mendekati Hajjar Aswad, ia mengambil cangkul dan memukulkannya dengan kuat ke pojok tempat Hajjar Aswad hingga berbekas. Ketika ia akan mengulangi perbuatannya, seorang Yaman datang dan menikamnya sampai roboh.

6. Pada tahun 413 H. Bani Fatimiyah mengirim sebagian pengikutnya dari Mesir di bawah pimpinan Hakim Al Abidi, di antaranya ada seorang laki-laki yang berkulit merah dan berambut pirang serta berbadan tinggi besar, sebelah tangannya menghunus pedang sedang, tangan sebelahnya memegang pahat, lalu dipukulkannya ke Hajjar Aswad sebanyak tiga kali hingga pecah dan berjatuhan, sambil berkata, "Sampai kapan Batu hitam ini disembah, sekarang tidak ada Muhammad atau Ali yang dapat melarangku dari perbuatanku, kini aku ingin menghancurkan Kakbah." Kemudian pasukan berkumpul untuk membunuh dia dan berikut para pembantunya.

7. Pada tahun 990 H. datang seorang laki-laki asing (bukan orang Arab) membawa sejenis kampak dan dipukulkannya ke Hajjar Aswad, Pangeran Nashir menikamnya dengan belati hingga mati.

8. Di akhir bulan Muharram tahun 1351 H. datang seorang laki-laki dari Afghanistan. Ia mencungkil pecahan Hajjar Aswad dan mencuri potongan kain Kiswah serta sepotong perak pada tangga Kakbah. Penjaga masjid mengetahui perbuatan itu kemudian menangkapnya, diapun dihukum mati. Pada tanggal 28 Rabiul Akhir tahun 1351 H. datang Raja Abdul Aziz bin Abdur Rahman Al Faisal As Saud ke Mesjidharam dalam rangka perekatan pecahan Hajjar Aswad akibat perbuatan tentara terkutuk tadi. Perekatan tersebut dilakukan setelah diadakan penelitian oleh para ahli untuk menentukan bahan khusus yang digunakan untuk merekat batu pecahan Hajjar Aswad yaitu berupa bahan kimia yang dicampur dengan minyak misik dan ambar.

Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita, & Subhanallah Batu Hajjar Aswad ini ternyata bisa mengambang di air.

Lingkaran Hajjar Aswad
Awalnya, Hajjar Aswad tidak dihiasi dengan lingkaran pita perak di sekelilingnya. Lingkaran itu dibuat pada masa-masa berikutnya. Menurut Abu al-Walid Ahmad bin Muhammad al-Azraki (M. 203 H) seorang ahli sejarah kelahiran Mekah, Abdullah bin Zubair adalah orang pertama yang memasang lingkaran pita perak di sekeliling Hajjar Aswad, setelah terjadi kebakaran pada Kaabah. Pemasangan pita perak itu dilakukan agar Hajjar Aswad tetap utuh dan tidak mudah pecah. Pemasangan pita perak berikutnya dilakukan pada 189 H, ketika Sultan Harun ar-Rasyid, Khalifah Uthmaniah (memerintah tahun 786-809 M), melakukan umrah di Masjidil Haram. Ia memerintahkan Ibnu at-Tahnan, seorang pengukir perak terkenal ketika itu, untuk menyempurnakan lingkaran pita perak di sekeliling Hajjar Aswad dan membuatnya lebih berkilat dan berkilau.

Usaha berikutnya dilakukan oleh Sultan Abdul Majid, Khalifah Uthmaniah (1225-1277 H/1839-1861 M). Pada tahun 1268 H, baginda menghadiahkan sebuah lingkaran emas untuk dililitkan pada Hajjar Aswad, sebagai pengganti lingkaran pita perak yang telah hilang. Lingkaran emas itu kemudian diganti lagi dengan lingkaran perak oleh Raja Abdul Aziz, Khalifah Uthmaniah (1861-1876 M). Pada 1331 H, atas perintah Sultan Muhammad Rasyad (Muhammad V, memerintah pada tahun 1909-1918), lingkaran pita perak itu diganti dengan lingkaran pita perak yang baru. Untuk menjaga dan mengekalkan keutuhannya.

Sumber :
http://www.republika.co.id/berita/36611/Sejarah_Hajar_Aswad
http://islamhadhari.net/?p=846
http://unik.bengkel-matematika.com/misteri-batu-hajar-aswad.html
 
waaaah thank you sis,... dah habis ane baca,......
 
semoga mereka yang salah paham terhadap Hajjar Aswad.. baca deh :)
 
kayaknya Bo Owl perlu baca yang ginian.....;)

nice posting mba....\m/
 
sekedar info..
Hajjar Aswad ntu haruum banget..

dan ada juga parfum orang Arab, dan kabarnya dahulu dipakai juga oleh Nabi, mereknya Hajjar Aswad. dan harumnya terus melekat, walau kita udah mandi tujuh kali..!!

pengalaman pribadi temanku mencium Hajjar Aswad sama sekali jangan ditiru, karena mengabaikan nyawa. Namun ini sungguh Kuasa Allah.. dia diselamatkan dua kali oleh orang yang sama secara kebetulan..!

jadi ceritanya.. Last Day di Makkah Al-Mukarromah, sebelum harus ke Madina Al-Munawarroh..
dia bilang sama Mama, "Ma, itu Ka'bah udah agak sepi.. aku pengen sekali mencium Hajjar Aswad.."
Trus kata Mamanya, "Ayo.."
Emang, dari pintu ke 99, di sekeliling Ka'bah memang lebih sepi dari kemarin-kemarin. Karena mungkin jama'ah udah banyak yang selesai Haji, lalu pulang ke negaranya masing-masing atau udah pada berangkat ke Madina.
Dan temanku tuh melihat di sekitar Hajjar Aswad hanya ada beberapa gelintir orang. Mereka berjalan ke sana.. tapi.. beberapa meter sebelum sampai.. woahh mendadak sangat ramai, dan penuh sesak! Temanku hampir membatalkan niatnya, saat ada seorang jamaah asal India terinjak, dan harus dikeluarkan dari kerumunan. Tapi kata Mamanya, "Ayo, kapan lagi bisa? Mumpung ada kesempatan.."
Mereka pun mendesak menerobos kerumunan itu. Dan semakin penuh sesak aja itu di sekitar Hajjar Aswad.

Hingga akhirnya, mereka sampai di depan Hajjar Aswad, dengan badan sakit semua karena berdesak-desakan. Trus ada seorang pria arab berbadan besar, putih bersih, dan sangat tampan. Ia bertanya, "Do you want to kiss Hajjar?" temenku jawab, "Yes.."
Dia langsung memegangi temanku itu.. dan berusaha agar dia gak terjepit, lalu menggendongnya, untuk mencium Hajjar Aswad. Karena Hajjar Aswad memang agak tinggi..
Selesai menciumnya.. No Exit Road!! gak bisa balik ke jalan yang sama. Tiba-tiba seorang Laskar (kalo di arab, polisi na disebut Laskar) bertubuh kurus, dia kan berdiri di depan pintu Ka'bah. Dia bilang ke temenku supaya memegang tangannya (bergelantungan), dan dia akan menarik temanku, kemudian mamanya agar bisa keluar dari kerumunan itu.. Pengalaman berdiri di depan pintu Ka'bah yang sungguh tinggi.. adalah luar biasa. Yang lebih luar biasa.. adalah.. pas temenku sama mamanya harus bisa sampai di luar kerumunan.
Tiba-tiba.. orang yang sama dengan yang membantu mencium Hajjar Aswad itu.. ada di ujung!!
Temanku yang selalu sopan dan santun dalam bersikap agak ragu saat harus menginjak bahu orang-orang yang lebih tua darinya. Namun orang-orang yang kebetulan orang Indonesia bilang, "Gak papa.."
Serasa kayang.. akhirnya nyampe di tempat orang arab itu berdiri.. digendong lagi!!
Aduh susah payah baru bisa meregangkan otot-otot. Trus mereka didatangin oleh dua orang Pakistan.. suami-istri. Ditawarin minum. Dari ekspresinya.. mereka kagum dengan keberanian temenku & mamanya itu.. hahaha tubuh mereka tergolong pendek dan kecil :)
 
Maw nanya nich..

Hajjar Aswad itu ada artinya gak?

Terus klo saya perhatikan koq "pita perak" yg melindungi Hajjar Aswad bentuknya seperti Yoni (Lingga Yoni (dlm Hindu)) dilihat dari atas?ini kebetulan atau memang disengaja?

nb: gak niat flame lho..
 
Hajjar = Batu
Aswad = Hitam
Batu itu melekat pada Ka'bah :)
lingkaran perak itu.. adalah covernya :)
dan setiap beberapa waktu sekali pasti diganti :)
gunanya lingkaran hitam itu.. (kalo menurutku.. sepanjang pengetahuanku) kayaknya untuk pegangan.. bagi yang mungkin badannya kecil, dan butuh digendong.. sementara badannya digendong orang.. kedua tangan bisa pegangan ke lingkaran perak itu.. (i ever touch it too.. ;)) )
 
Hajjar = Batu
Aswad = Hitam
Batu itu melekat pada Ka'bah :)
lingkaran perak itu.. adalah covernya :)
dan setiap beberapa waktu sekali pasti diganti :)
gunanya lingkaran hitam itu.. (kalo menurutku.. sepanjang pengetahuanku) kayaknya untuk pegangan.. bagi yang mungkin badannya kecil, dan butuh digendong.. sementara badannya digendong orang.. kedua tangan bisa pegangan ke lingkaran perak itu.. (i ever touch it too.. ;)) )

Wah saya jadi pengen kesana teh... :-bd
 
Wah saya jadi pengen kesana teh... :-bd

kalau emang niat... insyaallah pasti kesampaian..
tapi kalau mau cium Hajjar Aswad dan menyentuh Ka'bah gak boleh maksa sampai mengabaikan nyawa.. ini yang disebut haram dan syirik :)
ciumlah batu Hajjar Aswad, bukan karena batu tersebut semulia Allah. karena Hajjar Aswad hanyalah batu biasa.. namun, memiliki barokah.. karena Allah yang memerintahkan untuk mencari batu tersebut, dan sunnah menciumnya.. karena para Nabi dahulu.. (yang aku tau dari cerita-cerita sih ya Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Nabi Muhammad yang sering mencium batu tersebut..)

ada cerita lucu tentang Hajjar Aswad..
ni dari temanku..

ketika berhaji.. ada teman satu kloter, seorang bapak tua yang benar-benar minim pendidikan, dan.. maaf, dari desa, dan kurang pergaulan. yang dia tau cuman sawah & kebo. dia berhaji, dibiayain sama seorang yang memang suka membiayai haji muslim lain.
saat di maktab.. kebetulan nginep di Misfalah I. Lumayan dekat ke Masjidil Haram.. :) dengan berjalan kaki, kira-kira 15 menit dah nyampe. Pak Haji ini sering mendengar bahwa jamaah lainnya berhasil mencium Hajjar Aswad. Lalu dia bertanya dengan bahasa madura (aku terjemahin wae). "Di mana sih, Hajjar Aswad itu?" lalu dijawab sama teman satu maktabnya, bahwa Hajjar Aswad terletak disudut Ka'bah.. Pak Haji ini.. mengira, bahwa Ka'bah adalah seluruh wilayah Masjidil Haram.. perlu diketahui.. saking luas dan lebarnya ntu Masjidil Haram.. sampai bingung menentukan mana sudutnya ;))
Pak Haji pun nyari dari sudut ke sudut.. wah.. capek ntu.. lah wong dari sudut yang satu ke sudut yang lain jaraknya kayak satu kecamatan ;))
Dia agak kecapekan.. trus duduk bentar, dan karena sudah masuk waktu ashar.. dia sholat..

Malam hari dia pulang. tampak kegirangan bercampur heran di wajahnya. Ia pun cerita sama temen-temen satu maktab, katanya udah mencium Hajjar Aswad. namun ia terheran.. kenapa yang katanya Hajjar Aswad itu harum.. kok di hidung dia baunya ameng?? maksudnya apek..

setelah ditelisik.. gak taunya.. ntu Pak Haji, pas sholat.. dan sedang melakukan gerakan sujud.. di depannya ada orang Iran.. wanita Iran selalu pakai baju lebar (abayah) warna hitam. hahahahhahaa pas sujud, kepala si Pak Haji gak sengaja ketutupan ama rok baju wanita Iran itu.. dia sudah melihat warna hitam.. ;)) dikiranya Hajjar Aswad..
sontak aja.. diketawain ama temen-temennya. trus dia pun dikasih tau.. Hajjar Aswad ntu di mana.. ;)) ditunjukin pula.. dan akhirnya bisa cium Hajjar Aswad yang sesungguhnya.
 
kalau emang niat... insyaallah pasti kesampaian..
tapi kalau mau cium Hajjar Aswad dan menyentuh Ka'bah gak boleh maksa sampai mengabaikan nyawa.. ini yang disebut haram dan syirik :)
ciumlah batu Hajjar Aswad, bukan karena batu tersebut semulia Allah. karena Hajjar Aswad hanyalah batu biasa.. namun, memiliki barokah.. karena Allah yang memerintahkan untuk mencari batu tersebut, dan sunnah menciumnya.. karena para Nabi dahulu.. (yang aku tau dari cerita-cerita sih ya Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Nabi Muhammad yang sering mencium batu tersebut..)

ada cerita lucu tentang Hajjar Aswad..
ni dari temanku..

ketika berhaji.. ada teman satu kloter, seorang bapak tua yang benar-benar minim pendidikan, dan.. maaf, dari desa, dan kurang pergaulan. yang dia tau cuman sawah & kebo. dia berhaji, dibiayain sama seorang yang memang suka membiayai haji muslim lain.
saat di maktab.. kebetulan nginep di Misfalah I. Lumayan dekat ke Masjidil Haram.. :) dengan berjalan kaki, kira-kira 15 menit dah nyampe. Pak Haji ini sering mendengar bahwa jamaah lainnya berhasil mencium Hajjar Aswad. Lalu dia bertanya dengan bahasa madura (aku terjemahin wae). "Di mana sih, Hajjar Aswad itu?" lalu dijawab sama teman satu maktabnya, bahwa Hajjar Aswad terletak disudut Ka'bah.. Pak Haji ini.. mengira, bahwa Ka'bah adalah seluruh wilayah Masjidil Haram.. perlu diketahui.. saking luas dan lebarnya ntu Masjidil Haram.. sampai bingung menentukan mana sudutnya ;))
Pak Haji pun nyari dari sudut ke sudut.. wah.. capek ntu.. lah wong dari sudut yang satu ke sudut yang lain jaraknya kayak satu kecamatan ;))
Dia agak kecapekan.. trus duduk bentar, dan karena sudah masuk waktu ashar.. dia sholat..

Malam hari dia pulang. tampak kegirangan bercampur heran di wajahnya. Ia pun cerita sama temen-temen satu maktab, katanya udah mencium Hajjar Aswad. namun ia terheran.. kenapa yang katanya Hajjar Aswad itu harum.. kok di hidung dia baunya ameng?? maksudnya apek..

setelah ditelisik.. gak taunya.. ntu Pak Haji, pas sholat.. dan sedang melakukan gerakan sujud.. di depannya ada orang Iran.. wanita Iran selalu pakai baju lebar (abayah) warna hitam. hahahahhahaa pas sujud, kepala si Pak Haji gak sengaja ketutupan ama rok baju wanita Iran itu.. dia sudah melihat warna hitam.. ;)) dikiranya Hajjar Aswad..
sontak aja.. diketawain ama temen-temennya. trus dia pun dikasih tau.. Hajjar Aswad ntu di mana.. ;)) ditunjukin pula.. dan akhirnya bisa cium Hajjar Aswad yang sesungguhnya.

hehehehehe

lucu juga pa haji...

Terus terang bukan berniat takabur dan sombong, mungkin dari non materi yang lebih berat saya rasakan, karena untuk meng-implementasikan Ibadah Haji tentu seusai perumpamaan : makin tinggi pohon, makin kencang anginnya.

Solat wajib saja saya kadang alpha karena kesibukan dan kemalasan dan alasan pembenaran yang ada. Itulah ketakutan saya.

Tapi mungkin dengan berada disana, saya akan berubah dan Allah Ta'ala membuka dan memberi jalan berkah dan karohmahNya... Amin.

Wallahualam...
 
hehehehehe

lucu juga pa haji...

Terus terang bukan berniat takabur dan sombong, mungkin dari non materi yang lebih berat saya rasakan, karena untuk meng-implementasikan Ibadah Haji tentu seusai perumpamaan : makin tinggi pohon, makin kencang anginnya.

Solat wajib saja saya kadang alpha karena kesibukan dan kemalasan dan alasan pembenaran yang ada. Itulah ketakutan saya.

Tapi mungkin dengan berada disana, saya akan berubah dan Allah Ta'ala membuka dan memberi jalan berkah dan karohmahNya... Amin.

Wallahualam...

;)) amin, deh untuk Kang Cimo :)
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.