Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Bumi sudah terbentuk sekitar 4,54 milyar tahun yg lalu & sayangnya tak ada manusia yg hidup selama 4,54 milyar tahun yg dapat menceritakan seluruh sejarah dari awal hingga akhir. Umur manusia itu terbatas sehingga manusia terkadang meninggalkan catatan-catatan untuk diberikan pada keturunannya di masa depan.
Meski begitu tak ada siapapun yg dapat menjamin bahwa catatan-catatan tersebut benar. Menurut catatan sejarah Perang Dunia 1 terjadi karena pembunuhan Archduke Franz Ferdinand dari Austria namun sebenarnya siapa yg mencatat itu & mengapa dia menyimpulkan demikian? Mungkin saja Archduke Ferdinand tidak dibunuh oleh Gavrilo Princip melainkan dibunuh 'melalui' Gavrilo.
Okay, yg jelas itu semua cuma imajinasi saja karna kebenarannya entah siapa yg tahu. Fakta-fakta sejarah ini memang terkadang membingungkan karna kejadian yg nyata tak dapat dibuktikan sendiri & belum tentu juga orang yg menulis kejadian tersebut menulis dengan sudut pandang netral.
Hal yg menarik untuk dibahas mengenai ini adalah sejarah kerja paksa pembangunan jalan Anyer-Panarukan. Di pelajaran sejarah Smp kita diajari bahwa Daendels dari Belanda memaksa para penduduk disana untuk bekerja tanpa diupah. Konon banyak sekali orang yg mati dalam proses pembangunannya & hal itu menciptakan nama Daendels ditulis dengan lumpur dalam catatan sejarah Indonesia.
Namun ternyata, Daendels membayar para pekerjanya dengan 30 ribu ringgit & juga uang kertas yg banyak namun uang tersebut tak pernah hingga ke tangan para pekerja, uangnya di korupsi oleh bupati setempat. Edan oh edan!
Memang sih, untuk menggambarkan kekejaman Belanda beberapa kebohongan memang diperlukan. Rasanya jauh lebih impresif kalau dalam catatan sejarah dituliskan bahwa rakyat Indonesia mengamuk karna kerja paksa dibandingkan pihak Belanda yg membayar para pekerja dengan baik. Apa fakta yg dapat kita dapat disini? Sejarah ditulis oleh pemenang.
Perang dunia kedua dimenangkan oleh pihak sekutu dengan di bomnya Nagasaki & Hiroshima. Namun bagaimana kalau Nazi lah yg memenangkan perang dunia kedua? Apakah sejarah yg kita pelajari di sekolah akan berbeda? Selama ini kita melihat Nazi sebagai organisasi jahat & Hitler sebagai diktator namun kalau saja mereka menang perang nama mereka mungkin akan dicatat sebagai pahlawan.
Pada akhirnya kebenaran itu nggak penting. Apa yg harap dihinggakan oleh pemenang maka itu akan dicatat sebagai kebenaran. Kebenaran akan menang? Tentu saja, siapapun yg memenangkan perang akan jadi kebenaran.
Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya.
sumur Hari ini 19:16