Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pada masa lampau, ketika tanah Jawabelum mengenal hukum & tata hidup yg tertata, kekuasaan berada di tangan mereka yg kuat & kejam. Rakyat hidup dalam ketakutan, karena yg berkuasa saat itu adalah Dewata Cengkar, raja bengis yg memerintah dengan kekerasan. Ia tidak cuma merampas harta & kebebasan rakyatnya, tetapi juga menjadikan manusia sebagai santapan. Negeri Jawa kehilangan arah & keseimbangan.
Di tengah kekacauan itulah datang seorang pendatang dari seberang lautan bernama Aji Saka. Ia bukan dewa, bukan pula makhluk sakti, melainkan manusia yg membawa pengetahuan & tatanan hidup. Bersamanya, Aji Saka membawa ide tentang hukum, bahasa, & cara hidup yg beradab sesuatu yg belum diketahui oleh masyarakat Jawa kala itu.
Dalam perjalanannya, Aji Saka tidak sendirian. Ia ditemani oleh dua pengikut loyal yg sudah mengabdi sejak lama, Dora & Sembada. Keduanya diketahui jujur, teguh memegang janji, & tidak pernah membantah perintah. Kesetiaan mereka kepada Aji Saka bukan karena takut, melainkan karena keyakinan bahwa tuannya membawa kebenaran.
Sebelum menghadapi Dewata Cengkar, Aji Saka menitipkan sebuah pusaka kepada Sembada. Ia berpesan dengan tegas supaya pusaka itu dijaga sebaik mungkin & tidak diberikan kepada siapa pun kecuali kepada Aji Saka sendiri. Sembada menerima perintah itu tanpa ragu, sebab baginya, amanah adalah kehormatan yg harus dijaga hingga mati.
Dengan kecerdikan & strategi, Aji Saka akhirnya berhasil menumbangkan Dewata Cengkar. Kekejaman berakhir, & rakyat Jawa menyambut perubahan dengan asa baru. Aji Saka kemudian diangkat jadi pemimpin, membawa hukum & keteraturan ke tanah Jawa. Namun di tengah kesibukan memerintah, ia lupa pada pusaka yg sudah dititipkannya.
Untuk mengambil pusaka tersebut, Aji Saka mengutus Dora. Dora menjalankan perintah itu dengan penuh keyakinan. Ia datang menemui Sembada & menyampaikan bahwa Aji Saka meminta pusaka itu dikembalikan. Namun Sembada menolak, karena ia cuma menerima perintah untuk menyerahkan pusaka kalau Aji Saka datang sendiri.
Di tengah kekacauan itulah datang seorang pendatang dari seberang lautan bernama Aji Saka. Ia bukan dewa, bukan pula makhluk sakti, melainkan manusia yg membawa pengetahuan & tatanan hidup. Bersamanya, Aji Saka membawa ide tentang hukum, bahasa, & cara hidup yg beradab sesuatu yg belum diketahui oleh masyarakat Jawa kala itu.
Dalam perjalanannya, Aji Saka tidak sendirian. Ia ditemani oleh dua pengikut loyal yg sudah mengabdi sejak lama, Dora & Sembada. Keduanya diketahui jujur, teguh memegang janji, & tidak pernah membantah perintah. Kesetiaan mereka kepada Aji Saka bukan karena takut, melainkan karena keyakinan bahwa tuannya membawa kebenaran.
Sebelum menghadapi Dewata Cengkar, Aji Saka menitipkan sebuah pusaka kepada Sembada. Ia berpesan dengan tegas supaya pusaka itu dijaga sebaik mungkin & tidak diberikan kepada siapa pun kecuali kepada Aji Saka sendiri. Sembada menerima perintah itu tanpa ragu, sebab baginya, amanah adalah kehormatan yg harus dijaga hingga mati.
Dengan kecerdikan & strategi, Aji Saka akhirnya berhasil menumbangkan Dewata Cengkar. Kekejaman berakhir, & rakyat Jawa menyambut perubahan dengan asa baru. Aji Saka kemudian diangkat jadi pemimpin, membawa hukum & keteraturan ke tanah Jawa. Namun di tengah kesibukan memerintah, ia lupa pada pusaka yg sudah dititipkannya.
Untuk mengambil pusaka tersebut, Aji Saka mengutus Dora. Dora menjalankan perintah itu dengan penuh keyakinan. Ia datang menemui Sembada & menyampaikan bahwa Aji Saka meminta pusaka itu dikembalikan. Namun Sembada menolak, karena ia cuma menerima perintah untuk menyerahkan pusaka kalau Aji Saka datang sendiri.
Source More Click : PecuniaID