• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Segitiga Bermuda

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Th0R
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
lha? terus yg kompas ngaco gmn penjelasan "pasti" nya?
weks, ternyata udh sering ada yg lewat toh../omg
bneran? klo bsk wa coba lewat sana n ilang gmn? /gg /heh /gawi
 
yg kompas ngaco itu penjelasannya berhubungan dgn posisi bintang yg agak aneh disana, g jg rada bingung itu jelasinnya >.<
 
tunggu gw kemaren simpen bacaan ttg segitiga bermuda yg gw sambung2....

Fenomena Segitiga Bermuda
Wilayah laut di selatan Amerika Serikat dengan titik sudut Miami (di Florida), Puerto Rico (Jamaica), dan Bermuda ini, telah berabad-abad menyimpan kisah yang tak terpecahkan. Banyak hal misterius yang terjadi di sini bahkan dicatat oleh pengembara samudera seperti Christopher Columbus.

Pada tahun 1492, saat Columbus hendak mengakhiri perjalanan jauhnya menuju dunia barunya, Amerika, ia sempat melihat pemandangan ganjil di wilayah ini. Di tengah suasana laut yang terasa aneh, jarum kompas di kapalnya beberapa kali berubah-ubah. Padahal cuaca saat itu sangat baik. Tidak cuma itu. Tak jauh dari kapal, pada suatu malam tiba-tiba para awaknya dikejutkan dengan munculnya bola-bola api yang terjun begitu saja ke dalam laut. Mereka juga menyaksikan lintasan cahaya dari arah ufuk yang menghilang begitu saja.

Columbus masih beruntung hanya diperlihatkan pemandangan aneh. Sebab menurut catatan kebaharian, banyak korban hilang ditelan Segitiga Bermuda. Peristiwa terbesar yang pernah terjadi di wilayah ini adalah lenyapnya sebuah kapal berbendera Inggris, Atalanta, pada 1880. Kapal yang ditumpangi tiga ratus kadet dan perwira AL Inggris itu raib begitu saja. Selain Atalanta, Segitiga Bermuda juga telah menelan ratusan kapal lainnya.

Segitiga Bermuda pernah memangsa puluhan pesawat yang melintasinya. Kasus yang diketahui sekitar 1990 lalu adalah hilangnya rombongan lima Grumman TBF Avenger AL AS yang tengah berpatroli melintasi wilayah laut ini pada siang hari tanggal 5 Desember 1945. Setelah sekitar dua jam terbang, komandan penerbangan melaporkan bahwa dirinya dan anak buahnya seperti mengalami disorientasi. Beberapa menit kemudian kelima pesawat TBF Avenger ini pun raib secara misterius tanpa sempat memberi sinyal SOS.

Anehnya lagi, saat sebuah pesawat SAR jenis Martin PBM-3 Mariner dikirim untuk mencari TBF Avenger, pesawat amfibi gemuk dengan tiga belas awak ini pun ikut-ikutan lenyap di sana. Besoknya ketika wilayah-wilayah laut yang diduga menjadi tempat kecelakaan keenam pesawat itu disapu enam pesawat penyelamat pantai dengan 27 awak, tak satu pun serpihan pesawat yang berhasil ditemukan. Hilang tanpa meninggalkan jejak.

Setelah sekian tahun berlalu, sekitar 1990, seorang peneliti tanpa disengaja berhasil menemukan onggokan kerangka pesawat di lepas pantai Fort Launderdale, Florida. Lebih mengejutkan lagi, ketika dicocokkan, onggokan metal itu ternyata bagian dari kelima TBF Avenger.

Kasus lainnya adalah hilangnya pesawat transpor C-119 Flying Boxcar pada 7 Juni 1965. Pesawat berbadan besar dengan mesin ganda milik AU AS bermuatan kargo ini, hari itu pukul 07.47 waktu setempat lepas landas dari Lanud Homestead. Pesawat dengan 10 awak ini terbang menuju lapangan terbang Grand Turk, Bahama, dan diharapkan mendarat pukul 11.23. Pesawat ini sebenarnya hampir menuntaskan perjalanannya, kontak radio masih terdengar hingga pukul 11. Anehnya, Boxcar tak pernah sampai tujuan.

Seketika itu pula tim SAR terbang menyapu wilayah seluas 100.000 mil persegi yang diduga menjadi tempat kandasnya C-119. Namun hasilnya benar-benar nihil. Sama seperti hilangnya pesawat-pesawat lainnya di wilayah ini, tak satu pun serpihan pesawat atau tubuh manusia ditemukan.

Begitulah nasib C-119 Flying Boxcar yang tak pernah terpecahkan hingga kini. Di antara kapal atau pesawat yang raib di wilayah Segitiga Bermuda nasibnya selalu sama. Terjadi ketika cuaca sedang baik, tak ada masalah teknis, kontak radio berjalan biasa, tetapi si pelintas tiba-tiba menghilang begitu saja. Dan, tanpa meninggalkan jejak sama sekali.

Selama ini, banyak teori yang berusaha menjawab kejadian-kejadian aneh di wilayah Segitiga Bermuda ini. Ada yang menyebut teori pelengkungan waktu, medan gravitasi terbalik, abrasi atmosfer, dan ada juga teori anomali magnetik-gravitasi. Selain itu ada juga yang mengaitkannya dengan fenomena gampa laut, serangan gelombang tidal, hingga lubang hitam yang hanya terjadi di angkasa luar sana. Bahkan ada yang menghubungkannya dengan makhluk asing dari luar angkasa alias UFO. Aneh-aneh memang analisanya, namun tetap saja tidak mampu menjelaskan fenomena misterius itu.



Menghubungkan dgn teori lorong waktu

[U]Kasus hilangnya orang atau pesawat secara misterius telah menarik perhatian sejumlah ilmuwan Barat. Salah satu teori yang sempat menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan dalah teori lintas lorong waktu.

(Erabaru.or.id) - Ilmuwan Amerika Ado Snandick berpendapat, mata manusia tidak bisa melihat keberadaan suatu benda dalam ruang lain, itulah obyektifitas keberadaan lorong waktu. Dalam sejarah, orang, kapal-kapal, pesawat terbang dan lain-lain sebagainya yang hilang secara misterius seperti yang sering kita dengar di perairan Segitiga Bermuda, sebenarnya adalah masuk ke dalam lorong waktu yang misterius ini.

Baru-baru ini, melalui penelitian dan analisis yang mendalam, ilmuwan terkenal Amerika, John Buckally telah mengemukakan teori sebagai berikut. Pertama, obyektifitas keberadaan lorong waktu bersifat kematerialan, tidak terlihat, tidak dapat disentuh, tertutup untuk dunia fana kehidupan umat manusia, namun tidak mutlak karena terkadang ia akan membukanya. Kedua, lorong waktu dengan dunia manusia bukanlah suatu sistem waktu, setelah memasuki seperangkat sistem waktu, ada kemungkinan kembali ke masa lalu yang sangat jauh, atau memasuki masa depan, karena di dalam lorong waktu tersebut, waktu dapat bersifat searah maupun berlawanan arah, bisa bergerak lurus juga bisa berbalik, dan bahkan bisa diam secara relatif.

Ketiga, ruang fisik kita di bumi, jika memasuki lorong waktu, berarti hilang secara misterius, dan jika keluar dari lorong waktu itu, maka artinya muncul lagi secara misterius. Disebabkan lorong waktu dan bumi bukan merupakan sebuah sistem waktu, dan karena waktu bisa diam membeku, maka meskipun telah hilang selama 3 tahun, 5 tahun, bahkan 30 atau 50 tahun, waktunya sama seperti dengan satu atau setengah hari.

Secara lebih jelas, Master Li Hongzhi dalam ceramahnya di Amerika Utara tahun 2002 mengatakan, "Pada dasarnya didalam alam semesta, terdapat ruang dimensi yang berbeda, dan disetiap ruang dimensi terdapat waktu yang berbeda pula. Didalam alam semesta dari besar hingga kecil, dari mikrokosmis tak terbatas hingga makrokosmis tak terbatas terdapat partikel yang tak terhitung jumlahnya, dan pada setiap partikel mempunyai waktu yang berdiri sendiri, masing-masing waktu ada perbedaan panjang dan pendek. Sedangkan partikel dengan lingkup dunia yang besar kecilnya berlainan yang terbentuk oleh partikel tersebut, didalamnya terdapat waktu, partikel dengan badan langit yang semakin besar yang terbentuk oleh partikel-partikel tak terhitung masih terdapat waktu didalamnya, kelompok partikel raksasa yang eksis secara keseluruhan dari partikel satu tingkatan, didalamnya masih terdapat waktu yang lebih besar. Waktu dalam alam semesta banyaknya sama seperti kehidupan alam semesta tak dapat dihitung, lagipula alam semesta secara keseluruhan masih terdapat satuan waktu yang menyeluruh, didalamnya terdapat waktu yang banyaknya tak terhitung yang secara kongkrit berfungsi dalam tiap-tiap ruang dimensi, semua ini diciptakan untuk pola eksistensi para mahluk dalam ruang dimensi yang berbeda. Dengan demikian ada ruang dimensi yang waktunya cepat, ada ruang dimensi yang niscaya waktunya lambat."

Pada kenyataan, kadang kala suatu ruang dimensi terdapat celah kebocoran (menjadi lorong waktu) sehingga ketika ada makhluk lain yang memasuki ruang dimensi itu, meskipun sepertinya sebentar akan tetapi dalam ruang dimensinya sudah berlalu puluhan tahun. Wajar saja jika seseorang tersesat di dimensi lain, begitu kembali ke dimensinya, secara fisik usianya tidak berubah, masih seperti dulu. Kasus orang hilang dan fenomena di Segitiga Bermuda, bisa dijelaskan dengan konsep perbedaan waktu antardimensi ini.[/U]

apa iya di segitiga bermuda ada terowongan waktu ke dunia lain?/hmm ,suatu misteri
 
kita coba yuk untuk membuktiknnya /heh sampe sekarang sih blom ada yg bisa buktiin tuh /swt
 
wah ada yg mau kasih dana pergi kesana?ahh males tar nyangkut di dimensi lain /gg
 
kalo dimensi Dinosaurus,kalo dimensi yg gak ada kehidupan atau alien2 aneh.

klo dinosaurus kan masih bisa ngumpet sama yg vegetarian tp ngeri ah
 
duh gw masih sayang nyawa dan masih terlalu muda,klo gw udah umur 70an gw bersedia....
 
maksud om alex, banyak ilmuwan kesana, tp selamat gak? /hmm
lha? columbus ngeliat hal itu..OMG..
mungkin disana ada "davy jones" si penguasa laut kali yach? Legenda ttg davy jones itu lho..
 
weks, selamet..Jd yg bner yg mana nich?
trus kalo pesawat yg ilang itu gmn tuch jadinya?
apa udh ketemu sesuatu ttg hilangnya pesawat2 ini?
Tapi sampe colombus jg ngeliat gitu gmn yacxh?
[makin bingung mode=ON]../ho
 
yg pesawat g dah pernah jelasin di thread ini jg cari aja dibelakang belakang, kl colombus itu karena pengaruh bintang jd ga cocok dengan kompas, lalu kl soal bola2 api dan cahaya aneh bayangkan aja saat itu colombos sudah terdesak untuk segera mencari daratan dalam keadaan terombang ambing tanpa kepastian di tengah laut kl km ada disana jg bs berhalusinasi seakan melihat sesuatu
 
hmm, menurut saya sih bukan alien, saya yakin alien itu ada, tapi ga mungkin sembunyi2. Kalo kita sebagai mahluk yg lebih canggih pasti ga akan takut n sembunyi melainkan akan keluar n berkenalan.

jadi yaaaa kayaknya itu cuma gejala alam doang deh kk....
 
yach, penjelasannya dlm b.ing yg "hardcore"../e18
klo yg flight-19 itu mungkin karena cuaca buruk, pilot amatir, dll..
Tp dari post kk magnum, koq yg ilang banyak..walopun semua amatir, tp pasti tau cara2 terbangin pesawat,dll..Masa' isa ilang begitu banyak..Mereka khan terbang di waktu yg beda2, jadi masa' cuaca buruk trus..^^../gawi /hmm
penasaran bngt nich wa..
mungkin ada "dead man's chest" kali disitu../heh <----- kebanyakan nntn pirates of carribean
 
bener2 muter2 thread nya....pusing aku/e14 /e14 /e14 ,Minum Panadol dulu ah/ho
 
bingung bung?? :D

yang menjadi pertanyaan gue tuh, berita-berita itu... kalo emang para penerbang tersebut hilang... kok pihak pemerintah AS tidak melakukan pencarian secara besar-besaran di kawasan tersebut???
Yang hilang kan penduduk sipil AS, apa presidennya tidak punya tanggung jawab kemanusiaan??
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.