Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hai sist, gan ....
Apakabar dengan hari ini? Apa yg kalian rasain? Seneng atau sedih. Buat yg lagi seneng, selamat ya? Kalau lagi sedih, gak papa, begitulah hidup. Gak mungkin seneng terus, pasti ada kalanya sedih. Hari ini saya lagi pengin bahas yg sedih-sedih aja dech.
1. Kalian pernah gak sih punya teman yg nusuk dari belakang? Kelihatannya dia itu care sama kita, tetapi di belakang ngejelekin kita. Misalnya saya kasih contoh:
Di depan: Alhamdulillah, saya ikut seneng anda punya mobil.
Di belakang: Halah dia punya mobil paling cari duwitnya gak halal.
Kayak gitu bikin gak sedih gimana coba? Kalau faktanya tidak sesuai dengan yg diomongin. Tapi mau gimana lagi, kita gak dapat ngontrol mulut orang. Kita dapat aja ngasih tahu kalau itu gak bener, tetapi gak dapat maksa orang harus menerima saran & mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Selain kalian sedih, pasti amarah memuncak ketika orang mengatakan hal yg tidak bener kepada kita. Kalau amarah datang silakan dilampiaskan karena dengan pelampiasan menciptakan kalian semakin tenang. Jangan dipendem!
Perlu diingat! Pelampiasan amarah harus dengan cara yg tepat. Jangan hingga melampiaskan amarah dengan merugikan diri-sendiri atau orang lain! Contoh amarah yg merugikan:
Mecahin kaca di depan orang.
Hal ini dapat berpotensi merugikan diri-sendiri, ketika pecahan itu melukai tubuh kalian. Merugikan orang lain, kalau pecahan itu mengenai orang tersebut. Merugikan si pemilik kaca, entah pemiliknya kalian sendiri atau orang lain karena kalau kaca itu pecah, bakal nganti dengan kaca baru & butuh uang.
Lampiaskan marah dengan tepat. Misalnya kalian suka menggambarkan, lampiaskan marah dengan gambaran. Kalau kalian suka nulis puisi, tulis aja kemarahan dengan kalimat puitis. Suka olahraga lari, teruslah berlari hingga amarah kalian berkurang, tetapi harus disesuaikan dengan kemampuan.
3. Ketika menerima kesedihan yg kalian rasakan apa? Mayoritas pasti gini, kok hidup gue gini ya? Kenapa harus gue gini? Ngenes amat hidup gue, kenapa gue sesedih ini? Gue harus gimana, kenapa jadi seperti ini?
Wajar kok. Bertanya-tanya seperti itu, tetapi jangan sekedar bertanya aja ya? Kalian harus berpikir lebih luas. Mungkin Tuhan ngasih cobaan kayak gini biar saya lebih kuat, biar semakin dekat sama Tuhan, contohnya kasih motivasi positif buat diri kalian seperti itu.
4. Sumpah kalau yg ini parah banget, tetapi kalian harus pintar dalam menyikapinya. Kalian pernah sedih berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan? Saya tidak akan menyalahkan, kenapa hingga sesedih itu karena saya tidak merasakan apa yg kalian rasakan?
Misal nih orang tua meninggal. Mayoritas kalian gak mungkin sedihnya cuman hitungan menit atau jam. Paling dikit dalam hitungan hari. Oke, orang bilang udah takdir, tetapi prakteknya gak semudah itu untuk mengikhlaskan.
Kalau kalian merasakan kesedihan mendalam alihkan dengan kegiatan yg menciptakan happy.
5. Belajarlah menerima kesedihan sebagaimana kalian menerima kesenangan. Karena sedih & bahagia itu akan sering ada dalam kehidupan, walaupun kita berharapnya seneng terus, tetapi itu gak mungkin.
Selamat kembali beraktivitas. Semoga bermanfaat
070623
Janeeta Mz Hari ini 14:41
Sumber gambar
Apakabar dengan hari ini? Apa yg kalian rasain? Seneng atau sedih. Buat yg lagi seneng, selamat ya? Kalau lagi sedih, gak papa, begitulah hidup. Gak mungkin seneng terus, pasti ada kalanya sedih. Hari ini saya lagi pengin bahas yg sedih-sedih aja dech.
Kamu sedih karena apa sist, gan?
1. Kalian pernah gak sih punya teman yg nusuk dari belakang? Kelihatannya dia itu care sama kita, tetapi di belakang ngejelekin kita. Misalnya saya kasih contoh:
Di depan: Alhamdulillah, saya ikut seneng anda punya mobil.
Di belakang: Halah dia punya mobil paling cari duwitnya gak halal.
Kayak gitu bikin gak sedih gimana coba? Kalau faktanya tidak sesuai dengan yg diomongin. Tapi mau gimana lagi, kita gak dapat ngontrol mulut orang. Kita dapat aja ngasih tahu kalau itu gak bener, tetapi gak dapat maksa orang harus menerima saran & mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Selain kalian sedih, pasti amarah memuncak ketika orang mengatakan hal yg tidak bener kepada kita. Kalau amarah datang silakan dilampiaskan karena dengan pelampiasan menciptakan kalian semakin tenang. Jangan dipendem!
Perlu diingat! Pelampiasan amarah harus dengan cara yg tepat. Jangan hingga melampiaskan amarah dengan merugikan diri-sendiri atau orang lain! Contoh amarah yg merugikan:
Mecahin kaca di depan orang.
Hal ini dapat berpotensi merugikan diri-sendiri, ketika pecahan itu melukai tubuh kalian. Merugikan orang lain, kalau pecahan itu mengenai orang tersebut. Merugikan si pemilik kaca, entah pemiliknya kalian sendiri atau orang lain karena kalau kaca itu pecah, bakal nganti dengan kaca baru & butuh uang.
Lampiaskan marah dengan tepat. Misalnya kalian suka menggambarkan, lampiaskan marah dengan gambaran. Kalau kalian suka nulis puisi, tulis aja kemarahan dengan kalimat puitis. Suka olahraga lari, teruslah berlari hingga amarah kalian berkurang, tetapi harus disesuaikan dengan kemampuan.
3. Ketika menerima kesedihan yg kalian rasakan apa? Mayoritas pasti gini, kok hidup gue gini ya? Kenapa harus gue gini? Ngenes amat hidup gue, kenapa gue sesedih ini? Gue harus gimana, kenapa jadi seperti ini?
Wajar kok. Bertanya-tanya seperti itu, tetapi jangan sekedar bertanya aja ya? Kalian harus berpikir lebih luas. Mungkin Tuhan ngasih cobaan kayak gini biar saya lebih kuat, biar semakin dekat sama Tuhan, contohnya kasih motivasi positif buat diri kalian seperti itu.
4. Sumpah kalau yg ini parah banget, tetapi kalian harus pintar dalam menyikapinya. Kalian pernah sedih berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan? Saya tidak akan menyalahkan, kenapa hingga sesedih itu karena saya tidak merasakan apa yg kalian rasakan?
Misal nih orang tua meninggal. Mayoritas kalian gak mungkin sedihnya cuman hitungan menit atau jam. Paling dikit dalam hitungan hari. Oke, orang bilang udah takdir, tetapi prakteknya gak semudah itu untuk mengikhlaskan.
Kalau kalian merasakan kesedihan mendalam alihkan dengan kegiatan yg menciptakan happy.
5. Belajarlah menerima kesedihan sebagaimana kalian menerima kesenangan. Karena sedih & bahagia itu akan sering ada dalam kehidupan, walaupun kita berharapnya seneng terus, tetapi itu gak mungkin.
Selamat kembali beraktivitas. Semoga bermanfaat
070623
Janeeta Mz Hari ini 14:41