• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Sederet Seniman Datangi KPU

Constantine

IndoForum Senior A
No. Urut
64676
Sejak
19 Feb 2009
Pesan
6.946
Nilai reaksi
320
Poin
83
Di akhir pekan ini, sederet seniman dan budayawan mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mereka bukannya mau tampil di Kantor yang beralamat di Jalan Imam Bonjol ini, namun ingin meminta materi kebudayaan untuk dimasukkan dalam isu sentral tema debat capres dan cawapres pada 18 Juni-2 Juli 2009 nanti.

"Kami mengusulkan isu budaya ini bisa dimasukkan dalam topik pembangunan jati diri bangsa atau topik pendidikan," kata budayawan, Radhar Panca Dahana, di Kantor KPU, Jakarta, Sabtu ( 13/6 ).

Seniman dan budayawan yang hadir diantaranya, Dwiki Darmawan, Jockie Suryoprayogo, Hamsad Rangkuti, Edi Sedyawati, dan Amoroso Katamsi. Kehadiran seniman dan budayawan tersebut diterima oleh Komisioner Andi Nurpati dan I Gusti Putu Artha, serta Sekjen Suripto Bambang Setiadi.

Radhar mengatakan materi seni dan budaya penting untuk dimasukkan dalam topik debat karena merupakan platform dasar kebudayaan. Hal ini merupakan modal persatuan dan kesatuan bangsa, baik di tingkat nasional dan internasional.

Dihadapan para seniman dan budayawan, Andi mengatakan, masukan isu debat capres yang disampaikan oleh para seniman dan budayawan tentunya belum terlambat. Dan peluang untuk memasukan isu itu dalam salah satu dari lima topik debat yang ada, masih bisa dilakukan.

"Masalah budaya dan seni bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan bangsa, upaya mencedaskan bangsa," kata Andi.

Di tempat yang sama, Putu mengatakan, KPU sejak awal sudah mencoba untuk menarik proses pemilu menjadi proses kultural. "Kita menghindari hal-hal yang berbau hura-hura dalam deklarasi pemilu damai, mencoba memasukkan unsur seni, bahwa peristiwa itu menjadi proses budaya," tuturnya.

sumber
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.