Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Beberapa waktu lalu saya menonton acara Indonesia Lawyer Club (ILC) yg saat itu salah satu narasumbernya adalah mantan sekretaris BUMN Pak Said Didu. Dalam kesempatan yg diberikan, beliau menjelaskan kondisi hutang Indonesia dengan mengambil perumpamaan seperti "kapal yg akan karam".
Dari pemaparan beliau, saya jadi harap tahu seberapa akbar sih hutang Indonesia. Dan benarkah segawat itu kondisinya. Penasaran?? Simak penjelasannya setelah pesan-pesan berikut ini.
Seberapa Besar Hutang Indonesia ??
Sebelum kita masuk ke pembahasan yg lebih jauh, mari kita samakan terlebih dulu persepsi hutang yg sudah terlanjur jadi negatif di masyarakat. Tidak semua hutang buruk untuk kondisi keuangan, tinggal bagaimana pengelolaan & kebijakan pinjaman yg diterapkan. Dan soal banyak sedikitnya jumlah hutang juga jadi perhatian bagi saya, karena beberapa akbar masyarakat masih terjebak pada opini subyektif mengenai hutang ini.
Spoiler for gambar untuk pemanis:
Misal, kalau saya beritahu ke orang lain bahwa jumlah hutang Indonesia sebesar Rp 5.000 T. Kemudian orang itu bilang bahwa hutang Indonesia sangat besar, negara kita dikuasai hutang, hingga caci maki pemerintahan karena "rajin hutang" tetapi dia tidak dapat menjelaskan indikator lain sebagai pembanding yg lebih objektif, maka sesungguhnya orang itu terjebak dalam opini subyektif. Padahal kalau dia tahu PDB Indonesia 2019 yg mencapai Rp 15.000 T, mungkin dia akan sedikit merenungkan ucapannya tadi.
Dan kali ini saya akan mencoba mencari tahu seberapa akbar hutang Indonesia, tentunya dengan pembanding yg lebih obyektif. Jika dalam acara ILC kemarin Pak Said Didu membandingkan hutang dengan pendapatan maka saya akan membandingkan hutang dengan ekuitasnya atau dalam rasio solvabilitas disebut Debt to Equity Ratio (DER). Untuk mencari tahu posisi hutang negara saat ini maka saya ambil informasinya dari laporan APBN Kita yg dirilis Kementerian Keuangan beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk nilai ekuitasnya karena tidak ada dokumen resmi yg secara spesifik update posisi ekuitas negara maka akan saya perkirakan berdasarkan kalkulasi dari periode-periode sebelumnya. Data ekuitas tahun 2019 saya dapatkan dari Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2019.
Quote:
Src : Dokumen APBN Kita Bulan Agustus 2020
Posisi hutang Indonesia per Juli 2020 adalah sebesar Rp 5.434 T. Sedangkan pertumbuhan ekuitas sejak tahun 2015-2018 sebesar -15,68%. Maka rata-rata pertumbuhan per tahun adalah -5,22% & per semester sebesar -2,61%.
Per 31 Desember 2019 posisi ekuitas Indonesia berada di Rp 5.127 T. Sehingga perkiraan posisi ekuitas per Juli 2020 sebesar Rp 4.993 T. Setelah menemukan posisi hutang & ekuitas maka dapat dihitung rasio DER nya. Maka dari data yg diperoleh rasio DER nya berada di angka 109%.
Quote:
Jika dilihat dari angka rasio DER sebesar 109%, hutang Indonesia cukup banyak karena jumlahnya melebihi ekuitas. Bagi saya pribadi idealnya angka DER tidak boleh melebihi 100% (kecuali untuk laporan keuangan perbankan dimana danang simpanan masyarakat dicatat sebagai hutang) karena semakin tinggi angka DER maka risiko solvabilitas juga semakin besar.
Ada satu rasio lagi yg dapat dipakai untuk mengukur seberapa banyak hutang pemerintah. Rasio ini disebut rasio hutang kepada PDB yaitu membandingkan hutang kepada PDB Indonesia. Penggunaan rasio ini sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara dimana rasio hutang harus tetap terjaga kurang dari 60% dari jumlah PDB. Dari informasi yg didapat dari dokumen APBN Kita rasio hutang kepada PDB berada di 33,63%, dimana kalau mengacu pada UU diatas hutang negara masih dalam kategori aman.
Penggunaan acuan rasio hutang kepada PDB Indonesia dapat jadi sebagai "pagar" terakhir untuk menilai kewajaran jumlah hutang. Jika hingga pagar ini ditembus maka dapat dikatakan hutang Indonesia benar-benar di posisi gawat darurat. Selain itu pemerintah juga dapat digugat karena menyalahi amanat undang-undang yg sudah ada.
Mengapa Indonesia Berhutang??
Mungkin hutang adalah pembahasan paling panas sekaligus paling menarik beberapa waktu belakangan. Sampai-hingga pada situs resmi Kementrian Keuangan dibuatkan FAQ spesifik untuk hutang pemerintah. Perlu diketahui pula bahwa Indonesia mulai berhutang bukan cuma pada saat ini saja, bahkan jaman sebelum reformasi hutang ini sudah ada.
Yang jadi pembeda adalah pemerintahan sekarang ini menilai bahwa pembangunan Indonesia masih tertinggal jauh dari negara-negara tetangga. Oleh sebab itu diperlukan percepatan pembangunan untuk mengejar ketertinggalan itu. Tindakan percepatan pembangunan ini tentu memakan biaya yg lebih akbar dari sebelumnya. Biaya yg lebih akbar ini akan semakin membebani defisit neraca APBN. Defisit neraca APBN yg semakin berat ditutup oleh hutang-hutang pemerintah yg otomatis jumlahnya juga semakin banyak.
Quote:
Kebijakan fiskal ekspansif (dimana belanja negara lebih akbar dari pendapatan) yg diambil pemerintah dipakai untuk membiayai pembangunan di segala sektor, salah satunya pembangunan infrastruktur. Mungkin dari kita sering mendengar mengatakan infrastruktur saat pidato presiden karena memang itu salah satu fokus pemerintah. Tujuan percepatan pembangunan di bidang infrastruktur ini adalah supaya biaya ekonomi yg ditanggung masyarakat dapat ditekan sekaligus meningkatkan daya saing nasional. Memang masyarakat tidak makan infrastruktur tetapi dengan adanya infrastruktur efisiensi distribusi dapat ditingkatkan sehingga masyarakat dapat tetap makan dengan harga yg lebih terjangkau.
Selain berhutang sebenarnya ada beberapa opsi yg dapat dipakai untuk menutup defisit anggaran.
Pertama adalah memaksimalkan penerimaan khususnya di sektor fiskal. Hal ini sudah dilakukan pemerintah melalui berbagai kebijakan fiskalnya.
Quote:
Kedua, jual aset negara. Jika teman-teman lihat neraca keuangan diatas teorinya itu dapat dilakukan. Jangankan menutup anggaran, nilai aset tetap negara lebih dari cukup untuk melunasi hutang-hutangnya. Tapi eksekusi ini cukup berbahaya, karena nantinya aset-aset strategis & vital negara akan dimiliki oleh swasta / asing. Bahkan kalau ini dilakukan, efeknya pada masyarakat akan lebih berat dibanding kalau negara mengambil hutang.
Ketiga, mengambil dari cadangan devisa. Ini juga sudah dilakukan oleh pemerintah & memang jumlah yg diambil tidak banyak supaya kurs rupiah dengan mata uang asing tidak anjlok.
Keempat, menambah hutang. Cara ini sering dipakai beberapa pemerintahan untuk menutup defisit anggaran walaupun atas aksinya ini tak jarang pemerintah dilabeli negatif oleh masyarakat & tokoh-tokoh nasional (biasanya oposisi).
Pada dasarnya memahami keuangan negara itu penting karena secara tak langsung uang kita ada disitu juga. Hutang yg banyak menurut kita belum tentu banyak bagi pihak lain. Harus ada indikator lain yg bersifat obyektif supaya kesimpulan yg dapat kita ambil tidak miss.
Itulah pembahasan mengenai sebesar itukah hutang Indonesia. Jangan lupa guyuran cendolnya, rate, & share thread ini bila menurut teman-teman isinya menarik. Tolong beritahu saya kalau ada bagian yg salah, dengan cara yg baik tentunya.
Quote:
No Repost : CHECKED
Sumur : Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2019 ; Dokumen APBN Kita Periode Agustus 2020
Quote:
SIMAK JUGA :
ANCAMAN EKONOMI NEGARA JEPANG #HT11
WARREN BUFFET JUAL RUGI SAHAMNYA, SINYAL EKONOMI AMERIKA AKAN MEMBURUK ?? #HT10
Quote:
Btw, mampir kesini juga bray
GARUDA INDONESIA BERMASALAH TAPI HARGA SAHAMNYA NAIK 70%, BEGINI PENJELASANNYA.
BENARKAH SAHAM ADALAH INSTRUMEN JUDI ?? #HT09
JOKER DAN ANTIKLIMAKS PENOKOHAN FILM #HT08
BERAPA DURASI RATA-RATA PASANGAN BERHUBUNGAN SEKS ??
KALAHKAN KEGARANGAN PROFESI PNS #HT07
CHANNEL YOUTUBE HOROR TERGOKIL, TERKEREN, DAN TERMERINDING
APA SIH ENAKNYA JADI PRESIDEN ?? #HT06
POLIGAMI : ANJURAN ATAU PENGECUALIAN ?? #HT05
CHEATING DALAM GAME ITU BOLEH LHO BRAY #HT04
MENGAPA BASSIST QUEEN TAK HADIRI PREMIERE FILM BOHEMIAN RHAPSODY?? #HT03
APAKAH SEMUA AIR MURNI DAPAT DIMINUM?? #HT02
BENARKAH KEDUA TOKOH DALAM FILM INI ADALAH TUKANG TIKUNG?? #HT01
GARUDA INDONESIA BERMASALAH TAPI HARGA SAHAMNYA NAIK 70%, BEGINI PENJELASANNYA.
BENARKAH SAHAM ADALAH INSTRUMEN JUDI ?? #HT09
JOKER DAN ANTIKLIMAKS PENOKOHAN FILM #HT08
BERAPA DURASI RATA-RATA PASANGAN BERHUBUNGAN SEKS ??
KALAHKAN KEGARANGAN PROFESI PNS #HT07
CHANNEL YOUTUBE HOROR TERGOKIL, TERKEREN, DAN TERMERINDING
APA SIH ENAKNYA JADI PRESIDEN ?? #HT06
POLIGAMI : ANJURAN ATAU PENGECUALIAN ?? #HT05
CHEATING DALAM GAME ITU BOLEH LHO BRAY #HT04
MENGAPA BASSIST QUEEN TAK HADIRI PREMIERE FILM BOHEMIAN RHAPSODY?? #HT03
APAKAH SEMUA AIR MURNI DAPAT DIMINUM?? #HT02
BENARKAH KEDUA TOKOH DALAM FILM INI ADALAH TUKANG TIKUNG?? #HT01